Melestarikan Waqaf Baitul Asyi

Melestarikan Waqaf Baitul Asyi

GEMA JUMAT, 25 AGUSTUS 2017

Tgk. H. Muhammad Fadhil Rahmi Lc, Ketua Ikatana Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh

Dana kompensasi Baitul Asyi khusus untuk para jamaah haji Aceh telah dibayarkan sebesar 1.200 riyal, setara dengan Rp 4,2 juta per orang di Makah pada 16 Agustus 2017. Sebagaimana diketahui, dana kompensasi Baitul Asyi berasal dari wakaf berupa rumah pemondokan di Qasasiah, tempat antara Marwah dan Masjidil Haram, dekat pintu Bab Al-Fatah, oleh Habib Bugak Asyi (Habib Abdurrahman Al-Habsyi) yang hidup pada masa kerajaan Islam Aceh Darussalam. Ia menghadap hakim Mahkamah

Syar’iyyah Mekkah pada 1224 H/1809 M untuk mendaftarkan harta wakafnya tersebut. Wakaf rumah pemondokan tersebut diperuntukkan bagi warga Aceh yang menunaikan ibadah haji ke Mekkah atau bagi siswa-siswi Aceh yang belajar di Mekkah. Di samping itu, Habib Bugak Asyi meniatkan pemondokan ini untuk tempat tinggal bagi warga Aceh yang bermukim di Mekkah. Berikut wawancara singkat Wartawan Tabloid Gema Baiturrahman Indra Kariadi, SH dengan H. Muhammad Fadhil Rahmi Lc, Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh.

Bagaimana pandangan Anda tentang dana kompensasi Baitul Asyi untuk jamaah haji Aceh?

Baitul Asyi itu badan pengelola wakaf.. Menjalankan kegiatan sesuai dengan ikrar wakaf. Jadi tidak dibolehkan tasharruf diluar ikrar. Secara umum yang berkembang di masyarakat bahwa sang wakif meniatkannya untuk kompensasi bagi jamaah haji yang tidak menginap di Baitul Asyi, atau bagi masyarakat warga Aceh yang bermukim di Mekkah, atau bagi warga Aceh yang sedang menjalankan studi di Mekkah.

Seharusnya bagaimana?

Untuk jemaah haji hanya salah satu dari ikrar wakafnya. Bisa jadi ada poin lain dalam ikrar tersebut. Karena saya belum lihat secara lengkap isi ikrar dari wakaf tersebut yang Habib Bugak Asyi (Habib Abdurrahman Al- Habsyi) menghadap hakim Mahkamah Syar’iyyah Mekkah pada waktu mendaftarkan harta wakafnya tersebut

Apakah kompensasi ini dapat membantu jamaah haji kita?

Setidaknya sesuai dengan fungsi dan kewenangan, saya rasa ini sudah sesuai dengan ikrar wakaf. Buktinya tiap tahun jamaah haji dapat badal sakan (pengganti penginapan) selama di Mekkah, sebagai implementasi dari salah satu poin ikrar yang kita tau dan berkembang dimasayarakat.

Harapan Anda pada nadzir Baitul Asyi?

Harapan semoga tetap eksis dan senantiasa menjalankan tugas dan fungsi dengan baik dalam mengelola harta pewakaf sesuai dengan aturan yang ada. Sebagaimana wacana yang telah dilontarkan pemerintah Aceh, bahwa ruang lingkup penggunaan dana kompensasi Baitul Asyi akan diperluas, yakni: pertama, penggunaannya tidak

hanya untuk jamaah calon haji saja. Kedua, pembagian dana kompensasi dilakukan di Aceh setelah jamaah haji kembali. Terakhir, harapan kami kompensasi ini dapat digunakan untuk beasiswa warga Aceh yang studi di Timur Tengah.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.