H. Masrul Aidi, Lc

Membumikan Al-Quran

GEMA JUMAT, 28 JULI 2017

Khatib: H. Masru Aidi, Lc, Pimpin Dayah Babul Maghfi rah Cot Keueng, Aceh Besar

Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada didekatnya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya. (Hadits Riwayat Muslim)

Berdasarkan hadits tersebut, dapat kita ketahui bahwa Allah memberikan ketenangan kepada orang-orang yang membaca Al-Quran, kemudian mempelajarinya. Bahkan, Allah sampai memuji mereka kepada makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Hadits itu mendorong kita untuk selalu mendekatkan diri dengan Al-Quran. Di dalamnya mengandung ajaran-ajaran supaya umat Islam bisa menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sesungguhnya dalam kehidupan ini, ketenangan adalah suatu hal yang sangat berharga. Walaupun kita memiliki harta berlimpah, belum tentu kita bisa menjalani hidup dengan penuh ketenangan. Namun Allah akan senantiasa memberikan ketenangan itu bagi orang-orang yang mempelajari Al-Quran.

Maka, sangat penting untuk memotivasi masyarakat, terlebih kalangan pemuda dan remaja untuk menyenangi membaca Al-Quran. Kegiatan membaca Al-Quran merupakan bentuk kegiatan untuk mengurangi aktifitas lain yang tidak ada manfaatnya. Mengapa tidak pemerintah mengeluarkan program memberikan insentif kepada pemuda dan remaja yang berhasil menghafal Al-Quran. Pemberian insentif bergantung pada jumlah juz dalam Al-Quran yang mampu mereka hafal. Mereka pun akan mencoba lebih produktif lagi menghafal Al-Quran.

Saat ini pemerintah terbebani oleh pengangguran dan lapangan kerja. Bukan persoalan mudah untuk menyelesaikan kedua persoalan ini. Program seperti ini bisa dimanfaatkan oleh mereka yang belum memiliki pekerjaan nyata. Nantinya mereka bisa saling berkumpul di masjid-masjid dalam rangka menyelesaikan hafalannya. Sehingga keberkahan membaca Al-Quran mendatangkan rezeki bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.

Jadi, harapannya, semakin lama orang akan semakin akrab dengan Al-Quran. Orang yang menghafal Al-Quran biasanya akan lebih mudah termotivasi menghafal apabila didatangkan imam tarawih hafiz Al-Quran dari luar. Hal ini dibandingkan dengan mereka yang tidak menghafal. Selain itu, program ini merupakan bentuk dukungan terhadap penerapan syariat Islam di Aceh.

Remaja maupun pemuda yang sudah termotivasi, akan lebih banyak meluangkan waktunya memegang Al-Quran. Di sisi lain mencegah mereka melakukan perbuatan yang tidak baik, seperti pacaran. Otomatis, mereka ini dituntut selalu dalam keadaan suci. Pada akhirnya akan membentuk karakter yang mulia.

Setelah itu, perlu adanya dukungan perkumpulan qari dan qariah. Qari dan qariah ini berperan membantu para pemuda dan remaja memperbaiki bacaan Al-Quran, baik makhraj dan tajwidnya. Membaca Al-Quran, jika dulu ingin mendapatkan insentif, tetapi setelah itu akan menjadi sebuah hobi. Maka diharapkan, di setiap sudut Kota Banda Aceh, misalnya, akan terlihat pemandangan orang-orang yang dekat dengan Al-Quran.

Bagi mereka yang sudah lebih dulu menghafal 20 juz Al-Quran, contohnya, pemerintah tidak boleh luput memberikan insentif kepada mereka juga. Oleh karena itu, perlu lahirnya regulasi yang jelas supaya tidak terjadi tumpang tindih bantuan. Untuk menjaga hafalan Al-Quran ini, dibutuhkan hadirnya kegiatan perlombaan.

Mari sekarang kita sama-sama membumikan, membiasakan diri membaca Al-Quran. Alangkah lebih baiknya lagi jika kita tidak membaca, dan menghafalnya saja, tetapi juga mengamalkan isinya, serta mengkajinya. Sebagai orang tua, kita bisa menanamkan rasa cinta membaca Al-Quran anak-anak kita sejak dini. Niscaya Allah mendatangkan keberkahan kepada kita.

comments

Post Author: Nurjannah Usman