DUNIA DAN KIAMAT

DUNIA DAN KIAMAT

GEMA JUMAT, 28 JULI 2017

Surat al-An’am ayat 31-32

“Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? “

Pada ayat sebelumnya, dinyatakan bagaimana pengingkaran orang-orang kafir menyebabkan mereka sangat menyesali pengingkaran mereka tentang kebenaran neraka dan hari akhirat.  Dalam ayat ini disebutkan bagaimana kenyataan dari orang-orang yang menafikan adanya kehidupan akhirat, sehingga mereka merasa sangat rugi dengan keyakinan salah mereka sewaktu di dunia yang menyatakan bahwa kiamat tidak akan terjadi. Allah juga menyatakan bahwa hari kiamat itu terjadi dengan tiba-tiba dan tak ada orang yang menyadarinya, begitu dirinya sadar pada hari itu, mereka telah ditutup pintu taubat kepada Allah. Pada hari kiamat orang-orang akan menyaksikan berbagai peristiwa dahsyat yang sebelumnya dijabarkan dalam al-Qur’an bagaimana huru-hara yang terjadi pada waktu itu. Dalam suatu ayat dinyatakan bahwa ketika hari kiamat datang, semua orang akan berpisah satu sama lain, orang-orang tak akan menghiraukan dan merasakan derita orang lain, masing-masing akan menyaksikan dahsyatnya hari kiamat tersebut.

Demikianlah kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, dengan selalu memperingatkan suatu hari yang akan memutuskan mata rantai jagad semesta alam raya ini, yang sampai sekarang masih dalam rahasia-Nya.

Allah juga menyatakan bahwa kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang tidak seberapa. Nikmat yang kita rasakan tidaklah bermakna bila dibandingkan dengan kehidupan kekal di akhirat. Allah menyatakan bahwa akhirat adalah tempat kebahagiaan yang abadi, sejati dan tidak mungkin disandingkan dengan kebahagiaan di dunia ini. Allah juga menegaskan bahwa orang-orang bertaqwa adalah orang-orang yang memilih akhirat sebagai prioritas terbesar dalam hidupnya. Oleh karena itu mereka menyiapkan bekal berupa ibadat dan amalan-amalan yang akan membawa mereka ke syurga anugerah Allah yang penuh nikmat dan kekal selama-lamanya.

Meskipun demikian, banyak diantara kita yang lalai dan tidak sadar bahwa hal tersebut adalah nyata, sehingga kita lalai dan tidak mengerti terhadap apa yang dijelaskan dan yang diperintahkan oleh Allah, sehingga terlebih dulu kematian menjemput kita sebelum kita benar-benar menyiapkan bekal untuk akhirat tersebut. Dengan perilaku kita sekarang ini, apakah kita akan benar-benar paham dengan yang dimaksudkan oleh Allah? Hanya amalan kita yang menjawabnya. Wallahu musta’an.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.