Nabi Isa Menurut Al-Quran

Nabi Isa Menurut Al-Quran

GEMA JUMAT, 14 APRIL 2017

Khatib: Dr. Tgk. Syabuddin Gade, M.Ag, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry

Sepanjang sejarah manusia, Allah banyak sekali mengutus para Nabi dan Rasul ke dunia ini yang bertugas menyampaikan dan mengajarkan agama-Nya serta mengajak manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya. Kita diperintahkan Allah untuk meyakini mereka sesuai dengan apa yang diberitakan oleh Allah dan Rasul- Nya. Kita ini bukan seperti Yahudi dan Nasrani.  Yahudi percaya pada Nabi Musa dan menginggkari Nabi Isa dan Nabi Muhammad; Nasrani beriman pada Nabi Isa dan mengingkari Nabi Muhammad (Lihat tafsiran surah al-Nisa’ ayat 150-152 dalam Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al- ‘Azhim dan ay-Syaukani, Fathul Qadir). Sedangkan kita umat Nabi Muhammad SAW diperintahkan Allah untuk beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan juga semua Nabi dan Rasul sebelumnya (Q.S al-Baqarah: 285, an-Nisa: 136 dan 152, Maryam: 58). Terkait hal ini, Syeikh Abdullah bin Jibrin mengatakan “fa nahnu nu’minu bi kulli nabiyyin wa bi kulli rasulin arsalahullahu fi  zamanin min al-azman, wa lakin syari’atahu li ahli zamanihi  wa kitabahu  li ummatihi wa qawmihi(Kita beriman dengan semua Nabi dan Rasul yang telah diutus Allah di setiap zaman (sebelum Nabi Muhamamad SAW), tetapi syariatnya hanya untuk orang-orang zamannya, kitab suci hanya untuk ummat dan qaumnya saja) (https://islamqa.info/ ar/ diakses tgl. 7/4/2017).

Salah satu Nabi yang dikisahkan Allah dalam al-Qur’an adalah Nabi Isa ‘Alaihissalam.Kisah Nabi ‘Isa Ibn Maryam yang juga digelar “al-masih” disebut-sebut dalam al- Qur’an sebanyak 25 kali dalam surah dan ayat yang berbeda. (Q.S. al-Baqarah: 87, 136 dan 253; Ali Imran: 45, 52, 55, 59 dan 84; an-Nisa’: 157, 163 dan 171; al-Ma’idah: 46, 78, 110, 112, 114 dan 116; al- An’am: 85; Maryam: 34; al-Ahzab: 7; asy-Syura: 13; az-Zukhruf: 63; al-Hadid: 27 dan ash-Shaf: 6 dan 14).  Di sini banyakberita wahyu tentang Nabi ‘Isa,tetapi dalam khutbah yang singkat ini khatib mengajak kita untuk merenungi kembali tentang siapa itu Nabi ‘Isa dan bagaimana proses penciptaan beliau? Apakemu’jizatannya? Apa misi kerasulannya?Apa saja ‘ibrah (pelajaran) yang dapat kita ambil dari kisah Nabi ‘Isa ‘alihis salamdalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Siapakah  Nabi Isa  dan bagaimana proses kelahiran beliau?

Beliau adalah seorang lelaki yang lahir dalam keluarga  Ali ‘Imran, sebuah keluarga terpilih,yang dip- ilih oleh Allah (Q.S. Ali ‘Imran: 33-34) untuk  mendapatkan nikmat kenabian. Beliau lahirmelalui rahim ibunya yang bernama Maryam binti ‘Imran.Maryam adalah wanita salihah yang sehari-hari beribadah kepada Allah SWT di mihrabnya di Baitulmaqdis.

Suatu ketika Maryam binti ‘Imran didatangi malaikat yang memberitahukan bahwa ia mengandung atas seizin Allah SWT. Maryam merasa heran, sedih dan cemas karena khawatir namanya akan tercemar. Sebab, ia merasa tidak pernah menikah dan tidak pernah seorang lelaki pun menyentuhnya. Tetapi, Allah Maha Kuasa untuk menciptakan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.Menjelang kelahiran bayinya, ia segera meninggalkan daerah tempat tinggalnya. Di bawah sebatang pohon kurma, jauh dari tempat asalnya dan Maryam melahirkananaknya I’sa bin Maryam, tanpa ayah. Peristiwa “aneh” ini akhirnya diketahui juga oleh penduduk. Mereka menuduh Maryam berbuat zina (Q.S. An-Nisa:156), namun keajaiban terjadi, bayi yang baru dilahirkan itu membela ibunya dengan ucapan yang fasih bahwa ibunya tidak melakukan kesalahan dan semua ini terjadi semata-mata kehendak Allah SWT. Bayi Maryam inilah yang kelakmenjadi Nabi Isa AS.

