JK Akan Resmikan Landscape Masjid Raya Baiturrahman

JK Akan Resmikan Landscape Masjid Raya Baiturrahman

GEMA JUMAT,12 MEI 2017

Banda Aceh (Gema) – Wakil Presiden Jusuf Kalla dipastikan akan hadir untuk meresmikan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada Sabtu, 13 Mei 2017. Kepastian itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, (11/05).

Mulyadi mengatakan, Wakil Presiden dan rombongan akan mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang pukul 09.00 Wib.

Jusuf Kalla yang juga ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) akan meresmikan landscape Masjid Raya Baiturrahman yang kini telah dilengkapi dengan 12 payung elektrik seperti masjid Nabawi.

“Beliau dijadwalkan tiba pada pukul 09.00 Wib, setelah kegiatan peresmian, pak JK akan meninggalkan Aceh pada pukul 13.00 Wib,” ujar Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, setelah diresmikan penggunaannya, masjid raya yang dulunya mampu menampung 9 ribu jamaah di dalam masjid, kini mampu menampung 24 ribu jamaah, baik di dalam maupun luar masjid.

Selain itu, kata Mulyadi, saat ini tempat wuduk masjid raya yang berjumlah 288 titik berada di basement. “Sekarang koridor basementnya juga tampak sangat mewah dengan dinding dan lantai marmer serta motif pintu Aceh, belum lagi adanya escalator sebanyak 4 unit,”lanjutnya lagi.

Menurut Mulyadi, parkir yang juga terletak di basement juga mampu menampung 254 mobil dan 347 motor.

“Saat ini, proses penyediaan ruang terbuka hijau juga telah dilakukan dengan penanaman 32 batang pohon kurma, serta menanam kembali satu batang pohon kohler yang dipotong saat proses renovasi pada tempat semula,” katanya.

Menjadi magnet

Mulyadi menambahkan, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang kini tampil dengan wajah barunya akan semakin dikenal dan menjadi magnet untuk menarik wisatawan dari seluruh dunia untuk datang ke Aceh.

Menurut dia, masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada tahun 1022 H/1612 M menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang melihatnya, tidak hanya warga lokal, dan bahkan wisatawan mancanegara.

Menurut Mulyadi, sebagai salah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai destinasi wisata halal Indonesia, Pemerintah Aceh terus melakukan berbagai pembenahan di sektor kepariwisataan.

“Masjid Raya Baiturahman merupakan icon dari Aceh telah dikenal ke berbagai belahan dunia sebagai simbol peradaban Islam, kini tampil lebih modern dengan 12 payung elektrinya, namun tidak sedikitpun mengubah bentuk asli dari masjidnya, karena yang direnovasi hanya pada bagian luar atau halamannya saja,” katanya.

Mulyadi mengakui, sebagai daerah menerapkan syariat Islam dan dijuluki sebagai Serambi Mekkah, wisata religi dan wisata spiritual tetap menjadi andalan Aceh untuk menarik kunjungan, namun demikian menurutnya, ada destinasi lain yang juga dimiliki Aceh yang tidak dimiliki daerah lain seperti destinasi wisata tsunami dan juga wisata alam. Sayed Husen/Rel

 

 

 

Top of Form

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.