Edukasi Ekonomi Syariah

Edukasi Ekonomi Syariah

GEMA JUMAT, 21 JULI 201

Edukasi ekonomi syariah di Aceh dan di Indonesia diyakini belum cukup memadai. Ketika kita membahas ekonomi syariah, maka yang dipikirkan oleh masyarakat hanya keuangan syariah tanpa riba. Ketika keuangan syariah kita diskusikan, yang muncul adalah gagasan pinjaman tanpa bunga. Keadaan ini menggambarkan bahwa pemahaman masyarakat muslim terhadap ekonomi syariah belum cukup memadai.

Kebangkitan ekonomi syariah di Indonesia dimulai beriringan peresmian bank mualamat pada 1992.  Ketika itu, edukasi perbankan syariah mulai gencar dilakukan.  Kehadiran bank muamalah kemudian diikuti dengan bangkitnya gerakan BMT (Baitul Mal Wattamwil), lagi-lagi bentuknya juga keuangan syariah dalam skala mikro.

Dalam sepuluh  tahun terakhir diskursus ekonomi syariah telah sampai pada upaya membangun sistem ekonomi Islam, yaitu  sistem ekonomi yang berbeda kapitalisme dan sosialisme. Hal ini dipelopori oleh sejumlah perguruan tinggi dengan cara membuka studi ekonomi Islam atau syariah. Masyarakat muslim memyambutnya  dengan antusias yang dibuktikan besarnya minat mahasiswa kuliah pada progam studi ekonomi syariah.

Praktek ekonomi syariah dalam masyarakat juga cukup menggembirakan. Dalam kehidupan sehari-hari kita menjumpai aktivitas ekonomi Islam dalam bentuk perbankan syariah, pegadaian syariah, asuransi syariah, hotel/losmen syariah, rekasadana syariah, pariwisata syariah/halal, serta iklan syariah. Ada lagi koperasi syariah, multi level marketing syariah dan khusus di Aceh terdapat  lembaga keuangan syariah Baitul Qiradh.

Dalam aspek keuangan sosial syariah berkembang pesat BAZNAS, Lembaga Amil Zakat, Badan Waqaf Indonesia, Baitul Mal dan bentuk-bentuk filantropi Islam lainnya.  Aktivitas ekonomi syariah lainnya  seperti produk halal  dan produksi peratalatan olah raga sunnah  (memanah dan berkuda).

Implementasi  ekonomi syariah dapat juga kita lihat dari pelaksanaan UU Perbankan Syariah, UU Zakat, UU Waqaf, badan hukum koperasi syariah, LPPOM MUI dan Dewan Syariah Nasional MUI. Pemerintah telah membentuk Komite Nasional Ekonomi Syariah. Banyak juga bermunculan asosiasi praktisi ekonomi syariah seperti MES, Ikatan Ahli Ekonomi Islam dan Asosiasi BMT Indonesia.

Karena itu,  kita harus lakukan edukasi ekonomi syariah lebih masif untuk mendorong lahirnya regulasi yang memperkuat sistem ekonomi syariah di Aceh dan Indonesia. Perlu juga menggerakkan da’i, khatib dan  guru pengajian dalam kampanye ekonomi syariah. Kita minta juga partisipasi Ormas Islam, lembaga dakwah dan LSM Islam. Sayed Muhammad Husen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.