Bani Israil tercengang bagaimana mungkin Maryam binti ‘Imran melahirkan seorang anak tanpa ayah. Kok bisa???Mereka lupa bahwa Allah Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu. Mereka lupa bahwa Nabi Adam diciptakan Allah‘Azza wa Jalla tanpa ayah dan Ibu. Perumpamaan penciptaan Nabi Isa  adalah seperti penciptaaan Nabi Adam. Allah Ta’ala berfi rman:

“Sesungguhnya pe- rumpamaan (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfi rman kepadanya, “Jadilah”, maka jadilah ia.” (QS Ali ‘Imran: 59).

Apakah kemu’jizatan Nabi Isa ‘alaihissalam?

Nabi Isa as adalah salah seorang Nabi utusan Allah yang dianugerahi banyak sekali mukjizat yang hebat, disamping kelahirannya sendiri yang tidak lazim, tanpa ikut campur seorang bapak. Hal ini memang di sengaja oleh Allah sebagai tanda kebesaran Allah bagi bangsa Israel khususnya dan seluruh umat manusia pada umumnya.Beliau merupakan salah satu Nabi ulul ‘Azmi bersama Nabi Nuh, Musa, Ibrahim, dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Sebagai mukjizat kepada Nabi ‘Isa, Allah Ta’ala menurunkan kepada anak Maryam ini kitab Injil dan beberapa mukjizat lainnya yang tidak bisa ditandingi oleh siapa pun kaumnya kala itu. Berikut khatib sebutkan beberapa mu’jizat Nabi ‘Isa, yaitu: “berbicara saat bayi” (Qs. al-Maidah: 110), mampu “menghidupkan burung, menyembuhkan penyakit buta dan kusta; dan “menghidupkan orang mati” (QS. Ali ‘Imran: 49 dan al-Maidah: 110) .Semua ini, demikian Imam Ibnu Kastir, merupakan mu’jizat ini berlaku atas izin Allah yang diberikan kepada Nabi ‘Isa untuk menunjukkan bahwa Nabi ‘Isa benar-be- nar utusan Allah. Akan tetapi, meskipun  Allah telah menganugerahi banyak mukjizat yang men- unjukkan kenabian beliau, dan membenarkan kerasulan beliau, hanya sebagian saja yang menyambut dan menerima dakwah beliau. Mereka adalah al-hawariyyun yang menjadi pengikut dan penolong setia beliau, sebagaimana fi rman Allah:

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong- penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah.”Maka (dengan begitu), segolongan dari Bani Israil beriman (al-hawariyyun) dan segolongan lain kafi r.” (QS Ash-Shaff: 14).

Apakah Misi Nabi Isa?

Allah telah memilih para Nabi dan Rasul-Nya untuk menerima wahyu dan menyampaikannya kepada umat masing-masing. Firman Allah di dalam Surat an-Nisa’ 163 menerangkan yang artinya :“Kami telah mewahyukan kepadamu (Muhammad), sebagaimana Kami wahyukan kepada Nuh dan Nabi-nabi sesudahnya. Dan Kami wahyukan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Yaqub, dan anak-anak mereka, dan kepada ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun, Sulaiman. Dan Kami berikan kepada Dawud kitab Zabur”.

