Hari Ibu dalam Perspekstif Islam

Hari Ibu dalam Perspekstif Islam

Gema Jum’at, 23 Desember 2016

Oleh Fauziah Usman

Oleh Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu di negeri tercinta Indonesia. Hari istimewa bagi seorang wanita yang selalu dirayakan dengan berbagai cara untuk menghormati dan selalu mengingat jasa seorang ibu. maka hari Ibu dijadikan momen berharga bagi anak-anak bangsa untuk selalu merayakan dengan pemberian ucapan dan berbagai kado unik dan berwarna. Ibu merupakan sosok yang paling berarti dalam kehidupan kita.

Tanpa adanya ibu, mungkin kita tidak pernah ada atau dilahirkan didunia ini. Ibu yang merawat mulai dari kandungan, memberikan kita gizi yang baik agar tumbuh menjadi anak yang sehat. Kemudian ibu melahirkan kita dengan taruhan yang amat berat yaitu nyawa, disusui dengan air susunya dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang,
dan selalu berusaha untuk menjamim kehidupan agar kita tumbuh menjadi anak sehat, pintar dan berbudi pekerti akhlakul karimah.

Sepenggal cerita tentang perayaan hari ibu bagi mareka diluar sana yang merayakannya. Sedangkan bagi kita ummat Islam tentunya berbeda ceritanya. Kasih sayang dan cinta kepada ibu bukan hanya di limpahkan sehari dalam setahun. Namun setiap hari setiap waktu, ibu merupakan sosok yang selalu harus dilimpahi kasih sayang dan mendapat curahan perhatian. Dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Seorang pria pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Siapa dari kerabatku yang paling berhak aku berbuat baik?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu.’ Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ayahmu’.” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Islam sangat tegas menjadikan sebagai kewajiban seorang anak memperlakukan ibu dengan sangat Istimewa. Allah swt berfi rman “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14).
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Israa’: 23) Sangat jelas bahwa seorang ibu merupakan sosok yang sangat mulia dan Islam tanpa mengenal hari tertentu bagi seorang anak memberi rasa istimewa pada seorang tanpa harus menunggu moment tanggal 22 Desember. Karena sebagai ummat Islam sudah punya tuntunan dalam al-qur’an dan sunnah Rasul saw cara berbakti dan menyayangi ibu . Sehingga tidak perlu latah ikut-ikutan mareka merayakan hari ibu Cuma sehari pada bulan Desember.

Jasa seorang ibu sangat besar dalam mendidikan anak-anaknya, tidak satupun anak yang bisa membalasnya. Bahkan ada ibu yang mengurus anaknya seorang diri tanpa kehadiran seorang ayah yang duluan menghadap ilahi. Dengan kelembutan dan sifat keibuannya bisa melahirkan generasi bangsa yang hebat. Seorang ibu bisa menjaga sepuluh orang anak tapi sepuluh anak tidak bisa menjaga seorang ibu.
Penulis Tenaga Pengajar MAN Model Banda Aceh

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.