Kemuliaan Perempuan dalam Syariat Islam

Kemuliaan Perempuan dalam Syariat Islam

Gema JUMAT, 01 JULI 2016

Oleh Suraiya M. Yusuf

Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry

Allah menetapkan syariat Islam yang lengkap dan sempurna, serta terjamin keadilan dan kebenarannya. Demikian juga dengan kedudukan perempuan, Islam juga sangat menghargai dan menjamin kemuliaan perempuan dengan menetapkan hukum-hukum syariat yang khusus bagi mereka, serta menjelaskan hak dan kewajiban mereka dalam Islam yang semua itu bertujuan untuk menjaga dan melindungi kehormatan dan kemuliaan perempuan.

Setelah sebelumnya orang-orang jahiliah memandang perempuan sebagai musibah dan kehinaan, diantara perbuatan buruk orang-orang jahiliyah mereka menguburkan hidup-hidup anak perempuannya. Mereka terbiasa dengan perbuatan ini dan menganggap hal ini sebagai hak seorang ayah, maka seluruh masyarakat tidak ada yang mengingkarinya. Kebrobokan masyarakat jahiliyah dalam memperlakukan kaum perempuan telah diabadikan dalam Al-Quran sebagaimana dalam firman Allah:

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan.  (QS An-Nahl: 58)

Namun, cahaya Islam datang membawa perubahan dan memerangi segala bentuk kezaliman serta menjamin setiap hak manusia tanpa kecuali, termasuk didalamnya kedudukan dan martabat perempuan serta memandang perempuan sebagai karunia Allah.

Syariat Islam dengan seperangkat hukum-hukumnya telah menjamin kemuliaan bagi perempuan. Diantara bentuk kemuliaan yang telah diberikan oleh Allah SWT  kepada kaum perempuan adalah dengan memerintahkanya untuk berhijab, sebagaimana firman Allah:

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu atau disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Ahzab:59)

Ayat ini menerangkan kewajiban memakai hijab bagi kaum perempuan supaya mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu maupun disakiti.

Perintah untuk mengenakan hijab bagi kaum perempuan bukanlah sebagai bentuk pengungkungan apalagi menghambat kebebasan kaum perempuan dari seluruh aktivitas yang bisa dilakukan mereka, tetapi hijab dalam kerangka syariat Islam merupakan bentuk kemuliaan dan penghormatan kepada kaum perempuan.

Hijab merupakan manifestasi ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya dan sarana menggapai kesucian diri. Allah menjadikan kewajiban mengenakan hijab sebagai sarana bagi seorang muslimah untuk mendapatkan kesucian diri (iffah). Disamping itu juga, hijab adalah media kesucian. Allah dengan tegas menjadikan hijab sarana untuk menjaga kesucian hati orang-orang yang beriman, bukan hanya bagi kaum perempuan sendiri, namun juga bagi kaum laki-laki. Disini hijab sebagai tanda ketaqwaan kepada Allah, karena Allah telah menjadikan orang yang paling bertaqwa diantara manusia merupakan orang yang paling mulia disisi-Nya.

Karena itu, mengenakan hijab juga sebagai standar nilai keimanan manusia kepada Allah. Perempuan beriman akan senantiasa melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dengan penuh keikhlasan. Tentu, kita tidaklah rela menurunkan ketinggian derajat dan menanggalkan kemuliaan serta kehormatan yang telah Rasulullah SAW perjuangkan sebagai wujud kemuliaan perempuan dalam menjaga kehormatannya.

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.