8

Calon Nahkoda KNPI Aceh

GEMA JUMAT, 21 JULI 2017 JULI 20172017

Menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh, ada sejumlah nama yang akan menjadi kandidat sudah mulai bermunculan. Musda XIII (KNPI) Aceh dijadwalkan di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh pada 29-31 Juli 2017 ini. Ada sejumlah nama yang mulai mencuat kepermukaan sebagai kompetitor dalam musyawarah tiga tahunan tersebut.

Adapun nama-nama yang mulai iperbincangkan adalah Wahyu Saputra, mantan pengurus KNPI Aceh periode 2010-2013), ada nama Wakil Ketua OKK KNPI Aceh, Khalid, S.Pd.I, selain itu ada Zulfan Efendi,Wakil Ketua Bidang Lingkungan Hidup, serta ada nama Fadhil Rahmi,Lc, Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah, (IKAT Aceh), serta mantan ketua KNPI Malaysia, DR Muhammad Yasar.

Menurut panitia, pendaftaran bakal calon ketua baru DPD KNPI Aceh sudah dibuka sejak 18 dan berakhir Sabtu 22 Juli besok. Untuk menjadi calon, setiap bakal calon ketua wajib memenuhi sejumlah persyaratan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Organisasi (PO) KNPI. Misalnya, para bakal calon harus mendapat dukungan minimal tiga DPD KNPI kabupaten/kota dan dukungan enam oraganisasi kepemudaan (OKP) di Aceh serta pada saat pendaftaran, bakal calon berumur maksimal 40 tahun.

“Selain itu baru dilakukan tes muatan lokal seperti tes baca Alquran, tes baca rukun dua khutbah, tes narkoba dan lainnya. Mengenai tes baca dua rukun khutbah baru kali ini dilaksanakan, sebelumnya tidak ada,” kata Panitia dalam jumpa pers beberapa waktu yang lalu.

Wahyu Saputra

Wahyu Saputra lahir Sigli 5 Januari 1981 menyelesaikan pendidikan sejak SD sampai dengan SMK di Kota Medan. Melanjutkan kuliah di Fakultas Dakwah IAIN Ar Raniry dan Fakultas Ekonomi USM Banda Aceh. Wahyu berkeinginan dalam pembangunan, pemuda Aceh harus berkarakter. Dengan mengusung Visi “Pemuda Aceh yang berwirausaha mandiri, berwawasan kebangsaan dlm bingkai NKRI”.

Memulai karier organisasi di Himpunan Mahasiswa Islam, Wahyu Saputra menjelma sebagai seorang organisatoris yang sangat perfeksionis ketika melanjutkan karier di berbagai organisasi lainnya.

Wahyu pernah jadi sebagai Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI) 2002 – 2004, Bendahara Umum Badko HMI Aceh (2004 – 2006), Fungsionaris HIMPI (2005 – 2007), Pengurus KADIN Aceh (2015 – 2020), Sekretaris GM Kosgoro Aceh (2017 – 2022) dan Pengurus Daerah (Pengda) Tarung Drajat Aceh.

Zulfan Efendi

Zulfan Efendi merupakan pegawai di salah satu instansi Pemerintah Aceh juga mengaku mencalonkan diri dengan dukungan penuh dari sejumlah Organisasi Kepemudaan berbendera hijau, misalnya Nahdlatul Ulama (NU), Alwasliyah dan beberapa OKP di bawahnya.. Salah satu motivasi kuat Zulfan mencalonkan dirinya sebagai ketua KNPI Aceh karena ingin membawa organisasi kepemudaan ini benar-benar menjaga independensinya, berjalan sesuai dengan AD-ART lembaga, serta tidak terjebak kepentingan kepentingan politik sesaat. Ia berharap KNPI ini benar-benar jadi wadah berhimpunnya seluruh organisasi kepemudaan, bukan milik sekelompok orang, tapi milik kita bersama.

Fadhil Rahmi

Fadhil Rahmi, meripakan Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, sekaligus Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh. Sejak kecil ia berkeinginan untuk dapat belajar ke Timur Tengah. Fadhil kelahiran Langsa, 06 September 1978 itu. Tidak hanya fasih menuturkan bahasa Arab dan fasih melantunkan kalam ilahi, Fadhil juga pintar mengocek si kulit bundar. Setidaknya, pada tahun 1995 pernah menjadi kapten tim PSSB Junior di piala Surati. Tercatat dia seangkatan dengan Faisal Jamal, Iswandi Jangka. Ia juga dikenal aktif di sejumlah organisasi, baik di bidang dakwah maupun kepemudaan.

Keluar dari Al Azhar, Fadhil kembali ke tanah air untuk mengabdi, tercatat sejumlah pekerjaan pernah dijalaninya sekembali dari Al Azhar, dari Dosen STAI Cot Kala Langsa, pelatih sepakbola, pegawai di Kankemenag Bireuen hingga IT Offi cer Aceh United FC pernah ia jalani. Kini ia bekerja sebagai asisten Ombudsman RI Aceh.

