Update Status di Medsos Sedang Ibadah itu Riya

Update Status di Medsos Sedang Ibadah itu Riya

Gema Jumat, 30 Oktober 2015

Banda Aceh (Gema)-Syarat paling utama suatu amalan ibadah seorang hamba diterima di sisi Allah SWT adalah ikhlas. Tanpanya, amalan seseorang akan sia-sia belaka. Syaitan pasti tidak henti-hentinya Update Status di Medsos Sedang Ibadah itu Riya memalingkan manusia, menjauhkan mereka dari keikhlasan. Salah satunya adalah melalui pintu riya’ yang banyak tidak disadari setiap hamba.

Demikian disampaikan Ustaz Agusri Syamsuddin, MA (Imam Masjid Al-Wustha Perumnas Jeulingke‎), saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (28/10) malam.

“Bukankah syarat paling utama suatu amalan diterima disisi Allah adalah ikhlas? Maka tanpa rasa ikhlas amalan seseorang akan menjadi siasia dan pahala yang kita harapkan akhirnya terbang melayang begitu saja seperti debu diterbangkan angin,” ujar Ustaz Agusri Syamsuddin.

Menurutnya, riya’ adalah melakukan sesuatu amalan agar orang lain bisa melihatnya kemudian memuji dirinya, dan termasuk juga dalam riya’ adalah sum’ah yaitu melakukan suatu amalan agar orang lain mendengar apa yang kita lakukan, sehingga pujian dan ketenaran pun datang. Bahaya riya’ bisa menjangkiti siapa saja bahkan orang alim pun tak luput dari serangannya.

“Saat ini ada suatu gejala yang terkadang membuat kita miris, berniat ibadah tapi ingin diketahui orang lain, termasuk dengan menulis dan update status di media-media sosial seperti facebook, BBM, twitter dan lainnya. Jika kita merasa bangga karena ibadah kita diketahui dan dibaca orang banyak, ini sudah termasuk unsur riya’ dalam beribadah,” kata alumni Universitas Islam Omdurman, Sudan ini.

Begitu hebatnya bahaya riya’ ini membuat Rasulullah SAW juga khawatir atasnya. Beliau bersabda, “Sesuatu yang aku khawatirkan menimpa kalian adalah perbuatan syirik asghar”.(Hayatullah/rel)

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.