Merawat Baiturrahman

Merawat Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid kebanggaan rakyat. Jika telah sampai di Banda Aceh tanpa singgah di masjid ini, seolah perjalanannya tidak sah. Apalagi Masjid Raya merupakan masjid terindah se-Asia Tenggara. Tentunya, kenyamanan bagi jamaah yang beribadah di sini mendapat perhatian khusus.

Tahun lalu, beberapa fasilitas Masjid Raya telah direnovasi. Seperti tempat wudhu, pembersihan dan pemolesan lantai, pembuatan pintu krawang, kamar mandi dan sebagainya. Diharapkan para jamaah lebih nyaman dalam melaksanakan ibadahnya di masjid yang dibangun oleh Belanda pada 1877 ini.

“Jamaah masjid membutuhkan fasilitas agar dapat beribadah dengan nyaman,” kata Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Syahrizal Abbas, Kamis (19/3/2015) di kantornya.

Ia mendukung pembangunan fasilitas masjid demi kenyamanan jamaah yang beribadah. Masjid Raya merupakan tumpuan harapan masyarakat Aceh dalam beribadah di samping masjid-masjid lain. Masyarakat Aceh sangat mengidamkan beribadah di Masjid Raya Baiturrahman. Beberapa kelebihan masjid ini seperti ornamennya yang indah, tempatnya strategis, dan kenyamanannya cukup baik.

“Tempat wudhu yang bagus, lahan parkir yang luas, ketenangan, dan lain-lain. Semua itu harus terciptakan di Masjid Raya,”imbuhnya. Menurutnya, perbaikan tempat wudhu sangat diperlukan. Karena sebelumnya banyak jamaah yang mengeluhkan hal ini.

Ia menambahkan bahwa Masjid Raya turut membutuhkan perluasan. Sebab, jamaah yang ingin beribadah di sana semakin banyak. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dalam beribadah seperti shalat, membaca Al-Quran, itikaf, berdoa dan sebagainya. Bukan hanya pada hari tertentu, tetapi juga pada hari-hari biasa.

Syahrizal mengharapkan dengan perluasan, Masjid Raya menjadi sentral aktifitas masyarakat muslim. Seperti aktifitas ilmu pengetahuan (lembaga studi keilmuan), pusat kajian ke-Islaman, perpustakaan, museum tentang syariat Islam dan tempat perdagangan.

Rencananya pada 2015 ini, di lingkungan Masjid Raya akan ada pembangunan payung seperti Masjid Nabawi. Syahrizal turut mendukungnya.

Modernisasi
Hal senada juga disampaikan oleh Penceramah Tetap Masjid Raya Baiturrahman Syamsul Rijal. Ia mengatakan bahwa fasilitas di Masjid Raya harus bisa mendukung kenyamanan jamaah ketika beribadah. Misalnya tempat wudhu, toilet, sanitasi, pemasangan AC dan sebagainya.

Sedangkan untuk mewujudkan Masjid Raya yang lebih modern, kata Syamsul, informasi tentang masjid ini bisa diakses oleh publik di seluruh dunia. Informasi yang disampaikan pun harus update, seperti pengajian, halaqah maghrib. Tentunya penyampaian informasi ini harus menggunakan perangkat teknologi.

“Saya pikir website Baiturrahman harus di-update. Jadi update-nya bukan hanya khutbah Jumat,”tuturnya.

Menurutnya, butuh tenaga-tenaga terampil yang kreatif untuk memajukan website ini. Sehingga orang yang mengakses tidak merasa jenuh ketika mengakses informasi. Salah satu media Masjid Raya yang perlu dikembangkan lagi adalah Radio Baiturrahman.

“Membangun masjid tidak saja melalui pembangunan gedungnya. Tetapi juga bagaimana menyampaikan informasi secara modern,”pungkasnya. Di bidang keilmuan, Masjid Raya harus melakukan banyak kajian, imbuhnya.

Berkenaan dengan pembangunan payung raksasa, Syamsul sangat mendukung rencana tersebut. Karena akan membuat jamaah semakin nyaman. Ia menegaskan bahwa pembangunan payung ini jangan dipermasalahkan mengenai biayanya.

“Ketika gini, banyak orang ngomong kenapa dana banyak ke sana,”tandas lelaki yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Ar-Raniry ini. Apalagi masjid ini merupakan masjid kebanggaan rakyat Aceh. Jadi pembangunan fasilitas demi kenyamanan jamaah sangat pantas mendapat dukungan.

Perawatan dan pembangunan Masjid Raya lebih besar tanggung jawabnya dibebankan kepada pemerintah. Walaupun demikian, Syamsul mengaharapkan adanya donatur untuk pembangunan masjid. Sehingga proses pembangunan masjid dapat lebih cepat. “Kita tidak ingin pembangunan itu berlarut-larut. Kita ingin setahun selesai,”tegasnya. furqan

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.