UPTD Masjid Raya Harus Jadi Model

UPTD Masjid Raya Harus Jadi Model

GEMA JUMAT, 16 JUNI 2017

Masjid Raya Baiturrahman dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 dan telah menjadi ikon Aceh. Masjid Baiturrahman juga menjadi objek wisata religi di Aceh yang ramai dikunjungi karena kemegahan dan keindahannya. Bangunan utama pada Masjid ini berwarna putih dengan kubah hitam besar yang dikelilingi tujuh menara. Kesan megah Masjid ini semakin terasa dengan adanya kolam besar dan juga pancuran air pada bagian depan Masjid.

Bagi masyarakat Aceh, Masjid Raya Baiturrahman tak sekedar rumah ibadah. Masjid yang terletak di jantung Kota Banda Aceh ini telah melewati pembabakan sejarah yang panjang sebelum seperti sekarang.

Plt. Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman,  Drs. H. Nasruddin Ibrahim M.Ag mengatakan, dengan lahirnya UPTD PMRB akan memberi pelayanan yang lebih baik dan membuka pintu kepada masyarakat dengan pelayanan yang maksimal. “Pemberian dana dari pemerintah selama ini masih terbatas, dengan lahirnya UPTD PMRB ini maka bisa mencukupi kebutuhan,” jelas kepada Gema Baiturrahman, Rabu (14/6) kemarin.

Ia mengaharapkan, selama jadi UPTD,  masjid raya dapat jadi contoh baik dalam pengelolaan maupun kenyamanan di dalam masjid seperti masjid nabawi,” tuturnya. Visi dari UPTD Pengelola Mesjid Raya Baiturrahman adalah terwujudnya sistem pengelolaan Masjid Raya Baiturrahman Aceh yang mandiri, kredibel dan akuntabel untuk kemaslahatan umat.

Maksud dari visi tersebut terdiri dari empat unsur, pertama adalah sikap dan usaha organisasi dan segenap stakeholder untuk bertindak bebas. Yang kedua, adalah sikap dan tindakan stakeholder dalam pelaksanaan program yang dapat dipercaya (amanah) dan bisa dipertanggung jawabkan sebagaimana mestinya. Yang ketiga adalah sikap dan kinerja stakeholder pada program kegiatan harus dipertanggung jawabkan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Dan yang keempat adalah kondisi dimana terbentuknya pribadi muslim yang taat, menuju masyarakat yang marhamah (kasih sayang, perdamaian, persaudaraan, persamaan, toleransi, keadilan, keseimbangan dan kebebasan.

Nasruddin menyebutkan, misi dan tujuan dari UPTD Pengelola MRB adalah, pertama mewujudkan sistem pengelolaan masjid yang representatif dan bermutu. kedua, mengembangkan pola pengelolaan program kemakmuran masjid yang efektif dan efisien. ketiga, pengembangan dan peningkatan sumber pendapatan masjid melalui usaha-usaha ekonomi yang madiri dan keempat adalah mewujudkan sumber daya insani yang professional, kredibel dan akuntabel. Dan yang kelima adalah meningkatkan kualitas  ibadah mahdhah dan ibadah sosial menuju masyarakat yang marhamah.

Ia menambahkan, tentang susunan dari organisasi dan tata kerja UPTD PMRB ada terdiri dari, kepala UPTD, kelompok jabatan fungsional, sub bagian tata usaha, seksi penyelanggaraan pengembangan kelembagaan dan kemakmuran masjid, seksi penataan, pengoperasian dan pemeliharaan sarana dan prasaran (ri’ayah) dan unit funsional masjid.

Hal yang berbeda dijelaskan oleh pengamat bidang pemerintahan Muhammad Syarif, S.HI., MH menjelaskan, “UPTD itu adalah unit pelaksana dinas artinya tugas-tugas yang belum di laksanakan oleh dinas, jadi dilaksanakan oleh UPTD. Ketika lahirnya UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman dapat membuat tata kelola masjid raya itu lebih transparan, mandiri dan kredibel. Maka akan ada belanja modal, administrasi tata kelola dan laporan keuangan akan di audit, baik itu investorat maupun lembaga keuangan lainya.” Ujarnya kepada Gema Baiturrahman, Kamis (15/6) kemarin.

Syarif menambahkan, dengan terbentuknya menjadi UPTD maka  akan lahir jabatan struktural. “Administrasinya akan dikelola oleh pemerintah, bukan lagi oleh pengurus masjid. Dan masalah teknis seperti perluasan masjid dan pembangunan sarana dan prasarana, serta biaya perawatan, semua itu akan dikelola oleh UPTD,” jelas Ketua Umum Remaja Masjid Raya periode 2005-2010.

Dengan terbentuknya UPTD ini, maka untuk biaya perawatan itu akan lebih mudah didapatkan dengan cara menganggarkan setiap tahun. “Ini juga satu langkah menata, mengelola dan menjadikan masjid lebih indah lagi kedepan serta menjadi masjid kebanggaan masyarakat Aceh akan menjadi kebanggaan dunia,” tutur Kepala Bidang Dinas Badan Dayah Kota Banda Aceh.

Di samping itu, Syarif juga berharap kepada kepala UPTD PMRB untuk melibatkan banyak orang, terutama internal masjid dan remaja masjid raya. Dengan kehadiran UPTD ada perhatiaannya lebih kepada pihak dalam, baik itu remaja masjid maupun pihak internal dan juga mensinergikan pihak UPTD dengan pihak dalam masjid raya,” ujar tokoh muda peminat isu biokrasi dan sistem pemerintahan Banda Aceh..

Terakhir, ia mengharapkan dengan adanya UPTD ini, bisa  membuat pustaka yang lebih indah lagi, dan menata aset-aset masjid kembali serta melakukan perawatan yang sudah ada.

(Indra Kariadi)

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.