Memajukan Pendidikan Aceh

Memajukan Pendidikan Aceh

GEMA JUMAT, 14 APRIL 2017

Banda Aceh (Gema) – Perkembangan suatu daerah tidak lepas dari unsur pendidikan. Pendidikan yang berkualitas bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Makanya manajemen pendidikan harus diatur dan dikelola secara baik oleh orang tepat.

Secara nasional, Kementrian Pendidikan Indonesia telah menetapkan standar pendidikan yang baik. Jika pendidikan daerah di Aceh berkualitas pasti mampu memenuhi standar itu. Sayangnya banyak pihak menilai bahwa pendidikan di Aceh menggairahkan. Hal ini dilihat peringkat Ujian Nasional (UN) Aceh secara nasional yang seringkali berada di rangking bawah.

Meskipun demikian, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr Djufri MSi, menilai, pemerintah sudah melakukan berbagai terobosan demi kemajuan Aceh. Ditandai dengan berkembangnya sekolah-sekolah berstandar internasional di Aceh. “Pemerintah harus menghitung kemampuan yang ada untuk meningkatkan pendidikan Aceh,” ujarnya.

Katanya, melihat kualitas hasil UN Aceh memang belum menggembirakan. Akan tetapi, menurutnya, semua itu bersifat fl uktuatif. Aceh pun pernah berada di peringkat atas. Indikator kualitas pendidikan bisa dilihat dari pencapaian prestasi. Selama ini, pelajar di Aceh sudah mampu bersaing pada skala nasional. Misalnya di bidang olimpiade serta bidang penulisan. Walaupun belum terlalu menggembirakan, tapi perkembangan pendidikan Aceh mulai terlihat.

Disamping itu pemerintah juga sudah menyediakan beasiswa kepada para siswa yang tidak mampu. Beasiswa ini bisa dimanfaatkan secara baik guna menunjang pendidikan mereka. Mereka tidak hanya bisa belajar gratis di Aceh, tetapi bisa juga di daerah kepualauan Jawa. “Anak-anak emas di daerah wajib diperlakukan secara baik,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, salah satu faktor peningkatan kualitas pendidikan sangat bergantung kepada guru. Para guru diharapkan mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Pembinaan kepada mereka dilakukan secara berkelanjutan.

“Gubernur terpilih perlu bekerja maksimal untuk menata kualitas guru,” pungkasnya. Tambahnya, proses menjadi guru sudah seharusnya menerapkan sistem pendidikan kedokteran secara relatif. Misalnya calon dokter wajib mengikuti coas sebelum memperoleh gelar dokter. Para guru juga perlu diperlakukan seperti itu dengan mewajibkan keiikutsertaan di PPG. Di sana akan terpilih guru-guru berkualifikasi untuk mengajar di sekolah. Minimal satu atau dua tahun. Untuk meningkatkan pendidikan, Pemerintah Aceh harus mampu bekerja secara baik dengan stakeholder. Mereka yang memiliki kewenangan memajukan pendidikan tidak boleh berjalan secara parsial. “Decison maker, pemimpin, dan perguruan tinggi harus berjalan beriringan,” tuturnya. Zulfurqan

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.