Pemerintah Aceh Komit Berikan Bonus MTQ Nasional

Pemerintah Aceh Komit Berikan Bonus MTQ Nasional

Gema JUMAT, 11 November 2016

Pemberian bonus para juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke XXVI di Mataram NTB tahun 2016, Pemerintah Aceh sangat komit dan serius untuk memberikan bonus kepada juara yang mampu meraih prestasi dalam MTQ Nasional.

“Pemerintah Aceh bukan menjanjikan semata atau mengulur2kan waktu pemberian
bonus tersebut, akan tetapi sedang mencari solusi dan waktu yang tepat untuk memenuhi janji gubernur Aceh saat pelepasan kafilah Aceh di pendopo sehari
sebelum berangkat ke Mataram.

Demikian disampaikan kepala Dinas Syariat Islam Aceh Prof Dr.H. Syahrizal Abbas MA, saat mengklarifikasi pemberitaan terkait bonus para juara MTQ Nasional Mataram, Selasa (8/11) di ruang kerjanya.

“Bentuk komitmen kami jangan pernah di ragukan, sejak dari tahapan TC sampai pelaksanaan MTQ di Mataram saya selalu memberi semangat untuk meraih prestasi, saya senantiasa mendampingi seluruh peserta yang tampil sebagai bentuk komitmen dan motivasi untuk meraih prestasi, maunya kita seluruh peserta menjuarai
cabang masing-masing, bukan hanya fahmil, tapsir, tahfihd, dan khat. Imbuhnya.

Syahrizal Abbas, menambahkan, seharusnya orang tua para juara MTQ Nasional itu bertanya dulu kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam, karena itu sudah menjadikan tanggung jawab kami selaku penanggung jawab kegiatan, tidak perlu mengeluarkan statemen yang dapat memperkecilkan hati para juara MTQ lainnya.

Pemerintah Aceh tidak ada niat mengingkari janjinya kepada para juara MTQ Nasional di Mataram, mengingat keterbatasan alokasi anggaran tahun 2016, apalagi yang menjadi juara bukan hanya fahmil quran akan tetapi ada beberapa cabang lain
yang mampu meraih juara 1 dan juara 3 serta juara harapan, tambahnya.

Mereka (Para Juara MTQ-red) telah mengangkat nama harum Aceh pada pentas nasional, sudah seharusnya Pemerintah Aceh memberikan perhatian serius sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada para juarajuara yang telah mengukir nama Aceh pada event Nasional, tambah kadis di damping Kepala UPTD PPQ Aceh Tgk Ridwan
Johan.

Guru Besar UIN Ar-Raniry menambahkan, bonus yang tersedia pada tahun ini belum
memadai, ini diluar perkiraan/ prediksi kami, sehingga kita inisiatif tunda dulu pemberiannya, karena secara keseluruhan ada 12 juara termasuk juara harapan di dalamnya, Insya Allah tahun 2017 pada triwulan pertama akan kita serahkan
secara serentak yang di pusatkan di Masjid Raya Baiturahman nantinya.

“Jadi mohon bersabar dulu terkait pemberian bonus tersebut, Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam terbuka memberikan informasi pemberian bonus tersebut,
jangan bertanya kepada siapa saja, atau istilahnya jangan salah masuk rumah, tidak ada solusi, jika bertanya kepada penanggung jawab pasti ada solusi yang tepat, tambahnya.

Kami setiap waktu memikirkan solusi pemberian bonus ini, jika kita paksakan pemberian seperti yang ada di DPA tahun ini para juara hanya dapat sedikit saja,
tidak sesuai dengan perjuangan para qari-qariah, mufasir dan mufasirah. Menurut
kami lebih baik menunda dulu untuk pemerataan sesuai dengan katagori juara
daripada nantinya menjadi bahan guncingan dari peserta MTQ lainnya.

Bukan besar kecilnya terkait bonus ini, namun benar-benar tidak cukup jika
diberikan sesuai dengan katagori juara, untuk itu kami mohon para orang tua, qariqariah, mufasir-mufasirah bersabar dulu, nanti jika waktunya pasti akan kami
hubungi, jangan pernah ragu dengan janji Pemerintah Aceh.

Tambahnya Kami terbuka setiap hari, silahkan hubungi kami atau datang langsung untuk menanyai persoalan bonus ini atau persoalan lainnya, kami selalu menanti saudara-saudara datang, Pemerintah Aceh saat ini terbuka untuk siapa saja, orang
luar negeri saja mau datang melakukan silaturahmi dan konsultasi. Syariat Islam apalagi masyarakat sendiri.

Harapnya. Dengan harapan nantinya bonus yang diberikan oleh Pemerintah Aceh benar-benarbermanfaat untuk menunjang prestasi para qari-qariah, mafasirmufasirah
dimasa mendatang, serta dapat dipergunakan untuk pengembangan diri, masyarakat sekelilingnya.Harap Kepala Dinas Syariat Islam Aceh.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.