Keuangan Syariah

Keuangan Syariah

Gema JUMAT, 8 Januari 2016

Oleh : Murizal Hamzah

ADA KABAR bagus pada awal Januari ini. Presiden Jokowi mendukung dibentuk Dewan Pengembangan Ekonomi Syariah untuk mengawal perkembangan jasa keuangan syariah. Diyaknini, industri keuangan syariah menjadi penangkal kelesuan ekonomi. Presiden menuturkan, perkembangan sektor jasa keuangan syariah di Indonesia masih sangat menjanjikan. Dalam rapat terbatas, Jokowi menjelaskan, perlambatan ekonomi secara global berdampak pada perekonomian nasional.

Perkembangan sektor jasa keuangan syariah tercermin dari pertumbuhan perbankan syariah, reksa dana syariah, dan peningkatan industri non-bank syariah. November 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan baru terkait ekonomi syariah yang tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi Tahap V.

Berdasarkan paket deregulasi itu, OJK menyederhanakan perizinan dan pelaporan untuk produk bank syariah. Untuk mendapatkan izin, bank tidak perlu mengirimkan surat kepada otoritas karena produkproduk perbankan syariah akan dikodifi kasi dalam satu buku sehingga cukup melapor saja. Dukungan RI 1 terhadap perkembangan dan pertumbuhan Dewan Pengembangan Ekonomi Syariah patut diapresiasi. Kita paham, kehadiran dewan itu untuk lebih mempercepat kejayaan industri bank berbasis syariat.

Bagaimana penerapan di lapangan? Bank Indonesia sebagai otoritas moneter menawarkan empat langkah percepatan pengembangan ekonomi syariah. Pertama membenah regulasi dan kebijakan yang mendukung keuangan dan ekonomi syariah. Kedua, peningkatan pengetahuan mengenai ekonomi dan keuangan syariah bagi perbankan, pelaku usaha dan sektor keuangan. Ketiga, penyediaan modelmodel pembiayan ekonomi dan keuangan syariah. Keempat, penyelenggaraan inisiatif-inisiatif internasional seperti core principles zakat dan wakaf.

Model bisnis ekonomi dan keuangan syariah berbasis komunitas merupakan model bisnis yang tepat dalam pemgembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk menangkal penetrasi UMKM dari luar yang semakin besar dengan liberasisasi ASEAN. Edukasi kepada pengusaha diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan ketertarikan pengusaha terhadap skema keuangan syariah.

Kita berharap realisasi dari dibentuk dewan itu cepat dilaksanakan.

Penerapan keuangan syariah di masyarakat mampu mengangkat perekonomian warga. Mewujudkan warga yang senang berniaga atau berusaha mandiri.

Dalam hal ini kita ingat hadits yang dicatat oleh Imam al Ghazali di kitabnya yang terkenal, Ihya’ ‘Ulumiddin yang dinukilkan dari kitab Qut Al Qulub oleh Abu Talib al Makki Hadisnya yakni, “Berniagalah kamu karena 9 dari 10 rezeki adalah dalam perniagaan.” Tidak dibantah lagi,Rasulullah adalah sosok pembisnis alias saudagar. Umat Islam harus menguasai roda ekonomi. Jika sebagian umat masih hiruk-pikuk dalam kawah politik, polemik, berbeda mazhah dan sebagainya, maka sebagian lagi umat harus memperkuat ekonomi.

Pergulatan dalam industri perbankan berbasis syariah harus berada dalam konglomerat muslim. Sering terjadi, konfl ik yang disebut bernuasa SARA dan lainlain namun jika ditelusuri karena faktor ceruk ekonomi yang hilang. Dalam bahasa kasar, mereka berkelahi atau berkonfl ik karena beda pendapatan bukan beda pendapat ideologi atau mazhah agama.

Islam mengajarkan umatnya untuk hidup bebas dari kemiskinan, sebagaimana doa Rasulullah, “Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kefakiran/miskin dan kekafi ran” (HR. Bukhari).

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.