Keistimewaan Bulan Ramadhan

Keistimewaan Bulan Ramadhan

GEMA JUMAT, 09 JUNI 2017

Oleh: Dr. Murni, S.Pd.I, MPd                                                                                                                        Dosen Prodi MPI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry                                                                                                                                                                                                     Adakah waktu yang lebih istimewa? Pada dasarnyA semua waktu adalah sama, karena hakikatnya waktu adalah perubahan dan pergerakan. Yang membedakan satu waktu dengan yang lainnya adalah peristiwa-peristiwa dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya.

Allah adalah pencipta waktu. Dia juga yang menetapkan peristiwa-peristiwa istimewa pada waktu tersebut. Untuk itu, keistimewaan Ramadhan karena peristiwa-peristiwa teramat penting yang terjadi pada bulan tersebut. Diantaranya:

Pertama, Ramadhan bulan permulaan turun Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185 Allah Swt berfirman, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil (QS  Al-Baqarah: 185). Ayat ini dengan tegas menyatakan, bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk perama kalinya kepada Rasulullah Saw pada bulan Ramadhan.

Kedua, bulan dibukakan pintu-pintu surga dan dikunci pintu neraka. Pada bulan Ramadhan Allah membukakan pintu-pintu surga dan mengunci pintu-pintu neraka, sedang syaitan-syaitan dibelenggu. Sebagaimana secara tegas disebutkan dalam hadits shahih, Rasulullah Saw bersabda, “Apabila masuk bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka dikunci, dan syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR  Bukhari dan Muslim).

Ketiga, bulan dibelenggunya syaitan-syaitan. Maksud terbelenggunya syaitan ditafsirkan para ulama dari dua sudut pendekatan yaitu: pertama, secara lahir (hakiki) yaitu pembelengguan syaitan berarti semua jenis syaitan dirantai dan dibelenggu selama bulan Ramadhan, sehingga kemampuan mereka untuk menyesatkan manusia sangat terbatas dan lemah dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Sehingga jika masih ada orang mukmin yang maksiat di bulan Ramadhan menunjukkan betapa rendah keimanan orang tersebut, sehingga ia masih bisa diperdaya oleh syatan dalam kondisi syaitan itu sendiri terbelenggu.

Kemudian, kedua, dari pendekatan makna kiasan, terbelenggunya syaitan pada bulan Ramadhan mengandung pengertian celaan yang sangat bagi para pelaku kemaksiatan. Karena orang-orang yang maksiat di bulan Ramadhan tidak punya lagi alasan untuk menyalahkan syaitan. Bahwa kejahatan manusia di bulan Ramadhan itu bukan lagi dorongan syaitan dari luar dirinya, melainkan syaitan dalam jiwanya sendiri yang jahat. Maka kejahatan orang tersebut murni tanggungjawabnya sendiri. Ia memilih keburukuan dengan kesadaran dan tanpa intervensi makhluk manapun dari luar dirinya. Dengan demikian dapat dipahami bahwa, jika amal shalih dilipatgandakan pahalanya, maka kemaksiatan juga sangat berlipat ganda kehinaannya.

Keempat, bulan lailatul qadar. Keistimewaaan lain yang amat besar di dalam bulan Ramadhan yaitu keberadaan lailatul qadar pada malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadhan. Keterangan tentang lailatul qadar terdapat dalam firman Allah Swt: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadar: 1-5).

Bahkan, malam yang istimewa ini yang nilai keutamaannya lebih baik dari seribu bulan, dimana Allah Swt memberikan peluang emas kepada ummat Muhammad Saw untuk meningkatkan kualitas dan kemuliaan dirinya disisi-Nya. Dalam satu hadits Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang beribadah di malam mulia, lailatul qadar dengan penuh keimanan dan semata-mata mencari ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah diperbuat sebelumnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Oleh Karena itu, marilah kita memanfaatkan waktu terbaik di bulan suci Ramadhan yang penuh dengan nilai-nilai utama: bulan penuh dengan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka, serta pahala amal ibadah dilipatgandakan pada hitungan yang tidak terhingga, yang hanya diketahui oleh Allah Swt.

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.