LARANGAN MELAMPAUI BATAS DALAM BERAGAMA

LARANGAN MELAMPAUI BATAS DALAM BERAGAMA

Gema JUmaT, 7 JULI 2017

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti keinginan orang-orang yang telah tersesat dahulu dan (telah) menyesatkan banyak, dan mereka sendiri ters- esat dari jalan yang lurus”(Q.S. Al-Maidah ayat 77).

Dalam rentetan ayat sebelumnya, telah dinyatakan kesesatan orang-orang yang menjadikan Isa al-Masih sebagai Tuhan. Dalam ayat ini, Allah terus memberikan perintah kepada Nabi Muhammad agar beliau memperingatkan prilaku orang-orang Nasrani tersebut, karena agama tauhid menghendaki penyem- bahan Allah tidak disekutukan dengan sesuatu apapun.

Allah menegaskan bahwa prilaku nenek moyang mereka adalah sesat dengan membuat doktrin-doktrin keagamaan yang tidak sesuai dengan agama tauhid, meskipun agama Nasrani tersebut berasal dari Allah. Dalam hal ini Allah memerintahkan kepada orang-orang Nasrani agar menghentikan tradisi doktrin keagamaan yang tidak benar, diantaranya per- buatan mereka yang menghalalkan apa yang diharamkan dan mengharamkan apa yang dihalalkan, terlebih lagi ide ketuhanan yang mengusung trinitas sebagai suatu doktrin ke- niscayaan dalam kekristenan.

Peringatan Allah ini berlaku juga secara tidak langsung kepada kita, sebagai hamba- Nya. Karena kesesatan itu tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang telah dijelaskan oleh Allah pada ayat di atas, namun banyak juga kesesatan-kesesatan yang tidak kasat mata terjadi pada umat Islam, seperti meng- kafi rkan orang yang menjadi lawan politik, membunuh sesama muslim dengan alasan yang tidak haq (benar), juga banyak hal lain- nya yang terjadi dalam kehidupan sosial umat Islam. Oleh karena itu, kita berlindung kepada Allah dari kesesatan diri kita dan penyesatan oleh orang-orang yang sesat.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.