Tiga Ulama Aceh Meninggal Dunia

Tiga Ulama Aceh Meninggal Dunia

2Gema JUMAT, 29 JULI 2016

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi raji’un, tiga ulama Aceh masing-masing, Abon Seulimuem, pimpinan Dayah Ruhul  Fata, Aceh Besar,  Abuya Tgk. H. Jamaluddin Waly,pimpinan Dayah Darussalam Labuhan Haji, Aceh barat Daya,  dan Tgk. Mukhtaruddin Baya, penceramah  senior meninggal dunia pekan lalu. Ketiga ulama terpengaruh ini  banyak kontribusinya kepada umat dan dekat dengan keluarga besar Masjid Raya Baiturrahman.

Tgk. H. Mukhtar Luthfi  (Abon Seulimuem) tutup usia 50 tahun meninggal dunia  di Rumah Sakit Umum  Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Kamis, 21 Juli 2016/16 Syawal 1437 H. pukul 07.30 WIB. Beliau adalah seorang ulama moderat yang selalu mengharapkan persatuan umat Islam.  Beliau tidak setuju bila khilafiyah dipertentangkan.

Almarhum telah dikebumikan di Perkuburan keluarga di samping ayahnya (Abu  Wahab) di Komplek Dayah Ruhul Fata yang beliau pimpin. Ribuan umat Islam menghadiri upacara penguburan tersebut, termasuk  para alumni dayah, para ulama besar, sejumlah pejabat tinggi Aceh, termasuk Gubernur dan wakil Gubernur Aceh.

Abon adalah ulama  dayah salafiyah alumni Dayah Budi Mesra Samalanga. Beliau seorang ulama yang luas wawasannya, tidak anti politik, bahkan termasuk ulama yang paling aktif dalam berpolitik. Pernah menjadi  Anggota Partai Persatuan Pembangunan, Ketua Dewan Syura Partai Bintang Reformasi, dan  pendiri Partrai Lokal PDA (Partai Daulat Aceh).

Pada hari yang sama, Kamis, 21 Juli 2016 M/ 16 Syawal 1437 H, pukul 23.00 WIB, Abuya Tgk. Jamaluddin Waly meninggal dunia di RSUD, Teuku Peukan Blangpidie, Aceh Barat Daya. Beliau juga telah dikebumikan di samping  ayahnya  Syeikh Muda Waly Al-Khalidiy,Komplek Dayah  Labuhan Haji. Abuya Jamal juga seorang ulama yang turut berpolitik, malah pernah menjadi anggota legislative di DPRA dan Pusat di Jakarta. Abuya berpolitik lewat PPP. Upacara pemakaman beliau juga dihadiri ribuan alumni dayah dan para ulama Aceh dan para petinggi Aceh, termasuk Gubernur Aceh.

Abuya adalah mursyid  dari Thariqat  Naqsyabandiyah, juga pemimpin zikir  jam’iyah Alwaliyah di Banda Aceh. Disamping memimpin dayah Darussalam Labuhan Haji, Abuya juga pemimpin Dayah Asasus Sunnah  Aceh Besar. Abuya Jamal juga salah seorang  pengasuh pengajian  kitab kuning, bidang  Fikih dan Tauhid di Dayah Manyang Masjid Raya Baiturrahman. Dayah Manyang adalah pengajian untuk para ulama dan mubalig yang ingin menambah Ilmu-Ilmu Agama Islam.

Lima hari berselang, tepatnya Senin, (25 Juli 2016), tokoh dakwah terkenal, Drs. Tgk.  H. Mukhtaruddin Baya (76) tahun, meninggal dunia di Banda Aceh. Almarhum yang pensiunan Kantor Kementrian Agama Provinsi Aceh dikenal sebagai penceramah senior yang lembut dan sangat disukai umat. Beliau pernah mengisi ceramah di RRI Banda Aceh, TVRI Banda Aceh,  Aceh-TV,  Radio Baiturrahman Banda Aceh, dan pernah menjadi penceramah tetap di Masjid Raya Baiturrahman, sebelum beliau mengundurkan diri karena kurang sehat.

Selain bekerja sebagai pegawai negeri,  Tgk. Mukhtaruddin Baya juga aktif berdakwah ke mana saja di undang,  mengajar sebagai dosen luar biasa di IAIN Ar-Raniry, Anggota MPU Kota Banda Aceh, dan Khatib Jumat serta penyuluih agama Islam.  Tgk. Mukhtaruddin Baya  meninggalkan seorang isteri Hj.Nuryana, dan enam putra-putri serta sebelas cucu tercinta. (mee).

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.