Mengenang Hijrah

Mengenang Hijrah

Gema Jumat, 30 Oktober 2015

Oleh: H. Ameer Hamzah

Bulan purnama muncul di hadapan kita/dari jalan di sela-sela bukit Saniyyatul wada’/kita wajib bersyukur karenanya/apa yang dia serukan untuk Allah/wahai orang yang diutus kepada kami/engkau telah membawa urusan (agama) yang dita’ati.

Tantangan dakwah semakin berat, orang-orang kafir Quraisy sudah sepakat untuk membunuh Nabi Muhammad SAW. Jibril as turun memberitahukan , bahwa Allah SWT telah mengizinkan Nabi hijrah ke Madinah. Lalu Nabi membuat persiapan, memberitahukan sahabatnya Abubakar Siddiq, bahwa malam ini keduanya berangkat. Ali Bin Abi Thalib tidur di ranjang nabi dan berselimut dengan selimut Nabi.

Kaum kafir Quraisy yang dipimpin oleh Abu Jahal pada malam itu juga mengepung rumah baginda Nabi untuk membunuhnya. Mereka punya rencana jahat, Allah juga punya rencana menyelamatkan kekasihnya Nabi Muhammad SAW. Rasulullah mengambil segenggam debu, dan melemparkan atas wajah mereka. Semua mereka tertidur bagikan patung-patung berhala.

Rasulullah langsung menuju rumah Abubakar Siddiq untuk mengambil unta yang telah disediakan oleh sahabatnya itu. Keduanya menuju kea rah selatan dan masuk dalam gua Tsur untuk mengelabui musuh. Tepat tengah malam, pemuda-pemuda Quraisy yang ingin membunuh Rasulullah SAW terrsentak dari tidur nyenyaknya.

Mereka mulai menggedor pintu rumah Nabi sambil berteriak. “Muhammad, buka pintu”. Ali bangun membuka pintu. “Wahai Ali kemana Muhammad?” Ali menjawab: Muhammad telah pergi ke luar kota sejak beberapa saat yang lalu. Kaum kafir putus asa, usaha makarnya gagal total. Mereka telah dicabut penglihatannya saat itu. “Dan Kami tutup mata mereka sehingga mereka tidak dapat melihat (QS. Yasin:9).

Allah SWT telah menurunkan mukjizat bagi rasul-Nya dengan cara melenyapkan pandangan mereka. Ketika mereka melintasi gua, Abubakar merasa cemas dan berbisik pelan: Wahai Rasulullah, andaikat mereka menoleh ke bawah, mereka melihat kita. Wahai Abubakar diamlah, “Jangan gundah, jangan bersedih wahai Abubakar Allah bersama kita”. (HR:Bukhqari-Muslim).

Tiba-tiba seekor binatang kecil yang berbisa menggigit Abubakar, sakitnya bukan kepalang, namun beliau tetap bersabar karena dalam pangkuannya kepala yang mulia Rasulullah SAW yang merebahkan badannya karena lelah. Sengatan binatang tersebut sangat sakit, air mata Abubakar jatuh ke wajah Nabi.”Ada apa denganmu wahai Abubakar?”, Tanya Nabi. Abubakar mengakui baru digigit binatang berbisa. Rasulullah mengobati Abubakar dengan air ludahnya, dan langsung sembuh.

Selama bersembunyi dalam gua Tsur, Rasulullah dan Abubakar tidak kekuranagn makanan dan minuman, sebab dua anak Abubakar (Abdullah dan Asma) diam-diam membawa makanan. Maula Abubakar Amir bin Fuhairah juga memeras susu kambing untuk kedua orang mulia tersebut. Namun setelah tiga hari tiga malam dalam gua, Rasulullah dan Abubakar berangkat menuju Madinah bersama seorang penunjuk jalan yang bernama Abdullah Bin Uraiqith.

Rasulullah dan Abubakar Siddiq mulai berangkat hijrah tanggal 27 Shafar, tiga malam menginap dalam gua Tsur untuk mengelabui orang kafir, kemudian berangkat ke Madinah, sampai di Quba, hari Senin, 8 Rabi’ul Awal, dan tinggal di Quba selama empat hari. Di kota ini Rasulullah membangunan masjid Quba. Alhamdulillah tanggal 12 Rabi’ul Awal 14 kenabian, Rasulullah dan para sahabatnya tiba di Yasrib. Sejak itu pula Rasulullah menukar nama Yasrib menjadi Madinatul Munawwarah.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.