Rasulullah SAW Gemar Memberi Makanan Orang Berpuasa

Rasulullah SAW Gemar Memberi Makanan Orang Berpuasa

Gema JUMAT, 24 JUNI 2016

Banda Aceh (Gema) – Imam Nawawi dalam kitabnya, Riyadlush Shalihin mengungkapkan Rasulullah SAW sangat gemar memberi makan kepada orang yang berpuasa.

Menurut dia, orang yang memberi buka orang yang berpuasa, memiliki keutamaan sendiri, di antaranya adalah ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa.

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al Juhanny, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda, ”Barangsiapa memberi buka (makan) orang yang berpuasa, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.’‘ (HR Tirmidzi)

Menurut Imam Nawawi, hadits di atas menyeru kita untuk memberi buka kepada orang yang berpuasa, karena akan memupuk tali kasih dan tali silaturahim dan saling menolong di antara sesama kaum muslimin.

Bahkan, kata Imam Nawawi, sudah termasuk memberi buka walaupun yang disuguhkan hanya seteguk air atau satu biji kurma, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Khuzaimah dari Salman.

”Barangsiapa memberi buka orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, maka amalnya itu sebagai ampunan atas dosanya, membebaskannya dari api neraka, dan dia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu.”

Para sahabat kemudian bertanya, ”Tidak semua kita mempunyai makanan untuk memberi buka kepada orang yang berpuasa.” Rasulullah SAW menjawab, ”Pahala ini diberikan Allah SWT kepada orang yang memberi buka orang yang berpuasa walaupun satu butir kurma, seteguk air atau segelas susu.

Segera berbuka

Imam Nawani mengungkapkan, jika waktu Maghrib sudah tiba ummat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, diperintahkan untuk segera berbuka.

Imam Nawawi kemudian mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang bersumber dari Sahl bin Sa’ad ra yang berkata, Rasulullah SAW bersabda, ”Kaum Muslimin akan selalu dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (Hadits riwayat Muttafaqun ‘alaih)

Menurut Imam Nawawi, mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan berbuka puasa, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, adalah cara untuk menjauhkan diri dari ajaran puasa yang berlebihan yang memberatkan diri sendiri.

Imam Nawawi kemudian mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang bersumber dari Abu Hurairah yang berkata, Rasulullah SAW bersabda, ”Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung berfirman, ”HambaKu yang paling Aku sukai adalah yang paling cepat berbuka puasa.” (HR Muslim)

Menurut Imam Nawawi, jika kita ingin mendapatkan cinta dan ridha Allah SWT, maka kita harus menyegerakan berbuka puasa sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Imam Nawawi menambahkan, ”Selama kita mau mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, kita akan selalu dalam kebaikan dan kebahagiaan,” tulis Imam Nawawi dalam kitabnya Riyadhus Shalihin. Sayed Husen/Republika

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.