Dosa Memfitnah

Dosa Memfitnah

GEMA JUMAT, 04 AGUSTUS 2017

“Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ahmad)

Fitnah artinya perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang. Kata fitnah berasal dari bahasa Arab “al fitnatun” yang bermakna ujian dan cobaan. Fitnah merupakan suatu kebohongan besar yang sangat merugikan dan termasuk dalam  dosa yang tak terampuni oleh Allah SWT. Oleh karenya, Islam melarang umatnya memfitnah sebab fitnah adalah haram.

Fitnah itu lebih besar dosanya daripada dosa membunuh (manusia yang tak bersalah), Allah SWT berfirman yang maksudnya: “Berbuat fitnah lebih besar dosanya daripada membunuh. (Q.S. al-Baqarah: 217)

Hal tersebut karena fitnah akan mengakibatkan korban yang sungguh dahsyat, bukan saja nama orang yang difitnah itu mendapat aib, tetapi dapat mengakibatkan lenyapnya satu-satu bangsa, kaum atau negara. Sejarah Islam telah menjadi bukti yang nyata yaitu tiga orang Khalifah Islam menjadi korban fitnah yang berdampak terbunuhnya Khalifah Umar bin Khattab ra, Khalifah Usman bin Affan ra, dan Khalifah Ali bin Abi Thalib ra dan juga keluarga Nabi SAW sendiri, yang dibunuh dengan kejamnya oleh manusia-manusia yang diperbudak oleh hawa nafsu.

Di akhir zaman, fitnah semakin merajalela dan tumbuh subur bahkan lebih dahsyat melalui media sosial, sehingga banyak pihak atau perorangan yang merasa rugi dan terdhalimi.  Untuk lebih aman maka Allah SWT mengingatkan yang artinya;

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Q. S. Al Hujurat : 6).

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.