Mengintip Dapur Redaksi Gema Baiturrahman

Mengintip Dapur Redaksi Gema Baiturrahman

Gema JUMAT, 02 SEPTEMBER 2016

Edisi Ulang Tahun  ke- 23

(3 September 1993 – 3 September 2016)

Dalam kerja jurnalistik redaksi merupakan dapur dan menjadi jantung seluruh aktivitas institusi media massa tersebut. Begitu juga dengan Tabloid Gema Baiturrahman. Hanya dengan keredaksian yang terimplementasi baik semua akan berjalan maksimal. Jajaran keredaksian dituntut bekerja teliti, akurat, disiplin dan tepat waktu pada deadline yang merupakan komintmen kontinyuitas kemunculan media setiap Jumatnya kehadapan jamaah di Masjid Raya Baiturrahman dan masjid masjid lainnya di Kota Banda Aceh.

Keredaksian Tabloid Gema Baiturrahman merupakan sekelompok jajaran yang bekerja sama dengan proses rapat redaksi untuk memutuskan peristiwa dan berita apa yang layak diterbitkan atau diangkat, dan mana berita atau peristiwa yang tidak layak atau ditangguhkan untuk diterbitkan atau tidak. Keredaksian merupakan bagian dari redaksi yang mengurus pencarian dan pelaporan berita.

Kesuksesan media Gema Baiturrahman, ada sejumlah nama dibalik meja redaksi, seperti  Drs. H. Ameer Hamzah yang berposisi sebagai Pemimpin Umum juga salah satu pendiri tabloid ini. Ada Sayed Muhammad Husen, selaku pemimpin Redaksi, dan M. Nur AR yang menjabat sebagai pemimpin Usaha sekaligus merangkap sekretaris redaksi Tabloid yang sedang berada di tangan pembaca saat ini.

Drs. H. Ameer Hamzah (Pemimpin Umum)

Sejak berdiri sampai sekarang, H. Ameer Hamzah, (kami memanggilnya Bang Ameer). masih dipercayakan sebagai Pemimpin Umum tabloid ini. Orangnya biasa-biasa saja, terkesan sederhana. Bang Ameer tidak bosan-bosan memberi motivasi kepada kami yang muda-muda agar bekerja serius. Kadang-kadang Bang Ameer tak segan-segan memarahi kami, tetapi kami tak pernah sakit hati. Kami tahu tujuannya baik, yakni untuk mendidik kami menjadi penulis yang handal.

Menurut Bang Ameer, Gema didirikan untuk mencetak wartawan yang berkarakter islami. Syarat menjadi wartawan Gema adalah shalat berjamaah di masjid. “Bila Azan berkumandang tinggalkan computer,”kata bang Ameer. Dan  Alhamdulillah, sudah banyak  alumni Gema yang bekerja di surat kabar lain, baik daerah maupun nasional. Semua mereka mengakui  Bang Ameer guru mereka  dan Gema adalah tabloid pertama yang menginspirasikan mereka menjadi wartawan terkenal.

Drs. Sayed Muhammad Husen (Pemimpin Redaksi)

Sebagai Pemimpin Redaksi, Sayed Muhammad Husen (kami juga memanggilnya Bangs Sayed). Sebagai Pemred Bang Sayed bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. la harus mengawasi isi seluruh rubrik media yang dipimpinnya. Di surat kabar manapun, Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. la bertindak sebagai jenderal atau komandan. Pemimpin Redaksi juga bertanggung jawab atas penulisan dan isi Tajuk Rencana (editorial) yang merupakan opini redaksi (Desk Opinion).

Jika Pemred berhalangan menulisnya, lazim pula tajuk dibuat oleh Redaktur Pelaksana, salah seorang anggota Dewan Redaksi, salah seorang Redaktur, bahkan seorang Reporter atau siapa pun —dengan seizin dan sepengetahuan Pemimpin Redaksi— yang mampu menulisnya dengan menyuarakan pendapat korannya mengenai suatu masalah aktual.

  1. Nur AR (Pemimpin Usaha/Sekretaris Redaksi)

Menjabat sebagai Pemimpin Usaha sekaligus merangkap Sekretaris Redaksi, tugas M Nur berada dibawah Pemimpin Umum, sejajar dengan Pemimpin Redaksi. Kalau Pemimpin Redaksi hanya berurusan dengan masalah keredaksian, maka Pemimpin Usaha khusus berurusan dengan masalah komersial. Pemimpin Usaha bertugas menyebarluaskan media massa, yakni melakukan pemasaran (marketing) atau penjualan (selling) media massa. Pemimpin Usaha ini membawahi Manajer Keuangan, Manajer Pemasaran, Manajer Sirkulasi/Distribusi, dan Manajer HRD (Human Resource Development).

