Kapolda Minta NU Sosialisasi Bahaya Narkoba

Kapolda Minta NU Sosialisasi Bahaya Narkoba

Peredaran narkoba di kalangan masyarakat Aceh meresahkan. Narkoba merusak moral setiap individu yang menggunakannya. Polda Aceh meminta Nadhlatul Ulama (NU) ikut membantu meminimalisirkan peredaran benda haram itu.

Nadhlatul Ulama (NU) memiliki peran penting mengurangi jumlah pengguna narkoba, seks bebas, dan menjaga kedamaian. Cara yang bisa NU lakukan yakni dengan melakukan pendekatan keagamaan. Hasil pendekatan ini memberikan manfaat bagi setiap individu.

Demikian pernyataan Kapolda Aceh Husein Hamidi saat beraudiensi dengan NU Aceh di Polda Aceh, Rabu (4/15). Audiensi ini dalam rangka menyukseskan Konferensi Wilayah XIII pada 17-19 April 2015 di Asrama Haji.

“Jika pengguna narkoba sebelumnya jarang shalat, pelan-pelan ia akan shalat,”katanya.

Ia mengharapkan NU bantu mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat. Narkoba akan menghancurkan generasi masa depan Aceh. Selain itu, ia meminta seluruh para ulama untuk memberikan nasihat menjauhi narkoba dalam setiap ceramahnya. Menurutnya, orang Aceh banyak terpengaruhi oleh narkoba.

Katanya, orang tua memiliki tanggung jawab yang besa untuk mengawasi anaknya di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan pergaulan.

Dari segi keamanan, Husein berharap supaya kasus-kasus kejahatan yang terjadi di Aceh bisa segera terungkap. Sehingga Aceh menjadi kawasan yang tetap aman. Sehingga, orang luar tidak lagi ragu-ragu kalau mau datang ke Aceh. “Aceh memiliki julukan serambi Mekkah, berlaku syariat Islam, semestinya semua berjalan tertib, aman, lancar,”ucapnya.

Sekjen PWNU Aceh Tgk Asnawi M. Amin kepada Gema Baiturrahman mengatakan, tanpa diminta oleh Polda Aceh, NU sebagai orgnasasi Islam siap membantu mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat. “Apalagi ini sudah diminta bantu. Saya pikir ini gayun bersambut. Sebab narkoba meracuni masa depan,”ujarnya.

Ia menambahkan, Aceh akan rusak jika generasi masa depan dipimpin oleh pemakai narkoba. NU menyambut baikp permintaan Polda Aceh. Ke depan, program-program pencegahan penggunaan narkoba akan dilaksanakan. Menurutnya, mencegah masyarakat menggunakan narkoba merupakan tanggun jawab yang harus dipikul bersama.

“Kita akan melakukan penyuluhan-penyuluhan ke pesantren-pesantren, sekolahsekolah. Karena yang paling rawan adalah anak-anak usia sekolah,”pungkasnya.

Kata Tgk. Asnawi, mungkin dalam lingkungan keluarganya, anak-anak dijaga baik oleh orangtuanya pengaruh narkoba biasanya berasal dari lingkungan bermain si anak. Tapi ketika mereka berada di luar lingkungan keluarga, godaan menggunakan narkoba bisa menghampiri mereka.

“Pemerintah harus menyediakan dana untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba,”tuturnya.

Sementara itu, mereka yang menjadi korban narkoba harus mendapat rehabilitasi dan menguatkan pemahaman mereka terhadap agama. Tentunya, ini menjadi pelajaran yang baik bagi yang lain agar menjauhi narkoba. Mengenai hukuman, menurutnya, bagi pengguna yang sudah sangat rusak moralnya pantas mendapatkan hukuman yang setimpal. “Bandarnya (narkoba) harus dihukum berat,”imbuhnya.
nZulfurqan

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.