23 Tahun Gema Baiturrahman

23 Tahun Gema Baiturrahman

Gema JUMAT, 02 SEPTEMBER 2016

Ketika Gema Baiturrahman masuki usia ke 21 dua tahun lalu kita katakan media ini telah memasuki masa transisi dalam dua hal: Pertama, Pengurus Masjid Raya Baiturrahman dan Pemerintah Aceh lebih konkret lagi memfasilitasi Gema. Dampak positifnya, Gema mendapat jaminan terbit secara rutin setiap Jumat, bahkan berpeluang tambah oplah, meningkatkan kualitas cetakan dan jangkauan distribusi se Aceh.

Kedua, Gema memasuki era kepemimpinan baru, dari Pemimpin Redaksi (Pemred) pertama Basri A. Bakar yang memimpin Gema selama 20 tahun kepada Pemred baru, Sayed Muhammad Husen. Kepemimpinan ini biasanya akan diikuti dengan dengan perubahan lainnya secara bertahap, seperti penajaman visi dan misi, penajaman program, perbaikan manajemen dan memperluas relasi eksternal.

Konsekuensi dari masa transisi ini, kita menulis dua tahun lalu, bahwa Gema akan melakukan penataan bertahap, hingga dapat memasuki era pengembangan dan profesional. Dalam diskusi awal dengan pengurus dan redaksi, Gema telah merumuskan rencana strategis (Renstra) 2014-2022, yang masing dibagi dalam tahapan dua tahun: 2014-2016 Periode Gema Transisi, 2017-2019 Perode Gema Pengembangan dan 2020-2022 Periode Gema Profesional.

Sekarang, Gema genap berusia 23 tahun pada 3 September 2016. Ini artinya, jika kita lihat dari Renstra, maka Gema akan menyelesaikan periode transisi pada tahun ini. Pada periode ini Gema mestilah menggunakan perspektif baru dalam melihat peluang dan tantangan masa depan. Walaupun wartawan dan redaktur masih terdiri dari orang-orang lama, namun memasuki periode pengembangan seharusnya meninggalkan kacamata lama.

Pada sisi lain, perjalanan usia Gema juga dipengaruhi faktor eksternal, maka Pengurus Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Pemerintah Aceh dan jamaah masjid ikut berkontribusi secara tidak langsung dalam mendukung periode pengembangan Gema. Dukungan itu akan berdampak positif apabila Gema tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari program pembangunan  dan pengembangan MRB.

 

Karena itu, penambahan usia Gema mengharuskan pengelola media masjid ini memadukan kekuatan internal dan dukungan eksternal untuk kemudian didayagunakan untuk peningkatan kualitas konten Gema. Sebab dengan tulisan, reportase, ulasan dan berbagai bentuk artikel lainnya yang berkualitas akan membuat pembaca tidak meninggalkan Gema.

Bagi kita, pembaca adalah segalanya, karena bersama pembaca Gema memperjuangkan syariat Islam kaffah. Perjuangan ini akan terus berlanjut hingga syariah Islam bisa tegak dalam semua aspek kehidupan. Sayed Muhammad Husen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.