Semua Nabi dan Rasul itu mengemban misi yang sama, yakni mengajak umatnya untuk menyembah hanya Allah dan melawan thaghut (berhala, syetan dan sejenisnya). Tidak ada perbedaan misi di antara mereka.“Dan telah Kami utus pada setiap umat seorang Rasul (yang menyampaikan): Sembahlah Allah dan jauhilah Thaghut“ (Q.S. an-Nahl: 36). Jadi misi Nabi Musa, Isa, dan Muhammad SAW dan Nabi-nabi sebelumnya adalah sama dan tidak berbeda, yakni misi TAUHID(mengesakan Al- lah, beribadah dan bertaqwa kepada-Nya). Misi tauhid ini juga disebutkan Allah di dalam Surat al-Maidah 72  yang artinya: “..Padahal al- Masih telah berkata : Wahai Bani Isra’il. Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian…”.Yang berbeda adalah beberapa ketentuan syari’at yang disesuaikan untuk umat yang hidup di zaman masing-masing.Allah berfi rman yang artinya; “Untuk setiap umat dari kalian, Kami jadikan syari’at dan minhaj” (Surat al-Maidah 48).

Misi tauhid yang dibawanyaakandiperjuangkanlagi ketika beliau diturunkan Allah pada akhir zaman nanti.Beliau memang tidak disalib dan tidak dibunuh, tetapi Allah mengangkat Isa kepada-Nya. Allah berfi rman yang artinya; “Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ” (An-Nisaa’: 157- 159). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Dan Isa itu masih hidup di langit dan sama sekali belum mati.Dan ketika turun nanti, ia tidak akan menerapkan hukum kecuali dengan hukum kitab dan sunah, bukan dengan yang menyelisihi itu.”(Syaikh Shalih al-Fauzan, Al-Irsyad ilaa shahihil-i’tiad  1/215, maktabah syamilah). Kerena itu, ketika Allah menurunkan Nabi Isa di akhir zaman,beliau akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam,  menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah (upeti). Pada masa beliau, Allah akan membinasakan semua agama selain Islam dan beliau akan membunuh Dajjal.Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW :

Tidak ada nabi (yang hidup) antara masaku dan ‘Isa. Sungguh, kelak ia akan turun (dari planet lain di langit,pen), jika kalian melihatnya maka kenalilah. Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi dan tidak terlalu pendek), berkulit merah keputih- putihan, beliau memakai di antara dua kain berwarna sedikit kuning. Seakan rambut kepala beliau menetes meski tidak basah. Beliau akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah (upeti). Pada masa beliau, Allah akan membinasakan semua agama selain Islam, Isa akan membunuh Dajjal, dan beliau akan tinggal di muka bumi selama empat puluh tahun. Setelah itu ia meninggal dan kaum muslimin menshalatinya.”(H.R Abu Daud dan Ahmad).

Dalam riwayat yang lain dsebutkan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan- Nya, sungguh pasti akan turun pada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil lalu dia menghancurkan salib, membunuh babi dan membebaskan pajak serta harta begitu melimpah sehingga tak ada seorangpun yang mau menerimanya”

Apa sajakah hikmah yang dapat kita ambil dari kisah Nabi Isa Isa ‘Alaihissalam?

Banyak sekali hikmah yang dapat kita petik dari ki-sah Nabi Isa dalam al-Qur’an, tetapi khatib meringkasnya menjadi tiga saja, yaitu;

1.Kita umat Islam harus yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dengan kekuasaan-Nya, ruh suci yang ditiupkan jibril kepada Maryam menjadi janin, maka lahirlah Nabi Isa as tanpa ayah. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, semuanya mudah bagi-Nya.

  1. Kita umat Islam harus yakin bahwa Nabi Isa as adalah seorang manusia yang diangkat oleh Allah sebagai Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhamamd SAW; beliau bukan Tuhan; misi utama yang dibawanya adalah Tuahid (meng-Esa-kan, beribadah dan bertaqwa kepadaAllah); bukan untuk mensyarikatkan Allah;
  2. Kita ummat Nabi Muhamamad SAW harus terus mempertahankan tauhid, beribadah dan bertaqwa kepada Allah sesuai dengan tuntunan Allah dan Nabi Muhammad SAW (al-Qur’an dan Sunnah), jangan ragu-ragudan jangan kita mati kecuali dalam agama Allah (Islam). Sebab Islam adalah agama yang benar. Bahkan, menjelang kiamat nanti Allah akan menurunkan Nabi ‘Isa as (kerena memang Nabi Isa tidak pernah disalib dan tidak pernah dibunuh) untuk mengajak lagi manusia memeluk agama Islam, sebagai satu-satunya agama yang benar di sisi-Nya.Wa Allahu a’lam bi ash-shawab.

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.