Eksekutif dan Legislatif harus Sejalan

Eksekutif dan Legislatif harus Sejalan

Gema JUmaT, 7 JULI 2017

Tgk. Jamaluddin Thaib, MA

-Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh

 

Momentum pelantikan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 yang berlangsung pada 5 Juli 2017 kemarin, sesungguhnya adalah awal dari langkah besar yang harus diayunkan keduanya untuk membawa Aceh ke arah lebih baik. Setidaknya ada empat pekerjaan rumah (PR) menunggu dituntaskan selama masa lima tahun kepemimpinan mereka: Pertama, mengejar pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) 2017-2022; Kedua, menyelesaikan target RPJMA 2012-2017 rezim Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (Zikir) yang belum tuntas, dan; Ketiga, menyiapkan exit strategi pascadana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, serta; Keempat menitip harapan kepada pemerintah Aceh yang baru dibawah kepemimpinan Irwandi-Nova untuk lebih fokus dalam peningkatan kualitas Penerapan Syariat Islam di Provinsi Aceh. Simak wawancara singkat wartawan Tabloid Gema Baiturrahman Indra Kariadi, dengan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Tgk. Jamaluddin Thaib, MA. Harapan baru pada gubernur lama, harapan baru.

Bagaimana pandangan Anda kepada kepemimpinan Irwandi Nova?

Pemerintah baru menjadi harapan baru. Di masa kampanye Irwandi dan Nova, mereka berjanji akan memperkuat syariat islam, terutama tentang pendidikan akhlak. Di Aceh hari ini kita melihat, banyak sudah orang yang sudah kehilangan akhlak. Oleh karena itu di kepemimpinan Irwandi dan Nova kita mengharapkan untuk memperkuatkan syariat Islam dengan cara membangun akhlak. Dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) 2017-2022, juga komitmen membahas tentang pemabangunan akhlak kembali, bukan hanya tentang Syariat Islam tetapi juga akan melahirkan Dinul Islam. Pelaksanaan Syariat Islam hari ini harus mencakup kesemua aspek, tidak hanya terfokus pada Dinas Syariat Islam dan Dinas Pendidikan Dayah, tetapi juga harus menyentuh kesemua Dinas, termasuk Dinas Pariwisata, supaya bisa melahirkan wisata yang islami, dan juga Dispora, bagaiamana menjadi event olahraga yang islami, tidak merusak nilai kebudayaan dan nilai Syariat Islam di Aceh ketika ada perlombaan olahraga.

Dimana harus dimulai?

Oleh karena itu, kepemimpinan Irwandi dan Nova harus bisa mengislamisasikan pendidikan, tidak hanya bernuansa syariat islam, tetapi harus siap mengislamisasikan semua pendidikan di Aceh yang berlandaskan Syariat Islam. Secara umum kita melihat, baik dari janji kampanye dan juga apa yang terbangun di tim, ini juga menjadi sebuah pekerjaan rumah (PR) yang harus siap diselesaikan dalam RKA 2018. Dari hasil pantauan saya, di Bapedda sendiri masih kurang menganggarkan anggaran pembangunan Syariat Islam. Baik buruknya kualitas perencanaan sangat ditentukan oleh kinerja Bappeda Aceh sebagai perencana pembangunan daerah. Untuk membangun kembali Syariat Islam di Aceh, anggaran dengan pelaksanaan harus seimbang, biar bisa sejalan, dan ini menjadi perhatian khusus kita bersama, supaya anggaran pembangunan Syariat Islam akan seimbang dengan anggaran pembangunan daerah.

Bagaimana cara mengimbangi anggaran Syariat Islam dengan pertumbuhan ekonomi?

Ini yang harus kita kawal, supaya RKA tahun 2018 yang disusun oleh Bapedda bisa menyeimbangkan anggaran Syariat Islam dengan pembangunan ekonomi di Aceh. Oleh karena itu, kita meminta semua lini untuk bisa mengawal terus, supaya di pemerintahan Irwandi dan Nova betul-betul menjalankan Syariat Islam dan juga menjadi semangat yang kuat dalam membangun Aceh yang bernuansa islami, karena simbol Aceh adalah syariat islam.

Apa yang dilakukan pemerintah baru dalam mensinergikan ulama dan umara?

Untuk kedepan kita meminta kepada pemerintahan Irwandi dan Nova, supaya komunikasi antara ulama dan umara lebih intens lagi. Kita meminta kepada pemerintah Irwandi dan Nova supaya lebih sering lagi berkomunikasi dengan ulama dan meminta banyak nasehat pada ulama tentang pembangunan Aceh kedepan yang lebih baik.

Harapan Anda?

Harapan kita supaya semua janji kampanye itu, agar bisa diwujudkan dengan sempurna. Dalam waktu 100 hari pertama ini kita meminta harus ada kerja nyata pemerintahan Irwandi dan Nova dan memberi kontribusi kepada masyarakat. Saya melihat pemerintahan Irwandi dan Nova komitmen dari berbagai penyataan dan dituangkan dalam media yang kita baca. Dalam waktu dekat ini saya mendengar insya Allah pemerintahan Irwandi dan Nova akan membangun rumah dhuafa, dengan cara merangkul beberapa pengusaha dan relawan untuk membangun rumah tersebut.

Kita juga mengharapkan kepada Irwandi-Nova supaya mengsinergikan lagi dengan DPR. Karena pembangunan Aceh tanpa dukungan dari DPR, pemerintahan tidak akan jalan. Jadi kita sangat mengharapkan besar supaya terjadi komunikasi yang lebih intens antara pemerintahan Irwandi dan Nova dengan DPR lebih akrab lagi, supaya pembangunan Aceh kedepan akan lebih bagus seperti yang kita harapkan bersama.

Pembangunan kedepan jangan menjadi tumpah tindih dan harus sama rata. Pembangunan kedepan harus berdasarkan kebutuhan, bukan berdasrkan unsur politik. Maka jika ini bisa dijalankan, insya Allah pemerintahan Irwandi dan Nova akan memberi kontribusi yang baru untuk Aceh kedepannya.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.