Lima Pengusaha Muslimah yang Menginspirasi

Lima Pengusaha Muslimah yang Menginspirasi

GEMA JUMAT, 04 AGUSTUS 2017

Kita pasti ingin sukses di usia muda dan menjadi inspirasi bagi orang banyak. Termasuk para muslimah yang tidak mau kalah dengan kaum adam untuk meraih sukses melalui jalur wirausaha.\

Ada yang berpikiran bahwa menjadi pengusaha muda dan membangun bisnis di usia belia itu tidak mudah. Namun sembari masih muda dengan fisik yang kuat, pemikiran lebih kreatif, pergaulan luas dan relatif memiliki waktu luang yang banyak untuk terus belajar, sukses di usia muda pasti bisa diraih.

Lima pengusaha muslimah muda yang cantik dan sukses berikut ini bisa menginspirasi kamu untuk segera memulai bisnis lho.

Sally Giovany

Muslimah cantik ini sukses dengan bisnis batik Trusmi yang merupakan batik khas Cirebon. Wanita pemilik toko batik online eBatikTrusmi.com ini sudah memutuskan untuk berwirausaha sejak usia 18 tahun.

Latar belakang ekonomi keluarganya bisa dikatakan kurang dari mapan. Setelah lulus dari SMA Sally tidak melanjutkan pendidikan, tetapi memutuskan untuk berwirausaha demi membantu perekonomian keluarganya.

Awalnya Sally memulai bisnis dengan menjual batik khas Cirebon. Produk batik ini ditawarkan dengan cara berkeliling pasar di Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Berawal dari toko berukuran kecil, sekarang Sally sudah mempunyai toko grosir batik Trusmi yang luasnya mencapai 1,5 hektar. Sally mengutamakan kualitas baik dengan harga yang sedikit lebih mahal untuk produk batik Trusmi-nya.

Sally telah mencetak rekor muri Toko Batik Terluas dan Termuda 22 Tahun. Sekarang bisnisnya sudah sangat berkembang dengan mempunyai 9 showroom di 5 kota di Indonesia, yaitu Cirebon, Bandung, Jakarta, Medan, dan Surabaya. Sally telah membuka lapangan pekerjaan untuk lebih dari 1.350 orang. Omzetnya sekarang sudah mencapai 700 juta per minggu.

Laksita Pradnya Paramita

Sempat diolok-olok oleh teman-teman SMA-nya karena IQ di bawah 100 dan mengalami jatuh bangun dalam berbisnis, Laksita Pradnya Paramita tidak pantang menyerah hingga meraih sukses dengan bisnis kaos kakinya.

Secara tidak sengaja saat berjalan-jalan di pasar baru, gadis kelahiran Kebumen, 24 Maret 1995 ini menemukan kaos kaki yang kualitas dan modelnya sangat dia sukai. Karena menyayangkan harganya yang terlalu murah, dia berpikir untuk menjualnya sendiri. Februari 2014 Laksita mulai berjualan kaos kaki sendiri. Laksita mulai mencari supplier kaos kaki impor setelah melihat reaksi pasar yang bagus.

Empat bulan setelah itu, ia mulai memesan kaos kaki dengan desain khusus ke produsen lokal. Setelah modal terkumpul, Laksita mulai memproduksi kaos kaki sendiri. Ia menyulap kaos kaki menjadi produk kreatif dengan berbagai variasi motif dan karakter yang diminati oleh para remaja masa kini.

Ia memasarkan produknya secara online lewat Instagram dan Twitter dengan brand Voria Socks. Selain di Indonesia, kini produknya sudah masuk ke pasar luar negeri seperti Brunei, Malaysia, Amerika Serikat dan Australia. Awalnya Laksita memulai bisnis bermodalkan dana 45 ribu, kini omzetnya per bulan bisa mencapai 200 juta.

Nabilla Samhana Bawazier

Muslimah cantik asal Bogor ini adalah pemilik brand produk sepatu NSBWZ Lab (Nice Shoes Be Wonder Zhoe). Usaha ini didirikan pada 16 Desember 2011 bertepatan saat usianya menginjak 17 tahun.

Nabilla memiliki hobi mengoleksi sepatu. Ayahnya lalu menyarankan untuk membuat sepatu sendiri. Kemudian dia menemui pembuat sepatu custom made sampai membuka tempat produksi sendiri. Sepatu khusus wanita yang diproduksinya merupakan 100% asli buatan lokal.

Awalnya Nabilla mempromosikan produknya secara online lewat Instagram. Sekarang ia sudah memiliki outlet di Bogor dan omsetnya telah mencapai 60 juta per bulan.

Hafiza Elfira

Muslimah cantik yang merupakan mahasiswi Universitas Indonesia ini menjual produk jilbab. Pengusaha muda berusia 25 tahun ini menjadi seorang Socialpreneur dengan mendirikan Nalacity Foundation. Dia memberdayakan ibu-ibu penderita kista di Sitanala Banten untuk menjahit manik-manik yang menjadi aksesoris jilbabnya.

Produk jilbab manik-manik ini mempunyai nilai jual tinggi yang laris di pasaran. Hasil penjualannya digunakan untuk dana kesejahteraan mereka. Omzet per bulannya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Rizka Romadhona

Pengusaha muslimah sukses ini menyadari ada peluang usaha setelah mengetahui produksi talas di Bogor mencapai 200 ribu ton per hari. Pada tahun 2011, Rizka kemudian mengolah talas menjadi kue, yaitu lapis Bogor yang menjadi salah satu oleh-oleh khas bogor.

Awalnya Lapis Bogor kreasi Rizka sempat ditolak di berbagai tempat. Kini Lapis bogor menjadi kudapan dan oleh-oleh di setiap acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bogor. Usaha kue kreasinya ini memperoleh dukungan dari instansi tersebut.

Seiring dengan bisnisnya yang semakin maju, Rizka membuka gerai sendiri yang menjadi outlet utamanya. Setiap harinya Rizka mampu menjual sampai 3.400 box lapis Bogor Sangkuriang.

Selain lima wanita inspiratif di atas, masih banyak pengusaha muslimah lainnya yang berhasil meraih kesuksesan di usia muda dengan berbisnis. Ayo tunggu apa lagi, mumpung masih muda segeralah dirikan kerajaan bisnismu. (lisubisnis)

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.