Wisata Halal Tren Baru dalam Dunia Wisata

Wisata Halal Tren Baru dalam Dunia Wisata

Gema JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

ACEH berhasil merebut tiga juara wisata halal terbaik pada ajang Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) Tahun 2016. Hasil tersebut diperoleh berdasarkan voting sejak 26 Agustus sampai 15 September. Aceh merupakan destinasi wisata halal unggulan di Indonesia yang ditetapkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Seorang Agen Perusahaan perjalan wisata Aceh, Mujiburrizal, mengatakan tren wisata dunia mengalami perubahan ke arahwisata halal. Masyarakat sudah bosan berwisata yang bersifat hura-hura. Sekarang mereka lebih mengedepankan kepuasan batin. Wisata halal mampu menjawab kebutuhan itu. Sebab mekanisme wisata halal lebih tertib, pelayanannya baik serta perjalanan wisata yang diatur berdasarkan
syariat Islam.

“Tidak ada hal-hal yang haram,”katanya kepada Gema Baiturrahman, Senin
(26/6) kemarin di Banda Aceh.

Ia menambahkan potensi wisata halal sangat besar. Jumlah umat muslim di dunia lebih mendominasi. Apalagi biaya perbelanjaan umat muslim ternyata lebih banyak. Masa
tinggal mereka di suatu daerah ketika berwisata juga panjang. Wisatawan muslim biasanya lebih tertib. Budaya tertib ini tidak terlepas dari ajaran Islam yang telah mengatur segala aspek kehidupan.

Menurut Mujib wisata halal di Indonesia sangat potensial. Penduduknya sangat banyak.

Jumlah umat muslim lebih banyak dibandingkan dengan agama lain. Kata Mujiburrizal, Aceh merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sangat berpotensi mengembangkan wisata ini. Mayoritas penduduknya beragama Islam. Apalagi daerah berjulukan serambi Mekkah ini menjalankan syariat Islam.

“Aceh memiliki modal yang besar untuk industri wisata,”tutur Duta Museum itu.

Aceh sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata halal unggulan. Mujiburrizal menjelaskan, yang paling penting bukan pada brandingnya. Melainkan kesiapan Aceh daslam menjalankan wisata halal ini. Menurut dia, Pemerintah Aceh belum optimal mendukung pariwisata halal. Indikatornya adalah terletak pada kualitas sumber daya manusia yang masih kurang sekali. Infrastruktur pariwisatanya belum cukup. Regulasinya juga belum jelas. Semestinya wisata halal diatur dalam bentuk peraturan gubernur, qanun atau peraturan wilayah.

“Apabila empat hal  ini dibenahi, pemerintah terjun langsung ke lapangan, insya Allah kita akan menjadi pemenang di Indonesia,”paparnya.

Menurutnya, pembenahan itu sangat perlu dilakukan. Jangan sampai larut dengan kompetisi wisata halal. Aspek terpenting adalah meningkatkan kualitas pengelolaan kepariwisataan. Supaya tidak menjadi bumerang ketika wisatawan luar mengunjungi Aceh.

Lebih lanjut, pelantun Nasyid ini menerangkan faktor kemananan, gempa dan syariat seolah menjadi momok wisatawan tidak mau ke Aceh. Namun, ketika tiba di Aceh, mereka malah jatuh cinta dengan kondisi Aceh sekarang. Aceh sudah aman. Masyarakatnya ramah. Syariat Islam sudah diatur dengan baik. “Meskipun demikian, sesuai aturan internasional wisatawan wajib menghormati kearifan lokal,”tuturnya.

Museum Tsunami masuk dalam sebagai kategori daya tarik wisatawan terbaik. Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Museum Tomy Mulia Hasan mengatakan museum tsunami merupakan salah satu objek wisata bencana yang memiliki daya tarik bagi wisatawan. Banyak orang waktu libur nasional banyak yang mengunjungi Aceh selalu menyempatkan diri berkunjung ke sana.

Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat melaui Kementrian ESDM bersama-sama menangani operasional Museum Tsunami. Kata Tomy, penanganan museum oleh dua pemerintahan menjadi kendala pengembangan museum. Menurutnya, semua pengelolaan museum lebih baik diambil alih oleh Pemerintah Aceh saja. Selain karena aset museum adalah miliki daerah, Aceh juga memiliki anggaran besar. “Semua anggaran museum tsunami berasal dari pusat,”ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pusat tidak hanya menangani Museum Tsunami saja. Ada delapan museum yang dikelola oleh Kementrian ESDM. Kalau memang Pemerintah Aceh serius, sudah seharusnya Pemerintah Aceh sendiri mengelola museum.

Tomy mengakui masih bingung dengan istilah wisata halal. Biasanya wisata halal berkaitan dengan kuliner. Mengenai syariat Islam, pihak Museum Tsunami selalu mengingatkan pengunjung ketika waktu salat tiba. Musala disediakan. Pegawainya juga berbusana syariah.

“Kalau ke arah lain, kita tidak mengembangkan ke mana,”paparnya kepada Gema Baiturrahman.

Berkenaan kualitas sumber daya manusia, saat ini pihak museum sedang melakukan revitalisasi. Zulfurqan

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.