Ameer Hamzah

Nabi Yahya dan Isa Bertemu di Langit Kedua

GEMA JUMAT, 14 APRIL 2017

Oleh: H. Ameer Hamzah

NABI Yahya dan Nabi Isa adalah dua cucu Imran (Imam Besar Masjidil Aqsha). Yahya anak Zakaria, ibunya bernama Isya kakak Siti Maryam Binti Imran. Kedua Nabi ini diutus oleh Allah untuk Bani Israel. Bukan untuk bangsa yang lain. Jika ada bangsa lain yang memeluk agama yang dibawa Nabi ini, maka agama mereka tidak diterima oleh Allah SWT. Kedua Nabi ini bertemu dengan Nabi Muhammad SAW malam Israk Mikraj di lapisan ke dua, langit dunia.

Allah SWT berfi rman: Hai Zakarya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan datangnya seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. (QS.Maryam [19]:7).

Nabi Yahya ‘Alaihissalam, putra tunggal Nabi Zakarya dengan isterinya yang bernama Isya. Nabi ini disebut dalam AlQuran sebanyak empat kali, masing-masing dalam Surah Ali Imran, Al-Am’am, Maryam daqn Surat Al-Ambiya’. Namanya dalam Alquran Isa, dan orang Nasrani menyebutnya Jesus Kristus.

Nabi Yahya lahir ketika ayah dan ibunya sudah tua renta. Ini adalah mu’jizat. Sebab menurut dhahir, tak mungkin perempuan tua masih bisa mengandung. Karena mukjizat, semua bisa terjadi. Ketika malaikat menyampaikan berita gembira itu, Nabi Yahya dan isterinya sangat heran, namun tetap bersyukur kepada Allah SWT. Dulu kakek moyangnya Nabi Ibrahim dan Siti Sarah juga mendapat anak Ishak ketika mereka sudah tua.

Allah  Khaliqul Insan telah memperkenalkan doa Nabi Zakarya dan isterinya. “Hai Zakarya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan datangnya seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. (QS. Maryam [19]:7).  “Zakarya berkata; Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku sendiri, sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua? Allah menjawab: Hal itu adalah mudah bagi Al- lah…(QS.Maryam:8-9).

Nabi Yahya (Yohannes)  anak yang paling patuh kepada kedua orang tuanya, paling cerdas otaknya, paling banyak ibadahnya dan paling keras dakwahnya. Ia diutus oleh Allah  SWT untuk Bani Israel dan orang-orang Rumawi yang ada di Negeri Syam. Ia tidak menaruh dendam kepada Raja Herodus yang telah membunuh ayahnya. Ia berharap raja kafir tersebut masuk agama tauhid dan taubat atas kesalahan- kesalahannya.

Nabi Yahya sebaya dengan Nabi Isa, dan keduanya termasuk cucu Imran. Nabi Yahya lebih duluan diutus oleh Allah SWT, tujuh tahun kemudian Isa juga diangkat menjadi Rasul. Keduanya mengajak manusia untuk beriman kepada Allah SWT. Menurut kepercayaan Kristen, Nabi Yahyalah yang membabtis Isa di sungai Yordan.

Nabi  Yahya bernasib serupa dengan ayahnya Nabi Zakarya, yakni dibunuh oleh Raja Herodes yang sangat zalim. Penyebabnya adalah karena Raja itu ingin mengawini anak saudaranya (kemenakan)nya yang cantik jelita bernama Herodias. Raja itu bertanya kepada Yahya, “Apakah halal saya nikah dengan kemenakan sendiri?”, Nabi Yahya melarang, sebab syariat waktu itusudah bdiharamkan kawin dengan kenekanan sendiri.

Rupanya raja terkutuk itu tetap mengawini kemenakannya, dan menyuruh menangkap Nabi Yahya. Yahya dijebloskan dalam penjara. Suatu malam perempua muda  yang dikawini raja itu mengajak Yahya untuk berzina. Yahya menolak karena takut kepada Allah SWT. Kemudian perempuan jahat itu meminta suaminya untuk membunuh Yahya. Yahya dibunuh sebagai syahid.

Selanjutnya mengenai Isa, Allah berfi rman: Ingatlah ketika Malaikat berkata: Hai Maryam!. Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiian seorang putra yang diciptakan dengan kalimat yang datang daripada-Nya, namanya almasih Isa Ibnu Maryam…(QS. Ali Imranm: 45).

Nabi Isa ‘Alaihissalam disebut dalam Alquran sebanyak 37 kali dalam berbagai surat. Dalam al-Quran, Isa Ibnu Maryam adalah seorang Nabi dan Rasul yang ulul azmi. Nabi Isa tidak punya “Bapa”. Siti Maryam yang masih perawan dikabarkan oleh Jibril bahwa dia akan mengandung dan melahir- kan seorang putra. Maryam yang bingung dan heran bertanya kepada Jibril: Bagaimana aku akan men- gandung sedangkan aku belum disentuh oleh seorang lelakipun? Jibril menerangkan: Bagi Allah semuanya memungkinkan. Bukankah Adam dan Hawa diciptakan tanpa ayah dan ibunya?

Kemudian Jibril meniup ruh dalam “rahim” Maryam yang perawan. Maryam hamil dan melahir- kan seorang putra (Isa) di Betlehem. Setelah dewasa Isa diutus Allah sebagai rasul untuk Bani Israel (Ya- hudi) yang sudah sesat. Kepadanya diberi kitab suci Injil yang isinya memurnikan tauhid kepada Allah, berbuat baik sesama manusia. Haram babi dan anjing, haram makan riba, tidak boleh mencuri, membunuh, zina,  minuman keras dan seterusnya.

Kaum Hawariyyun (murid-murid, penolong Isa), beriman kepada apa yang diwahyukan Allah  kepada Isa, namun sayang sekali, kebanyakan kaum Yahudi yang ada di Baital Maqdis waktu itu  menolak ajaran yang dibawa Isa. Mereka menuduh Isa sebagai orang gila dan kemudian mereka sepakat untuk menyalib Isa. Mereka kepung Nabi Allah itu dan menangkapnya. Lalu mereka menyalib di atas tiang kayu.

Dr Ahmad Deedat dalam buku- nya “The Choice” mengatakan: Hampir lima ratus tahun manusia percaya bahwa Isa mati disalib oleh orang Yahudi. Kemudian Allah mengutus Rasul terakhir di Mekkah. Rasulullah Muhammad SAW diberitahukan oleh Jibril bahwa Nabi Isa tidak mati disalib melainkan diangkat oleh Allah ke langit, sedangkan yang di salib adalah seorang pengkhinat yang bernama Yudas Iskariot. Karena dia berklhianat kepada Isa, maka Allah menyurupai wajahnya seperti wajah Isa, lalu kaum Yahudi menangkap dan menyalibnya.

Dalam keyakinan umat Islam Isa Ibnu Maryam adalah seorang Nabi dan Rasul pembawa agama mono- theisme (tauhid). Isa bukan tuahan atau anak tuhan. Isa manusia biasa seperti para Nabi yang lain. Mengenai kedatangan Nabi akhir zaman Muhammad, Isa telah mengumumkan kepada kaumnya. Kaum Hawariyyun percaya, tetapi Bani Israel mendustakannya. Hari akhirat kelak orang-orang yang menuhankannya datang minta pertolongan. Isa menolak dan mengusir mereka sambil berkata: “Saya melepaskan diri dari kalian. Kalian sudah mengada-ada terhadap aku.”

 

 

comments

Post Author: Nurjannah Usman