AZAB ALLAH TERHADAP ORANG YANG ZHALIM

AZAB ALLAH TERHADAP ORANG YANG ZHALIM

Gema JUMAT, 5 Februari 2016

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat AlQur’an (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh) dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa. (QS.al-Anam ayat 55)

Ayat ini menerangkan tentang salah satu fungsi al-Qur’an diturunkan kepada umat manusia yaitu agar jelas perbedaan antara kesalehan dan orang-orang yang berbuat dosa. Dalam al-Qur’an dijelaskan bagaimana seharusnya orangorang mencapai predikat kesalehan, baik kesalehan secara individu, maupun sosial, intelektual dan spiritual. Kesalehan itu juga ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw sebagai panutan, ikutan, teladan bagi orang-orang yang beriman.

Al-Qur’an adalah kitab petunjuk untuk berbuat saleh. Acapkali dalam al-Qur’an disebutkan sifat beriman dengan orang-orang yang berbuat saleh. Ini merupakan indikator bahwa keimanan tidaklah cukup sebagai bukti kita merupakan hamba Allah. Lebih dari itu, pembuktian dengan perilaku baik, saleh merupakan syarat terkumpulnya predikat predikat utama dalam Islam, apakah itu, muttaqin, mu’minin, mushlihin, syakirin dan sebagainya. Keimanan tidak cukup untuk menampilkan wajah Islam dalam kaitannya dengan kehidupan internasional, karena kerap kali kesalehan yang menjadi tolok ukur daya tarik orang-orang non muslim menerima Islam.

Demikian juga jelaslah di dalam al-Qur’an disebutkan orangorang yang berdosa dengan berbagai predikatnya; musyrikin, fasiqin, mufsidin, munafiqin dan sebagainya. Cukuplah al-Qur’an memberikan contoh kepada manusia kisah-kisah yang dapat dijadikan i’tibar dan pelajaran untuk kehidupan umat manusia. Bagaimana keangkuhan Fir’aun, Qarun, Namrudz, yang mewakili sosok individual bagi predikat tercela. Demikian juga bangsa-bangsa yang dibinasakan karena kemunkaran dan kejahatan yang bersifat massal sebagaimana kaum ‘Ad, Tsamud, Sodom, Gomorah dan negeri-negeri yang dibinasakan.

Di sisi lain, Al-Qur’an membuktikan bahwa ia merupakan sumber hukum utama bagi kaum muslimin. Pokok-pokok perkara syariah dijelaskan untuk dijalankan dan diamalkan baik secara individu maupun secara komunal, demikian juga perbuatan-perbuatan yang dilarang, tersebut di dalam al-Qur’an agar dijauhi. Dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik atau perbuatan yang dilarang akan melahirkan predikat-predikat tertentu sebagaimana diterangkan sebelumnya.

Demikianlah al-Qur’an diturunkan, jelas dan tanpa keraguan. Bahkan al-Qur’an merinci bagaimana kehidupan orang-orang saleh di hari kemudian, masa depan surga dengan kenikmatan yang melimpah. Demikian juga merinci bagaimana azab yang dirasakan oleh orang-orang berdosa dengan neraka yang penuh siksa, azab dan kepedihan. Allah Swt tidak meninggalkan keraguan sedikitpun di dalam al-Qur’an bagi orang-orang yang mau mengikuti jalan keselamatan yang berakhir dengan surga, dan Allah juga memastikan bahwa orang-orang yang berdosa akan berakhir di neraka. Pilihannya sangat-sangat jelas. Tinggal hanya kita memilih, dan pilihan itu sedang kita jalani dan kita akan memetik hasil dari ‘pilihan’ yang telah kita jalani. Wallahu musta’an.

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.