Usaha Strategis Kemakmuran Masjid

Usaha Strategis Kemakmuran Masjid

GEMA JUMAT, 04 AGUSTUS 2017

Jumlah masjid di Aceh melebihi angka 3.000. Upaya memakmurkan masjid terus dilakukan. Masjid diharapkan bukan hidup karena kegiatan ibadah, bahkan menjadi pusat perekonomian. Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid (BKPRMI) Aceh H Akhyar MAg, menuturkan, mengapa tidak dilingkungan masjid terdapat pertokoan, wifi, dan warung kopi.

“Tapi ketika azan tiba, semuanya ditutup untuk menjalankan ibadah,” ujarnya saat menyampaikan kata sambutan pada kegiatan Perkampungan Kerja Remaja Masjid dan Santri (PKRMS) XI di Kemukiman Peudaya Gampong Masjid Peudaya Kecamatan Padang Tiji, Pidie 2-6 Agustus 2017.

Salah satu agenda perkampungan adalah pelatihan kewirausahaan. Para remaja masjid dan pemuda perlu didorong membuka lapangan kerja sendiri. Mereka diharapkan mampu hidup secara mandiri tanpa bergantung lagi kepada kedua orangtuanya. “Mengapa kita menggalakkan jiwa entrepreneurship, karena itu pekerjaan Rasulullah,” ujarnya.

Tidak mudah menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Di sisi lain, pengangguran di Aceh masih tinggi dibandingkan provinsi-prrovinsi lain di Indonesia. Tentunya jumlah kebutuhan tenaga kerja di pemerintahan tidak akan mampu mengurangi angka pengangguran itu secara siginifikan. Dibutuhkan usaha strategis untuk mengatasi persoalan ini seperti menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi pemuda dan remaja. Melalui pelatihan kewirausahaan diharapkan bisa meningkatkan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan remaja masjid dan pemuda.

Masjid-masjid di Aceh harus difungsikan dengan baik. Kebersihannya patut dijaga. Dibutuhkan kader-kader yang nantinya siap memakmurkan masjid. Oleh karenanya, BKPRMI menggelar kegiatan perkampungan guna memakmurkan masjid. Selain kewirausahaan, kegiatan lain pada perkampungan yakni pelatihan anti narkoba dan kader masjid, membersihkan masjid, dan lainnya.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Pidie Fadhulldah TM Daud, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Bustami, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf diwakili Asisten II Pemerintah Aceh Drs Syaiba Ibrahim, dan berbagai unsur pemerintahan maupun masyarakat.

Fadhullah menuturkan, Pemerintah Kabupaten Pidie sangat mendukung penyelenggaraan PKRMS. Sebab selaras dengan visi misi mereka. Yakni mewujudkan sinergisitas antara berbagai elemen untuk mewujudkan Pidie yang sejahtera. “Saya yakin kegiatan ini pasti mempengaruhi (dampak positif) bagi seluruh Pidie,” ujarnya.

Sinergisitas ini tidak akan terwujud bila elemen masyarakat mencari sendiri perbedaan di antara mereka. Padahal sungguh banyak persamaannya. Fadhullah berkeinginan supaya Pidie tertib di berbagai bidang dan masyarakatnya berakhlak mulia. Maka, kegiatan perkampungan sangat selaras dengan upaya mewujudkan itu semua.

Syaiba Ibrahim, mewakili Irwandi Yusuf memukul tambo tanda dibuka kegiatan perkampungan. Dalam paparannya di atas panggung, ia menuturkan perkembangan globalisasi berpotensi memudarkan budaya. Kearifan lokal dianggap semakin tertinggal zaman. Globalisasi membuat dunia semakin tiada batas. Harus ada benteng kuat dan nurani yang baik untuk mencegah dampak negatif itu.

Para pemuda patut diberikan wadah mewujudkan kebersamaan. Misalnya membentuk remaja masjid. Harapannya, remaja masjid menjadi penggerak utama mencegah negatifnya pengaruh globalisasi. Remaja masjid memiliki pengaruh penting penerapan syariah Islam. “Kita berharap pemuda dan remaja masjid berprestasi, memiliki sikap toleransi, berkeja kerja keras, dan aktif di bebragai,” pungkasnya.

Selain itu, cara-cara memakmurkan masjid perlu dipikirkan secara serius. Supaya jamaah masjid-masjid di Aceh meningkat, bukan malah menurun. Padahal pemerintah sudah menyokong berbagai bantuan dana demi pembangunan masjid. (zulfurqan)

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.