Ombudsman adalah Lembaga Negara yang mempunyai kewenangan mengawasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik baik yang diselenggarakan oleh penyelenggara Negara dan pemerintahan termasuk yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Miliki Negara, Badan Usaha Milik Daerah, dan Badan Hukum milik Negara serta Badan Swasta atau perseorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan publik tertentu yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja Negara dan/atau anggran pendapatan dan belanja daerah.

Khalid

Pemuda yang berkulit putih ini berasal Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Ia dikenal sosok pemuda banyak meraih berbagai prestasi, baik dalam segi pendidikan maupun organisasi. Khalid yang lahir pada 28 Juni 1979 silam sangat menjiwai KNPI. Hal ini dibuktikan selama berkecimpung di KNPI Aceh selama 4 periode. Proses kaderisasi beliau di KNPI juga cukup bagus dimulai dengan Pengurus Kecamatan, Kota Madya Banda Aceh dan sampai ke DPD KNPI Aceh.

Selain itu, peran Khalid di KNPI Aceh cukup besar, pada saat periode Ketua Syahrul Bahruddin, SE.,M.Si. Ia pernah menjadi Ketua Panitia Safari Pemuda (SABDA) yang dilaksanakan di Lhong dan Sabang yang mampu menyukseskan dan mendatangkan tiga menteri sekaligus. Ketiga menteri tersebut Ir. H. Muhammad Lukman Edy, M.Si yang merupakan Menteri Pecepatan Daerah Tertinggal, Dr. H. Adhyaksa Dault, SH., M.Si selaku Mentri Pemuda dan Olahraga dan Menteri Sosial H. Bachtiar Chamsyah, SE.

Dari segi Pendidikan Khalid Memulai Pendidikan Formal di SD Negeri Peudaya Padang Tiji (1985-1991) setelah itu ia melanjutkan ke Pondok Pesantren Modern Jeumala Amal Lhueng Putu Pidie Jaya (1991-1994) Dari sana ia berangkat ke Banda Aceh bertarung memperebut satu kursi di Madrasah Aliyah program Khusus (MAPK) Banda Aceh (1994-1997). Sekolah ini sangat terkenal di Era 90-an selain seleksi masuk sangat ketat juga mampu melahirkan lulusan terbaik sehingga memudahkan masuk berbagai perguran tinggi bergensi di dalam dan luar Negeri.

Kemampuan Khalid dalam Bidang Organisasi dan kepemimpinan tidak diragukan lagi, ini sudah terlihat sejak ia masih menjadi mahasiswa. Khalid pernah menjabat sebagai Ketua Komisariat Pelajar Islam Indonesia (PII) Fakultas Ekonomi UNSYIAH 1999, Ketua III Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Unsyiah 2002, Ketua Bidang Badan Kajian Strategis Ikatan Senat Ekonomi seluruh Indonesia (2002-2003), Ketua Pimpinan Wilayah Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila Aceh (SATMA PP), Ketua Bidang Hubungan Antar lembaga dan Organisasi Forum Komunikasi Generasi Muda Pidie (FOKUSGAMPI) Banda Aceh 2000, Ketua Angkatan Muda Pembaharu Indonesia (AMPI) Provinsi Aceh, Pengurus Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Provinsi Aceh, dan masih banyak Organisasi Kemasyarakan Pemuda Lainnya (OKP) yang di gelutinya.

Pengusaha muda ini juga aktif di salah satu partai politik Nasional yang membuat dia mudah membangun koneksi dengan berbagai stakeholder baik itu di tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional. Berbekal pengelam dan proses yang dilalui baik itu di OKP, KNPI, dan Profesi sudah sangat pantas Khalid, S.Pd.I memimpin DPD KNPI Aceh periode 2017-2020 apalagi di depan mata sudah dihadapkan tuan rumah Konggres KNPI/Pemuda Indonesia tahun 2018.

M.Yasar

Pria yang punya nama lengkap Dr Muhammad Yasar, STP, MSc merupakan dosen teknik pertanian Universitas Syiah Kuala. Namany tidak asing dari KNPI, karena pernah menjadi Ketua KNPI Malaysia periode yang lalu.

Muhammad Yasar dilahirkan di Desa Krueng Batee, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh pada Tanggal 19 Oktober 1979. Pendidikan dasar dan menengah diperoleh di kampung halaman kedua orang tua, yaitu Kotafajar yang merupakan ibukota Kecamatan Kluet Utara. Basic ilmu ke-pertanian-an diperolehi sejak menduduki pendidikan di bangku sekolah menengah kejuruan bidang pertanian yang terletak di desa Rasian Kabupaten Aceh Selatan.

Pada tahun 2003 berhasil menamatkan pendidikan strata 1 di Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang selanjutnya diterima menjadi dosen tetap di jurusan yang sama pada tahun 2005. Untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensinya sebagai dosen, pada tahun 2009 melanjutkan pendidikan strata 2 di Institut Alam Sekitar dan Pembangunan (LESTARI) Universiti Kebangsaan Malaysia hingga 2012 dan mendapat kesempatan untuk langsung melanjutkan pendidikan strata 3 di tempat yang sama. Ddbs/Marmus

comments

Post Author: Nurjannah Usman