Pemimpin Itu Penuntas Masalah

Pemimpin Itu Penuntas Masalah

GEMA JUMAT, 28 APRIL 2017

Ir Rasam dilahirkan di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, pada 03 April 1966 lalu. Nama Ir. Rasam tidak asing lagi dikalangan masyarakat Gp. Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Selain aktif, di berbagai kegiatan di Gp. Kampung Baru sejak tahun 1992 lalu. Insinyur lulusan  Universitas Abul Yatama ini, sudah belajar hidup Mandiri dengan bekerja pada Alm.Toke Noeh, seorang Pengusaha Tailor di Kawasan tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, nama Rasam kembali mencuat. Nama Rasam kembali jadi perbincangan hangat masyarakat di Kampung Baru. Pembicaraan seputar peluang dan kesempatan dimiliki Rasam jauh lebih besar ketimbang para kandidat lainnya.

“Saya mencalonkan diri, atas permintaan sejumlah tokoh masyarakat, dari Tuha Peut dan  tengku-tengku di Kampung Baru,” jawab Ir Rasam kepada Gema Baiturrahman, Kamis (27/4) di kediamannya, Usaha Setia Tailor,  Kampung Baru, Banda Aceh.

Dengan   misi menjadikan Kampung Baru beradab, Damai dan Bermartabat. Dia sangat yakin, karna   banyak pihak yang berhasil diwancarai Gema, umumnya menyebutkan, Ir. Rasam merupakan  sosok yang sangat pantas untuk memimpin Gp. Kampung Baru satu periode kedepan. Selain dinilai  Jujur dan Amanah, Ia dianggap sebagai orang yang sangat berpengalaman dalam memahami Gampong bernama Kampung Baru tersebut.

Sejak Tahun 2005 lalu sampai sekarang, Rasam dipercayakan menjapat sebagai Kepala Dusun (Kadus) Jeumpa. Selain sebagai Kadus, ia diamanahkan sebagai Bendahra Gampong, sekaligus menjadi Ketua Majalis Ta’lim di Meunasah Alatief.

Dengan usia genap 51 Tahun, Suami dari Ir Asmiati ini, tentu menjadi pertimbangan bahwa ia benar-benar sosok yang sudah sangat matang untuk menjadi fi gur dalam menyelesaikan setiap persaoalan-persaolan yang timbul dalam masyarakat.

Maju sebagai kandidat Keuchik Kampung Baru, ia mengusung misi. Jika ia terpilih nantinya sebagai Keuchik Kampung Baru, hal yang pertama sekali dilakukan, antara lain adalah membenahi pola kerja yang baik di lingkungan pemerintahan gampong, menghidupkan pengajian di setiap Meunasah,  Membenahi infrastruktur umum di gampong, serta memaksimalkan sejumlah potensi Sumber
Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Gampong Kp. Baru. Terpenting adalah   Transparansi dalam pengelolaan anggaran desa, juga memaksimalkan dalam pengelolaan aset gampong.

Untuk mewujudkan misinya itu, ia merancang beberapa program kerja Program Kerja antara lain, membenahi seluruh aparatur Gampong, Merancang resam Gampong, Memberdayakan badan kepemudaaan Gampong dengan sistim adil dan merata, Membentuk majelis taklim di setiap dusun, Membentuk Badan Fardhu kifayah Gampong (Kas Kematian), Menguatkan Status pada setiap tanah dan bangunan wakaf, Mengupayakan bantuan untuk anak-anak penghafal Al Quran dan Melaksnakan kegia- tan rutin hari-hari Besar Islam.

Ayah dari Chika Setiadi, SE AK Ca ini tergolong pengusaha sukses dalam berbagai bidang, baik itu bidang sosial masyarakat, juga dalam bidang bisnis. Disamping mengelola Usaha Mnejahit, Setia Talor, ia mencari usaha sampingan lainnya sebagai SubPang Gas kawasan Banda Aceh. Sehingga, berkat kesabaran dan ketekunannya, ia termasuk salah seorang pengusaha dan keluarga sukses dan punya nama baik di kawasan Kampung Baru.

“Pak Rasam punya rasa sosial yang tinggi, beliau suka membantu siapa saja yang dianggapnya layak untuk dibantu,” ujar seorang Pedagang, di Pasar Ikan Kampung Baru beberapa waktu lalu. Semua pihak, tentunya punya harapan  yang sama, setiap pemimpin yang dipilih adalah penuntas masalah, bukan pembuat ulah. ADV

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.