2

Kalau Ekonomi Sudah Beres, Semuanya Beres

Gema JUmaT, 7 JULI 2017

Dr (HC). Capt. Drh. H. Irwandi Yusuf, M.Sc dan Ir Nova Iriansyah, MT telah dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022. Keputusan mereka berdua akan sangat mempen- garuhi nasib Aceh. Pelantikan mereka sekaligus pertanda masuknya era baru dengan harapan baru untuk memajukan tanah serambi Mekkah, seperti di sektor ekonomi, pendidikan, dan penerapan syariat Islam.

Pakar Ekonomi Aceh Dr Amri SE MSi menuturkan ada tiga variabel untuk menentukan kesejahteraan masyarakat, yakni ekonomi, Pendidikan, dan kesehatan.  Indikator kualitas ekonomi masyarakat yang baik tergantung pada tingkat kemiskinan.

“Kalau ekonomi sudah beres, beres semuanya,” imbuhnya kepada Gema Baiturrahman, Kamis (7/6) di Banda Aceh.

Menurutnya, Irwandi harus menempatkan orang-orang berkompetensi di bidang ekonomi untuk meningkat- kan kesejahteraan masyarakat. Pembantu- pembantu gubernur sangat menentukan keberhasilan Irwandi merealisasikan visi dan misinya. Makanya, pemilihan kepala dinas seharusnya berdasarkan kemampuan yang mereka miliki.

Ia menambahkan, sekarang posisi Aceh berada pada peringkat 28 ekonomi makro di Indone- sia. Bila Irwandi bekerja secara maksimal, dalam jangka waktu lima tahun Aceh menempati posisi 20. Salah satu strategi memajukan ekonomi Aceh yaitu dengan mempercepat perputaran uang. Sayang- nya, masyarakat Aceh sendiri lebih banyak membelanjakan uangnya keluar daerah.  “Orang cari uang di Aceh tapi belan- janya ke Medan,” ujar Direktur Center for Public Policy and Development Studies (CPDS) ini.

Katanya, penyusunan program-program pen- ingkatan ekonomi harus berdasarkan data dan fakta. Kemudian dievaluasi setiap tahunnya. Lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dan pers berfungsi diharapkan hadir sebagai pengontrol pro- gram pemerintah.

Pendidikan Pembantu Dekan IV Drs Abu Bakar M Si menjelaskan, keberhasilan dunia pen- didikan jangan cuma diukur dengan penca- paian prestasi akademik. Karenanya, lima tahun ke depan pemerintahan era Irwandi- Nova perlu menyusun langkah-langkah strategis untuk membina karakter peserta didik. “Umumnya anak-anak Aceh kalah bersaing bukan karena faktor intelektual saja, lebih banyak faktor non intelektual. Misalnya keteguhan pribadi yang sangat rendah,” paparnya.

Pendidikan karakter bertujuan mem- bentuk pribadi peserta didik yang jujur, toleransi, kesabaran, displin, kemampuan membangun komunikasi, dan lainnya. Abu Bakar menilai sifat-sifat tersebut kurang dimiliki oleh anak-anak Aceh. “Banyak dimensi kepribadian perlu dibenahi,” terangnya.

Menurutnya, pendidikan karakter dan intelektual harus berjalan beriringan. Orang berakhlak mengikuti ajaran Islam bersumberkan Alquran dan hadits. Ia men- gatakan 70 persen keberhasilan seseorang ditentukan oleh karakternya. Sedangkan 30 persen lagi berdasarkan keterampilan. “Manusia memiliki derajat tertinggi bu- kan hanya karena ilmu, tapi juga karena akhlak,” paparnya.

Lanjutnya, pengelolaan pendidikan yang baik sangat mempengaruhi kemajuan pendidikan. Misalnya penempatan sese- orang menjadi kepala sekolah harus ber- dasarkan kemampuan. Syariat Islam Wakil Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Syamsul Rijal M Ag mengharapkan pen- erapan syariat Islam di Aceh berjalan se- cara komprehensif. Caranya mengapilkasi- kan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara. “Pikiran-pikiran sempit menyebabkan aplikasi syariat Islam terasa menjadi beban dan dikucilkan be- berapa kalangan,” tambahnya.

Dijelaskan, penerapan syariat Islam jangan hanya terimplementiskan pada hal-hal yang bersifat simbolistik. Ia men- contohkan dalam dunia kerja, harus ada perencanaan, pembiayaan, dan evaluasi berdasarkan nilai syariat. Nilai-nilai syar’i misalnya, berkaitan kedisiplinan, keikhla- san. Suatu pekerjaan dilaksanakan tepat waktu serta ikhlas melakukan pekerjaan.

“Jangan dipahami Islam itu seolah-olah hanya berduyun-duyun ke masjid, banyak salawat. Mereka dalam tanda petik, inten- sitas ibadah yang tinggi, tapi aplikasi nilai- nilai (Islam) dalam pekerjaan tidak ada,” pungkasnya. Zulfurqa

 

comments

Post Author: Nurjannah Usman