Selain itu, Bang Nur juga berperan sebagai Sekretaris Redaksi memiliki tugas meliputi :

  • Penata dan Pengatur undangan dari instansi, perusahaan, atau lembaga yang berkaitan dengan pemberitaan;
  • Penghubung sumber berita atau instansi untuk pendaftaran, konfirmasi, atau pembatalan undangan, wawancara, dan kunjungan kerja;
  • Menyimpan salinan kartu pers dan foto untuk mensuport kebutuhan kerja para wartawan dalam  meliput satu acara yang mengharuskan membuat tanda pengenal seperti menyiapkan;
  • Menyediakan peralatan kerja redaksi seperti tape, batu baterei, kaset, alat tulis, dan note book;
  • Menata keperluan keuangan redaksi: uang perjalanan, uang saku, uang rapat;
  • Mengatur jadwal rapat redaksi: rapat perencanaan, rapat cheking, rapat final.

REDAKTUR

Marwidin Mustafa

NA Riya Ison

Redaktur (editor) sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu. Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan. Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk (Desk Editor), Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb. Karena itu ia dikenal pula dengan sebutan “Jabrik” atau Penanggung Jawab Rubrik.

Berikut ini tugas seorang redaktur secara lebih terinci:

      Mengusulkan dan menulis suatu berita dan foto yang akan dimuat untuk edisi mendatang;

      Berkoordinasi dengan fotografer dan riset foto dalam pengadaan foto untuk setiap penerbitan;

      Membuat lembar penugasan atau Term of Reference (ToR) kepada para reporter dan fotografer;

      Mengarahkan dan membina reporter dalam mencari berita dan mengejar sumber berita;

      Memberikan penilaian kepada reporter baik penilaian kualitatif maupun kuantitatif;

      Memberikan laporan perkembangan kepada atasannya

Wartawan

Murizal Hamzah

Indra Kariadi

Zakaria Ilyas

Nelly

Di bawah para editor adalah para reporter. Mereka merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya. Ini adalah jabatan terendah pada bagian redaksi. Tugasnya adalah melakukan reportase (wawancara dan sebagainya ke lapangan). Karena itu, merekalah yang biasanya terjun langsung ke lapangan, menemui nara sumber, dan sebagainya.

Tugas seorang reporter secara lebih terinci adalah sebagai berikut:

  • Mencari dan mewawancarai sumber berita yang ditugaskan redaktur atau atasan;
  • Menulis hasil wawancara, investasi, laporan kepada redaktur atau atasannya;
  • Memberikan usulan berita kepada redaktur atau atasannya terhadap suatu informasi yang dianggap penting untuk diterbitkan;
  • Membina dan menjalin lobi dengan sumber-sumber penting di berbagai instansi;
  • Menghadiri acara press conferensi yang ditunjuk redaktur, atasannya, atau atas inisiatif sendiri.

Admin Web

Nurjannah

Seiring perkembangan zaman, selain dalam versi cetak, Media di hadapan pembaca ini juga memiliki edisi online dengan alamat situs www.gemabaiturrahmanonline.com petugasnya adalah Nurjannah Usman, dialah bertugas meng-up load setiap berita dan hasil yang dimuat di media cetak Gema Baiturrahman.

Lay Out

Muhammad Yusuf An Nisamy

Sebuah surat kabar mempunyai ciri-ciri yang dapat dilihat dari format (broadsheet, tabloid, majalah dsb), cara paginations (pemakaian kolom), cara pemakaian topografi (huruf), warna, akhirnya akan membedakan segmen pasar suatu media cetak. Disinilah peran Muhammad Yusuf, guna mengengah ke atas atau menengah ke bawah. Lay out sendiri bertujuan untuk “sell the news grade the new set the tone dan guide the resders (menawarkan/menjual berita menentukan ranking berita, membimbing para pembaca akan hal-hal yang harus dibaca lebih dahulu. Untuk memiliki berita meiientukan juga daya tarik setiap halaman bagaiman isi setiap halaman itu.

  • Mengatur tata letak sebuah berita agar telihat menarik
  • Memadukan warna terutama untuk rublik yang berisikan informasi utama.
  • Menentukan spasi yang tepat. tidak terlalu jarang, dan tidak juga terlalu dekat.
  • Menentukan penggunaan garis, setiap garis mempunyai filosoflnya sendiri. Bukan asal garis.
  • Pengelolaan Allignment, ketika satu judul rata tengah, maka semua judul pada satu halaman sebaiknya rata tengah.
  • Mengatur letak foto yang baik, yakni  foto yang memuat informasi. Sebaiknya jangan meletakkan informasi di atas foto yang penting. Buat pembaca untuk melihat fotonya terlebih dahulu.

SIRKULASI

Anwar Ridha

  1. Rizki
  2. Nazar
  3. Dhani

Masalah sirkulasi menjadi tugas keempat anak muda ini, yakni Anwar Ridha, M. Rizki, M Nazar dan M Dhani. Dari sirkulasi ini dapat diketahui bagaimana grafik naik atau turunnya pembelian serta minat pelanggan maupun pembaca terhadapa koran yang kita kelolah dalam 1 tahun.

Selain Gema beredar di Masjid Raya itu sendiri, Gema juga didistribusi ke sejumlah Masjid yang berada di kota Banda Aceh, tugas keempat anak muda inilah yang memasarkan kepenjuru masyarakat agar dapat dibaca oleh seluruh pelanggan. (Marwidin Mustafa)

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.