BPR Mustaqim Konversi Menjadi Syari’ah

BPR Mustaqim Konversi Menjadi Syari’ah

Gema JUMAT, 17 JUNI 2016

Banda Aceh (Gema) – Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah telah menyampaikan kepada masyarakat luas, bahwa Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Mustaqim Sukamakmur akan segera mengubah sistem operasionalnya, dari bank konvensional menjadi bank syariah.

Hal tersebut disampaikan oleh oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, saat membacakan sambuta singkat Gubernur Aceh, pada acara Customer Gathering dan Buka Puasa Bersama  PD BPR Mustaqim Sukamakmur, di Banda Aceh, (13/6/2016). “Jika tidak ada aral melintang, insya Allah, rencana itu akan kita wujudkan pada bulan Agustus tahun ini.Mudah-mudahan acara ini semakin memperkuat silaturrahmi, sehingga kita dapat terus membangun kerjasama dalam memperkuat basis ekonomi masyarakat di Aceh ini,” harap Gubernur.

Saat ini segala persiapan menuju konversi masih terus dilakukan.Mulai dari penguatan sumber daya manusia, penerapan Teknologi Informasi, pendekatan kepada jaringan, termasuk pendekatan kepada para nasabah.

Gubernur meyakini, dengan berubah menjadi bank syariah, BPR Mustaqim akan mampu bekerja lebih optimal dalam melayani kebutuhan masyarakat Aceh akan jasa dan pelayanan bank perkreditan rakyat sesuai dengan Syari’at Islam.

“BPR Mustaqim telah memiliki 14 kantor cabang dan 8 kantor kas yang online di Aceh. Kita akan terus memperluas jaringan tersebut, sehingga nantinya BPR Mustaqim hadir melayani masyarakat di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh,” harap Gubernur.

Gubernur menambahkan, dengan konversi dari bank konvensional ke bank syariah, secara substansi pola pelayanan yang dijalankan BPR Mustaqim akan merujuk kepada sistem ekonomi Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist, yaitu memberikan pelayanan yang tranparansi, amanah dan tidak eksploitatif.

“Dalam hal ini, setidaknya ada lima prinsip dasar yang akan diterapkan dalam sistem operasional BPR Syari’ah Mustaqim, yaitu prinsip kemitraan atau ta’awun, yaitu merupakan landasan bagi bank syariah dalam memberikan bantuan kepada masyarakat di bidang keuangan,” jelasnya.

Selanjutnya, sambung Gubernur, prinsip keadilan atau saling ridha, yaitu sebuah konsep yang memungkinkan kesamaan hak dan kewajiban antara nasabah dan bank dengan dilandasi keridhaan antar masing-masing pihak dengan tanpa adanya paksaan.

Berikutnya adalah prinsip kemanfaatan atau kemaslahatan. Bank syariah ini akan mengedepankan kemanfaatan atas segala usaha yang dijalankan sesuai dengan aturan syariah. Selanjutnya, prinsip keseimbangan atau tawazun.Prinsip ini menggambarkan bahwa antara bank dan nasabah berada dalam satu kesatuan.

Terakhir, prinsip keuniversalan atau rahmatan lil ‘Alamiin, yang menjadikan bank syariah ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat muslim namun dalam prinsip muamalah semua orang dapat bertransaksi dengan BPR Syari’ah Mustaqim.

“Dengan lima prinsip ini dapat dikatakan bahwa hubungan kemitraan antara BPR Syariah Mustaqim dan pelanggannya akan terjalin lebih erat lagi. Apalagi kinerja bank ini terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun,” sambung Zaini Abdullah.

Gubernur berharap, kehadiran BPR Syariah Mustaqim mampu menghadirkan sistem ekonomi yang rahmatan lil ‘alamin bagi ekonomi Islam di Aceh. Oleh karena itu, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Aceh agar agar terus mengoptimalkan peran bank ini dalam mendukung berbagai sektor usaha UKM di Aceh.

“Sektor UKM memiliki kontribusi sangat besar dalam penguatan ekonomi masyarakat Aceh. Karena itu, sudah sewajarnya langkah-langkah penguatan sektor UKM perlu kita tingkatkan,” katanya.

Menjawab tantangan

Sementara T Hanansyah, Direktur Utama BPR Mustaqim, menjelaskan, proses konversi dari sistem konvensional menuju syari’ah, merupakan salah satu langkah untuk menjawab tantangan ekonomi di masa mendatang yang akan bergerak lebih dinamis.

“Kita terus mempersiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan pesiapan konversi. Saat ini kita sedang menyiapkan sumber daya manusia yang handal dengan penguatan kapasitas melalui berbagai pelatihan dan sertifi kasi syari’ah,” terang Hanansyah.

Hanansyah menambahkan, dalam proses konversi ini, pihaknya terus berusaha meyakinkan konsumen, bahwa bank syari’ah lebih bermanfaat bagi para nasabah. Konversi BPR Mustaqim Syari’ah menjadi BPR Syari’ah Mustaqim Aceh akan efektif meningkatkan pangsa pasar atau market share di Aceh.

“Oleh karena itu, kita membutuhkan dukungan regulasi yang tepat agar pertumbuhan Bank Syari’ah di Bumi Serambi Mekah ini akan semakin cepat,” katanya.

Menurut Hanansyah, setidaknya ada tiga alasan penting mengapa kita membutuhkan ekonomi syari’ah dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, ekonomi syari’ah dapat menggurangii kerentanan antara sistem keuangan denan sektor riil, sehigga menghindari terjadinya penggelembungan ekonomi.

Selanjutnya, ekonomi syari’ah mampu menghindarkan para pelaku ekonomi  dari pembiayaan yang bersifat spekulatif. Terakhir, ekonomi syari’ah dapat memperkuat sistem pengamanan sosial.

Dengan kata lain, ekonomi syari’ah merupakan solusi tepat untuk memperkuat sistem perekonomian, khususnya Aceh sebagai satusatunya daerah yang telah menerapkan Syari’at Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hanansyah. Sayed Husen/Humas Aceh

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.