12 Payung Elektrik Menambah Keindahan Masjid Raya

12 Payung Elektrik Menambah Keindahan Masjid Raya

GEMA JUMAT, 19 MEI 2017

Keindahan Masjid Raya Baiturrahman tidak dapat dipungkiri lagi. Apalagi masjid yang kental dengan nilai sejarah ini telah memiliki 12 payung elektrik. Kehadiran payung yang diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadirkan nuansa Masjid Nabawi di Madinah.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah menuturkan, Masjid Raya menjadi saksi sejarah tempat rakyat Aceh menyelamatkan diri dari hantaman tsunami. “Mereka diselamatkan oleh Allah SWT,” ujar Zaini dalam sambutannya saat peresmian payung masjid, Sabtu (13/5) di Banda Aceh.

Masjid Raya dikenal secara luas di tingkat nasional dan mancanegara, salah satunya, Malaysia. Ia mengharapkan Masjid Raya menjelma sebagai pusat perkembangan Islam di masa depan. Oleh karena itu, keberadaan masjid ini harus diperkuat. Zaini mengajak mengembangkan pendidikan Islam di Aceh.  Tempo dulu ulama-ulama besar lahir di Aceh yang mengembangkan pendidikan Islam di Nusantara.

Ia menambahkan, kemegahan Masjid Raya mampu menyedot perhatian dunia. Salah satu pencapaian yang membanggakan yakni ditetapkannya masjid ini sebagai salah satu destinasi wisata terbaik. Bukan hanya menjadi kebanggaan rakyat Aceh, Masjid Raya adalah kebanggaan Indonesia serta internasional.

“Prestasi ini menuntut kita untuk bekerja lebih keras lagi, berbagai pembenahan dan perbaikan untuk memperkuat eksistensinya sebagai ikon kebanggaan masyarakat Aceh,” paparnya.

Kerja keras itu diwujudkan dengan membangun landscape dan infrastruktur Masjid Raya dengan ground breaking pemancang pertama pada 28 Juli 2015. Keberadaan 12 payung elektrik ukuran 24 x 24 meter rmerupakan salah satu aspek pentingnya.

Diharapkan, tersedianya payung elektrik tersebut dapat menambah daya tampung jamaah. Dari semulanya 9.000 jamaah di dalam masjid menjadi 24.400 jamaah di dalam dan di luar.

“Grand design payung ini mengikuti payung masjid di Madinah dengan maksud menambah keindahan masjid dan menambah kenyamanan jamaah,” tuturnya.

Fasilitas masjid yang lain yang sudah ada yakni lantai basement area parkir dengan 8.600 meter bujur sangkar. Mampu menampung 300 kenderaan roda empat dan 347 roda dua. Dilengkapi dengan tempat wudhu dan toilet. Ada juga fasilitas bagi penyandang cacat. Lantai dari marmernya sendiri berasal dari Itali. Sedangkan di sekeliling masjid akan ditanam 32 pohon kurma yang menyerupai Masjid Rasul.

Untuk meningkatkan pengelolaannya, akan dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Syariat Islam Aceh dengan system BMUD. Untuk itu, Zaini sudah menandatangani dua peraturan gubernur sebagai landasan hukumnya. “Insya Allah sebelum berakhir masa jabatan saya pada 25 Juni, sistem tersebut sudah bisa diresmikan,” terang Ketua Dewan Masjid Indonesia itu.

Jusuf Kalla menuturkan, Masjid Raya merupakan kelebihan dan kebanggaan Aceh. “Kalau yang dikenalkan Aceh, pasti yang muncul masjid ini,” tuturnya saat menyampaikan kata sambutannya.

Katanya, Masjid Raya melambangkan hadirnya peradaban di Aceh. Perbaikan dan melengkapi fasilitas menjadi kebanggaan semua pihak. Penambahan kapasitas jamaah melalui pembangunan payung memang perlu diperhatikan. “Masjidnya menjadi Masjid Raya Baiturrahman di serambi Mekkah dengan gaya Madinah, jadi lengkaplah semuanya,” pungkasnya yang disambut tepuk tangan.

Jusuf Kalla menyampaikan penghargaannya dalam rangkan memajukan agama serta peningkatan rasa kecintaan kepada Aceh dengan keindahan Masjid Raya. Keindahan masjid akan lebih lengkap bila masjid ini dimakmurkan. Kemakmuran masjid bermakna ramai digunakan untuk beribadah dan membawakan manfaat bagi masyarakatnya.

Hal yang paling penting mengenai masjid yaitu ada rahmat, hidayah, dan dijaga oleh Allah. Secara fisik, masjid harus dibangun secara benar. Bangunan Masjid Raya dinilai kuat. Pada waktu gempa dan tsunami terjadi di Aceh, masjid ini sanggup bertahan.

Di akhir kata sambutannya, Jusuf Kalla ditemani Zaini Abdullah memukul tambo pertanda diresmikan 12 payung elektrik Masjid Raya Baiturrahman. Zulfurqan

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.