Peningkatan Ekonomi dengan Wisata Islami

Peningkatan Ekonomi dengan Wisata Islami

Gema JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

Syahrizal Djam’an (Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Aceh Besar)

Konsep dan strategi pemasaran Wisata Halal, diharapkan dapat memacu seluruh pemangku kebijakan di Aceh untuk menyiapkan diri sedini mungkin untuk menjadikan Aceh sebagai tujuan wisata halal di Indonesia dan Dunia. Dengan demikian, usaha wisata di daerah berjuluk Serambi Mekah ini benar-benar sesuai dengan status Syariat Islam yang berlaku. Berikut wawancara singkat wartawan Gema Baiturrahman, Indra Kariadi dengan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Aceh Besar, Syahrizal Djam’an.

Apa pandangan Anda perkembangan wisata di Aceh?

Perkembangan wisata di Aceh saat ini sudah makin maju dengan beberapa tahun sebelumnya. Namun, bila dilihat dengan kaca mata standarisasi. Tentunya, konsep dan pelaksanaan wisata di Aceh, masih jauh dari standar  Internasional. Dalam amatan kita, Pemerintah Aceh sekarang sedang berupaya menarik para pendatang ke Aceh dengan konsep wisata islami.

Artinya, dengan semakin banyaknya para tamu atau turis yang datang ke Aceh, itu menjadi indikator awal bahwa Aceh menjadi salah tempat yang diminati untuk dikunjungi oleh orang luar. Apalagi baru-baru ini, Aceh berhasil keluar sebagai salah satu juara dalam ajang perlombaaan wisata Halal yang dilaksankan oleh Kementerian Pariwisata RI.

Indikator apa saja yang jadi penilaian dalam konsep Wisata Halal?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan konsep wisata halal. Salah satunya adalah dengan tersedia makanan halal dan bersetifikat halal. Memang semua pihak sudah memahami bahwa penduduk Aceh merupakan masyarakat muslim dan makananya pun halal. Sehingga dianggap tidak perlu lagi sertifikat halal. Padahal, setiap turis yang datang berkunjung ke Aceh selalu mempertanyakan sertifikat hahal sebuah produk. Namun, hal ini luput dari perhatian kita semua.

Untuk itu, diharapkan adanya pengawasan dari pemerintah serta memberikan sertifikat halal misalnya seperti, restoran, warung makan dan warung kopi. Dengan adanya sertifikat halal, maka para turis dan tamu yang masuk tidak mempertanyakan lagi kehalalannya.
Apa bentuk dukungan masyarakat dalam Wisata Halal?

Secara umum masyarakat Aceh sangat mendukung Wisata Halal. Tetapi, ada sebagaian yang masih kurang memahami konsep wisata islami atau wisata Halal. Bahkan ada anggapan tempat wisata merupakan ajang bermaksiat. Harapan kita pemerintah harus memberi pemahaman kepada masyarakat tentang konsep wisata islami. Dengan demikian, perlahan-lahan masyarakat paham betapa pentingnya daerah kita dikunjungi wisatawan.
Apa yang dilakukan pemerintah demi terwujudnya Wisata Halal?

Pemerintah harus bekerjasama dengan segenap stakeholder yang bergerak di bidang wisata, seperti misalnya harus bekerjasama dengan agent travel mengadakan tour-tour wisata juga bekerjasama dengan penyedia jasa wisata seperti restoran, warung nasi, dan warung kopi, juga pihak-pihak yang menjadi pemandu wisata yaitu pramuwisata. Pramuwisata ini perlu dukungan dari pemerintah seperti pengembangan diri, dan pramuwisata dari  para wisatawan itu mengetahui Aceh sesungguhnya. Akhirnya, masyarakatpun akan menikmati dari buah manisnya wisata bagi peningkatan taraf perekonomian masyarakat.
Harapan Anda?

Harapan saya kepada pemerintah terus melakukan terobosan-terobosan, meningkatkan kerjasama dengan stakeholder wisata, dengan adanya kerjasama dan sosialisasi dari pemerintah, insyaallah masyarakat akan lebih sadar dari imej negatife wisata itu akan sedikit-sedikit akan menghilang, artinya dengan wisata akan mengingkatkan ekonomi, tapi yang perlu kita ingat bahwa wisata di Aceh itu berbeda dengan wilayah lain, artinya dengan wisata dalam bingkai syariat islam.

Selain itu, setiap orang yang datang wisata ke Aceh, dia akan menemukan hidayah bagi yang belum mendapatkan hidayah, dan bagi mereka yang mualaf, akan meningkatkan keimanan dan keyakinan dengan islam. Kita datang ke aceh bisa melihat dari sisi sejarah itu sendiri dan arti dari musibah tsunami kemudian baru menikmati ke indahan Aceh. Sebab, Aceh punya alamnya masih sangat alami dan perlu diolah dengan baik dalam bingkai syariat islam, tanpa harus menghilangkan nilai-nilai ke islamannya pada tempat wisata dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah wisata. Pemerintah harus ikut dalam promosi wisata dengan istilahnya jemput bola dalam mewujudkan wisata islami dan halalan tayibban.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.