Ada Apa dengan Gampong Syariat?

Ada Apa dengan Gampong Syariat?

Tentu saja ini menjadi daya tarik wisata dari luar Ban­da Aceh. jika kita menden­gar desa wisata, maka kita akan menemukan obyek wisata yang mayoritas di­ lakukan oleh warga desa tersebut. sebaliknya, ketika mendengar Gampong Syar­iat, apa yang membedakan dengan gampong di tempat lain?

Sejak 2012, Pemerintah Kota Banda Aceh sudah mencanangkan Gampong Beurawe sebagai Gampong
Syariat dengan pemasan­ gan plang nama “Gampong Beurawe Gampong Syari­at” di halaman Masjid Al­
Furqan Gampong Beurawe, Kec.Kuta Alam, Kota Ban­da Aceh. setahun kemudian, Pemko Banda Aceh me­nambah pilot project Gam­pong Syariat di Gampong Lambaro Skep. Pelaksan­aan program dan kegiatan menggunakan alokasi Dana Otsus yang dikelola oleh Dinas Syari’at Islam Pro­pinsi Aceh. kita patuh ber­syukur dengan dicanangkan dua gampong itu sebagai uji coba pelaksanaan syariat is­lam.

Tetap menjadi pertan­yaan, apa perbedaan Gam­pong Syariat dengan yang tidak dicanangkan Gam­pong Syariat islam. ka­rena itu kriteria Gampong Syariat mesti disebutkan agar warga paham dan bisa melaksanakannya. Kita mengerti, Gampong Syariat adalah tekad untuk mewujudkan masyarakat yang madani. Jika krite­ ria Gampong Syariat da­pat diterapkan, ini men­jadi wilayah tujuan wisata, peneliti dan sebagainya. Dari dua gampong terse­but, warga dari desa lain dapat mencontoh hal­hal yang bisa diterapkan di tempatnya. Kehadiran Gampong Syariat bukan sekedar papan nama atau gapura dengan menerima dana dari Pemko Banda Aceh setiap tahun. Untuk apa saja dana itu dipakai adalah bagian dari penera­pan Syariat Islam.

Setelah dua tahun leb­ih pelaksanaan Gampong Syariat, kita Pemko Banda Aceh layak menyelengga­rakan evaluasi terhadap ke­berhasilan dan kelemahan penerapan Gampong Syar­iat. Kita sepakat, Gampong Syariat bisa menjadi cikal bakal untuk dilaksanakan di gampong­gampong lain. kita perlu menyusun qanun atau reusam gampong yang salah satu fungsinya dapat menyelesaikan persoalan selesai di tingkat gampong tanpa perlu membawa kasus ke tingkat yang lebih tinggi. Melalui Rancangan Qanun tentang Pemerintahan Gam­pong akan memperkuat Gampong Syariat sudah mempunya aspek kekuatan hukum.

Penetapan Gampong Syariat sebagai uji coba pelaksanaan syariat islam mesti dilakukan secara bertahap dan dikomuni­ kasi kepada warga. apa saja yang membedakan aktivitas warga di meu­nasah atau masjid di dua gampong yang sudah mendapat gelar Gampong Syariat. Dengan demikian, turis atau pendatang lain yang ingin perilaku warga berdasarkan syariat islam bisa berkunjung ke dua gampong tersebut.

Membangun kota Syar­iat Islam dimulai dari se­tiap rumah tangga sehingga gampong sebagai miniatur administrasi sebuah negara bisa berlangsung baik. Ke­berhasilan pelaksanaan Gampong Syariat dari gam­pong ke gampong menjalar ke kecamatan, kabupaten dan seterusnya. Dua tahun lebih pelaksanaan Syariat Islam belum sempurna. Langkah awal ini patut di­berikan apresiasi sambil melakukan perbaikan­per­baikan untuk kebaikan pada masa kini dan mendatang. Kritik yang dialamatkan kepada pelaksanaan Syariat Islam adalah tanda cinta pada syariat.

Pada akhirnya, pelak­sanaan Syariat Islam adalah memberikan pelayanan dari pemerintah atau birokrat kepada jamaah/umat Islam seperti lancarnya air pam, listrik menyala, lampu jalan menerangi pada malam hari dan sebagainya. Murizal Hamzah

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.