JANGAN MENGADAKAN KESESATAN DALAM AGAMA

JANGAN MENGADAKAN KESESATAN DALAM AGAMA

Gema Jumat, 23 JUNI 2017

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Surat al-Maidah ayat 77:

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti keinginan orang-orang yang telah tersesat dahulu dan (telah) menyesatkan banyak, dan mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus”

Dalam rentetan ayat sebelumnya, telah dinyatakan kesesatan orang-orang yang menjadikan Isa al-Masih sebagai Tuhan. Dalam ayat ini, Allah terus memberikan perintah kepada Nabi Muhammad agar beliau memperingatkan prilaku orang-orang Nasrani tersebut, karena agama tauhid menghendaki penyembahan Allah tidak disekutukan dengan sesuatu apapun.

Allah menegaskan bahwa prilaku nenek moyang mereka adalah sesat dengan membuat doktrin-doktrin keagamaan yang tidak sesuai dengan agama tauhid, meskipun agama Nasrani tersebut berasal dari Allah. Dalam hal ini Allah memerintahkan kepada orang-orang Nasrani agar menghentikan tradisi doktrin keagamaan yang tidak benar, diantaranya perbuatan mereka yang menghalalkan apa yang diharamkan dan mengharamkan apa yang dihalalkan, terlebih lagi ide ketuhanan yang mengusung trinitas sebagai suatu doktrin keniscayaan dalam kekristenan.

Peringatan Allah ini berlaku juga secara tidak langsung kepada kita, sebagai hamba-Nya. Karena kesesatan itu tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang telah dijelaskan oleh Allah pada ayat di atas, namun banyak juga kesesatan-kesesatan yang tidak kasat mata terjadi pada umat Islam, seperti mengkafirkan orang yang menjadi lawan politik, membunuh sesama muslim dengan alasan yang tidak haq (benar), juga banyak hal lainnya yang terjadi dalam kehidupan sosial umat Islam. Oleh karena itu, kita berlindung kepada Allah dari kesesatan diri kita dan penyesatan oleh orang-orang yang sesat.

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.