Lokasi MTQ Dijadikan Sekolah Tahfizh

Lokasi MTQ Dijadikan Sekolah Tahfizh

Gema JUMAT, 28 Agustus 2015

Yang tersisa dari MTQ Aceh di Nagan Raya

Kabupaten Aceh Utara berhasil merebut juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke XXXII di kabupaten Nagan Raya. Keberhasilan kafilah tersebut diumumkan oleh dewan hakim yang dipimpin Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman
Banda Aceh Prof. Azman Ismail dan dibacakan oleh sekretaris dewan Hakim Ridwan Johan pada malam penutupan MTQ ke XXXII di Taman Dzulkarnaini, Rabu (26/08).

Aceh Utara mampu mengumpulkan 72 poin, sementara Kota Lhokseumawe meraih juara ke II dengan perolehan 49 poin. Sedangkan juara umum MTQ Aceh ke XXXI di kota Subulussalam yakni Kabupaten Aceh Besar harus puas berada di peringkat
III setelah hanya mampu mengumpulkan 39 poin.

Sementara itu unggulan lainnya yaitu kota Banda Aceh menduduki peringkat keempat dengan perolehan 33 poin, sedangkan Kabupaten Pidie yang juga diunggulkan masuk
tiga besar sebelumnya berada diperingkat V karena hanya memperoleh 31 poin.

Diurutan selanjutnya Aceh Timur dan tuan rumah Nagan Raya menduduki peringkat keenam setelah mengumpulkan jumlah poin yang sama yaitu 25 poin. Diurutan VII
diduduki Aceh Selatan 21 poin, selanjutnya peringkat VIII kota Langsa 19 poin,urutan   IX Aceh Tamiang 15 poin dan urutan X kota Subulussalam 14 poin.

Dewan hakim, pada kesempatan itu hanya mengumumkan sampai peringkat X dari 23 kabupaten/ kota yang mengikuti ajang dua tahunan tersebut.

Sementara itu penyerahan hadiah dilakukan oleh Sekda Aceh Dermawan kepada Sekda Aceh Utara Isa Ansari, didampingi bupati Nagan Raya HT Zulkarnaini yang juga ketua panitia MTQ Aceh ke XXXII.

Pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Aceh Dermawan mengapresiasi pelaksanaan MTQ Aceh ke XXXII di Nagan Raya yang terbilang cukup sukses. Sekda
berharap agar pelaksanaan MTQ Aceh di Nagan Raya menjadi contoh bagi daerah
lain yang akan melaksanakan MTQ pada masa-masa mendatang.

“Saya memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sangat antusias dengan MTQ
Aceh di Nagan Raya, kemudian juga kepada panitia yang sangat-sangat sukses menyelenggarakan MTQ kali ini,”lanjutnya.

Dermawan meminta kepada puluhan ribu masyarakat yang hadir pada malam penutupan MTQ Aceh agar tidak menjadikan MTQ sebagai ajang rutinitas semata,
akan tetapi harus mampu melahirkan generasi yang berakhlakul karimah yang
memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Al- Qur’an.

“Kami berharap agar momentum MTQ ini menjadikan Al-Qur’an semakin dekat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, karena disamping mengejar prestasi juga penting untuk meningkatkan penghayatan terhadap nilai-nilai yang terkandung didalamnya,”ujar Sekda.

Lokasi MTQ akan Dijadikan Sekolah Tahfizh Pada kesempatan yang sama, Bupati Nagan Raya HT Zukarnaini menyebutkan lokasi pergelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke XXXII di kabupaten Nagan Raya yaitu Taman Dzulkarnaini akan dimanfaatkan menjadi sekolah hafiz Qur’an.

Zulkarnaini mengatakan tempat yang telah dibangun secara permanen diatas tanah seluas 10 Hektar itu akan dimanfaatkan sebagai Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ)
Nagan Raya dan akan mulai menerima siswa baru pada tahun 2016, khususnya calon santri hafidz Qur’an baik dari dalam Nagan Raya maupun luar Nagan Raya.

“Sarana prasarana MTQ ke XXXII ini terutama gedung yang sudah permanen akan dimanfaatkan untuk saranan pendidikan Islam yaitu Madrasah Ulumul Qur’an.”ujarnya.

Pada kesempatan itu Zulkarnaini mengakui ada sejumlah kekurangan dan tidak mampu memuaskan semua kafilah, namun ia berharap agar hal itu bisa diperbaiki
pada masa-masa mendatang, namun ia mengakui panitia penyelanggara sudah bekerja maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para peserta.

Zulkarnaini juga berharap bagi pemenang MTQ Aceh ke XXXII di Nagan Raya mampu mengharumkan nama Aceh pada MTQ Nasional pada tahun 2016 mendatang di Nusa Tenggara Barat (NTB). (Abi Qanita)

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.