Semangat Guru Tentukan Kualitas Pendidikan

Semangat Guru Tentukan Kualitas Pendidikan

GEMA JUMAT, 14 JULI 2017

Semangat guru dan murid mempengaruhi keberhasilan perkembangan dunia pendidikan. Pendidikan bertujuan melahirkan sumber daya manusia berkualitas, mampu berkompetisi pada tingkat lokal hingga internasional. semangat seorang guru tidak akan pernah luntur bila ia menjadikan pekerjaan bukan semata-mata memperoleh gaji. Melainkan juga sebagai amal ibadahnya. Lebih lengkapnya, berikut wawancara wartawan Gema Baiturrahman Zulfurqan dengan Guru BEsar UIN Ar-Raniry Prof Dr M Hasbi Amiruddin MA.

Prof, sejauh ini bagaimana semangat guru dan murid dalam proses belajar mengajar?

Kalau kita melihat situasi pendidikan sekarang, secara umum, guru-guru masih banyak yang bersemangat, bercita-cita anak didiknya baik-baik. Cuma, mungkin, dalam perekrutan guru, ada yang direkrut tidak berbakat sebagai guru. Sehingga ini menjadi kelemahan lembaga pendidikan. Kadang-kadang mereka datang mengajar, terlambat, kurang serius, mengutamakan dana, maksudnya, sedikit tidak cukup (dana) ribut. Tapi masih banyak guru-guru yang tulus, peduli ketika anak didiknya berkelahi, menyelesaikannya dengan mendatangi orangtuanya.

Bila guru lebih banyak bekerja di luar sekolah, apa dampaknya?

Karena perkembangan globalisasi, sehingga guru lebih fokus kepada materi. Kadang-kadang orang lebih fokus mencari banyak uang demi mendapatkan kenderaan bagus, atau memaksa diri kredit kenderaan. Saat tidak cukup uang, mereka lebih banyak bekerja di luar, sehingga kurang mempehatikan peserta didik.

Kemudian, peran pemerintah untuk dunia Pendidikan, apa?

Pemerintah kita, agaknya selama ini, kurang peduli pada substansi pendidikan, tidak serius mengawasi kekurangannya, pengawas sekolah tidak dipilih secara professional, mereka bisa diajak kerjasama oleh pemerintah. Ditambah lagi, ketika ditata melalui penataran pun tidak serius. Ketidakseriusan itu mengakibatkan semangat anak-anak belajar kurang. Itu yang menyebabkan kualitas pendidikan kurang. Ditambah lagi, ketika ada ujian, anak-anak kita dibantu. Ketika ada bantuan, mereka tidak serius lagi belajar, minta tolong.

Kalau kualitas pendidikan rendah, efeknya apa?

Masalah besar apabila lembaga pendidikan dibiarkan begitu rendah kualitasnya. Setelah anak-anak menamatkan Pendidikan, mereka tidak memiliki kualitas dan sulit mendapatkan pekerjaan, baik di tingkat SMA, malah di tingkat univesitas, malah banyak sekali pengangguran. Kalau alumni SMA, universitas, berkualitas, mereka bisa melakukan hal lain dengan kemampuannya, daya juangnya. Ini tidak dipompa daya juang, semangat, belajar hanya sebatas pengajaran saja

Tanpa kualitas, bagaimana cara kita bersaing dalam dunia global?

Orang lain banyak masuk ke negeri kita, bekerja. Maka akan menumpuk pengangguran, orang-orang kita akan lemah ekonominya. Orang kita sering ribut karena melihat orang lain di Indonesia kaya-kaya, sedangkan orang kita miskin-miskin. Itu akibat lembaga pendidikan kita yang kurang berkualitas. Dalam sisi agama, kita sering ditipu oleh orang lain dengan penyebaran berita hoax. Akibatnya kita sering bentrok antar sesama. Kita sibuk bentrok sesama muslim, lalu mereka menguasai kita, ekonomi, politik, dan dalam hal lain.

Bagaimana cara memperbaiki kualitas pendidikan?

Pemerintah harus menyeleksi kembali guru-guru yang diangkat benar-benar memiliki kualitas, minat, dan bakatnya sebagai seorang guru. Kalau tidak ada, lebih baik dia dipindahkan saja, maunya tidak sebagai guru. Secara islami, kita perlu menanamkan semangat agama (dalam jiwa guru), semangat berjuang sebagai ibadah. Selain ia mendapatkan gaji dari pemerintah, ia juga mendapatkan pahala dari Allah. Kalau semangat ini ada pada guru, maka semangatnya tidak akan pernah lemah dalam mengajar. Bagaimanapun situasinya, risikonya, kalau semangantnya dalam ibadah, semua bisa diatasi.

Kalau masuk ke guru ingin mendapatkan uang yang banyak, maka ia tidak akan pernah dapat. Ketika tidak dapat, ia kecewa. Ia pun kecewa dan malas dalam mengajar, daya juangnya rendah. Dari segi pendanaan kepada guru sudah memadai. Tapi kita mengharapkan pemerintah yang menangani masalah guru, jangan pungli, walaupun itu kecil. Kalau ada urusan guru, jangan minta sesuatu. Pemerintah harus mengingatkan kepada aparatnya supaya bersih diri supaya guru itu tetap bersemangat.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.