Duta Besar Uni Eropa Temui Gubernur Aceh

Duta Besar Uni Eropa Temui Gubernur Aceh

Gema JUMAT, 01 April 2016

Banda Aceh (Gema) – Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, HE Mr Vincent Guérend dan rombongan melakukan pertemuan dengan Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah di Meuligo Gubernur Aceh, Rabu (30/3), untuk membahas perkembangan terakhir di Aceh dari segi keamanan, pembangunan ekonomi, tata kelola pemerintahan dan perlindungan lingkungan.

Kunjungan tersebut tersebut merupakan yang pertama Guerend ke Aceh sejak ditugaskan di Indonesia September 2015.  “Uni Eropa sudah kama menjalin hubungan dengan Aceh, mulai dari pemberian dana rekonsturksi pasca tsunami dan dukungan proses perdamaian di Aceh, serta bantuan perlindungan dan pelestarian hutan,” kata Guerend.

Uni Eropa, kata Guerend, akan melanjutkan kerjasama dengan Pemerintah Aceh dalam upaya mitigasi, perubahan iklim dan pembangunan ekonomi secara berkesinambungan.

Guerend juga menyampaikan, dalam kunjungan ini, Uni Eropa akan mengumumkan proyek bantuan Uni Eropa yang baru berupa ”Support to Indonesia’s Climate Change” (Dukungan Untuk Tanggapan Indonesia Terhadap Perubahan Iklim) senilai 6,5 juta Euro atau sekitar 96,5 milyar rupiah untuk periode 2016-2019.

Untuk Aceh, kata Guerend, Proyek tersebut akan dirancang untuk mendukung upaya penyesuaian berbagai inisiatif Aceh agar dapat sejalan dengan strategib REDD+ Indonesia yang berupaya untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan degrasi hutan dan meningkatkan kapasitas Pemerintah Aceh untuk menerapkan langkah-langkah pemanfaatan lahan dengan baik.

“Uni Eropa sangat tertarik dengan Aceh, karena Aceh memiliki sumber daya hutan yang masih berfungsi dengan baik, utuh dan luas, sehingga dapat menjadi standar bagi Indonesia dan seluruh dunia dalam hal mitigasi perubahan iklim,” kata Guerend.

Sementara Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyambut baik tawaran kerjasama Uni Eropa dengan Pemerintah Aceh. Pemerintah Aceh, kata Zaini, komit terhadap perlindungan dan pelestarian kawasan hutan. Untuk itu, dia mengajak Uni Eropa untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam dan lingkungan di Aceh.

Terkait isu keamanan, Zaini Abdullah menegaskan, kondisi Aceh saat ini kondusif dan aman. Meskipun sebelumnya ada sedikit masalah keamanan, semuanya sudah teratasi dengan baik. “Aceh sangat kondusif, banyak investor  datang ke Aceh untuk melihat sendiri kondisi Aceh yang aman dan potensi investasi,” kata Zaini.

Zaini Abdullah juga menyampaikan berbagai peluang potensi investasi  di Aceh dalam bidang pertanian, kelautan dan sumber daya energi. Dia mengajak Uni Eropa meningkatkan kerjasama dan mengundang investor dari Eropa berinvestasi di Aceh. (Sayed/Humas)

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.