MembumikanAl Quran

MembumikanAl Quran

GEMA JUMAT, 21 APRIL 2017

Oleh H. Basri  A. Bakar

“Bulan Ramadhan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk dan perbedaan antara yang benar dan yang salah.” (QS. al-Baqarah : 185)

Istilah membumikan Al Quran bagi publik Indonesia memang tergolong masih baru yakni sejak Prof M Quraish Shihab menulis karya monumental pada 1994 dengan tajuk Membumikan Al Quran; Fungsi dan Kedudukan Wahyu dalam Kehidupan Bermasyarakat.

Tak lama kemudian, kalimat itu populer di kalangan cendekiawan, mahasiswa, dan tak terkecuali para juru dakwah. Yang dimaksudkan Membumikan Al Quran adalah mengimplementasikan nilai-nilai luhur Kitab Suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Al Quran seharusnya tidak hanya dibaca, namun harus dipahami dan diamalkan. Dalam Al Quran itu terhimpun ayat-ayat yang menjelaskan berbagai perkara yang meliputi soal tauhid, ibadat, jinayat, muamalat, munakahat dan sebagainya. Al-Quran diturunkan berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari (23 tahun) dengan rincian 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah.

Mengapa perlu membumikan Al Quran? Jawabannya karena sesungguhnya terdapat jurang yang sangat lebar antara tuntutan Al Qur`an yang ideal dengan kenyataan konkrit yang ada. Al Quran misalnya mengandung hukum-hukum kemasyarakatan yang luas, seperti hukum kriminal (uqubat) dan hukum kemasyarakatan (muamalah) seperti pengaturan masalah sosial, ekonomi, politik, dan bahkan hubungan internasional, tetapi berapa banyakkah di antara hukum itu yang diterapkan?

Upaya memahami dan menerapkan Al Quran menjadi penting diperhatikan oleh setiap muslim. Bahwa syarat untuk membumikan Al Qur`an ada 2 (dua): Pertama, adanya pemahaman yang sahih terhadap Al Quran. Kedua, adanya penerapan yang sahih terhadap Al Quran. Semoga kita termasuk orang-orang yang membumikan Al Quran sepanjang hayat.

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.