Puasa dan Kedermawanan

Puasa dan Kedermawanan

GEMA JUMAT, 16 JUNI 2017

Oleh: Sayed Muhammad Husen

Islam memberi penghargaan yang tinggi terhadap seorang yang demawan. Seorang muslim yang peduli, suka berbagi dan menyisihkan sebagian penghasilannya kepada jalan kebaikan akan mendapat pengakuan sebagai manusia terbaik. Hal ini sebagai implementasi sifat Rasulullah SAW: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik, paling dermawan (murah tangan), dan paling pemberani.” (HR Ahmad).

Puasa Ramadhan mendidik seseorang untuk menjadi pribadi yang dermawan atau murah tangan, suka bersedekah, memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang lain yang membutuhkan (Nur Faridah, Republika.co.id). Karena itu, selain pengendalian diri selama puasa, menahan lapar dan dahaga, puasa dapat juga bendampak terhadap peningkatan kepedulian  dan kesadaran membantu orang lain.

Rasulullah SAW memberi teladan kepada ummatnya, bahwa selama puasa Ramadhan kedermawanan mestilah lebih meningkat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Peningkatan ini dilakukan untuk menambah amal kebaikan yang pahalanya ditingkatkan, juga sebagai upaya mensejahterakan sebagian muslimin yang fakir dan miskin.

Kita ketahui bahwa kedermawan Rasulllah SAW melalui hadits beliau: Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dalam hal kebaikan. Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan.” (HR Muslim).  “Beliau adalah orang yang paling dermawan dalam hal kebaikan melebihi angin yang berembus.” (HR Muslim).

Lalu, tantangan bagi kita adalah, bagaimana dapat mengikuti jejak Rasulllah SAW dan mengedukasi masyarakat supaya kedermawanan dapat optimal di dalam dan luar Ramadhan. Sebab kedermawanan adalah strategis sebagai sumber daya finansial untuk pembangunan ummat.

Kita melihat banyak lembaga filantropi Islam seperti Baitul Mal, BAZNAS dan LAZ menggalang zakat, infaq dan sedekah (ZIS) sebelum dan selama Ramadhan. Ini tentu saja cukup membantu dalam meningkatkan kedermawanan. Lembaga filantropi ini akan mengelola dana ummat secara profesional, sehingga manfaatnya juga maksimal.

Kita berharap, kedermawanan, semangat berbagi, bersedekah, berinfaq, berbagi dan bentuk kepedulian lainnya yang begitu meningkat pada bulan Ramadhan kiranya dapat kita pertahankan selamanya. Sehingga kita mampu mengikuti jejak Rasullah SAW sebagai manusia dermawan.

  • Lembaga filantropi Islam perlu juga terus mengedukasi ummat supaya kedermawanan menjadi gaya hidup dan bersinergi dalam mendayagunakan dana ummat yang terhimpun.  Kita yakin, kontribusi lembaga filantropi Islam akan sangat bermakna dalam pembangunan bangsa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.