MENTAATI ALLAH DAN RASUL

MENTAATI ALLAH DAN RASUL

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

GEMA JUMAT, 14 JULI 2017

Surat al-Maidah ayat 93

Dan ta’atlah kamu kepada Allah dan ta’atlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

Ayat tersebut di atas menjelaskan tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh orang yang beriman, setelah ia mengikrarkan keimanannya. Dalam ayat tersebut di atas disebutkan bahwa ketaatan kepada hukum-hukum yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya, juga contoh-contoh prilaku suri tauladan Rasulullah merupakan cermin ideal prilaku muslim dimanapun dan kapanpun.

Ketaatan kepada Allah, amatlah sederhana, yaitu melaksanakan kewajiban sebagai muslim yang tertuang dalam rukun Islam. Adapun ketaatan terhadap Rasulullah adalah melazimi sunnah beliau sebagai pedoman dan panduan hidup. Allah tidak pernah menurunkan suatu hukum yang memberatkan manusia, baik secara fisik maupun rohani, kecuali sesuai dengan kemampuan manusia untuk melaksanakannya. Demikian juga pola kehidupan Rasulullah adalah pola yang semua orang bisa mengikutinya, seperti cara bergaul, rumah tangga serta hubungan sosial kemasyarakatan.

Kemudian Allah mengisyaratkan bahwa, sebagai manusia biasa, Rasulullah hanya bertugas menyampaikan risalah-Nya. Tidak lebih dari itu, oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita dengan menyatakan bahwa dosa-dosa ataupun kesalahan kita telah ditanggung oleh Rasulullah. Itu adalah kekeliruan besar. Rasulullah hanya menyampaikan ajaran dan wahyu, selebihnya apabila kita tidak mengikuti apa yang diperintahkan niscaya kita akan menanggung sendiri akibatnya.

Untuk zaman sekarang, taat kepada Allah dan Rasul-Nya cukup mudah kita dapatkan baik dari sumber tertulis maupun sumber lainnya. Jadi tidak ada alasan untuk membuat satu perbuatan yang melanggar perintah Allah atau Rasulullah dengan alasan tidak tahu, karena apabila telah berikrar dengan keimanan dan keislaman, maka semua hal yang menyertai predikat tersebut haruslah kita laksanakan. Wallahu musta’an.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.