Milad ke 24 Gema Baiturrahman

Milad ke 24 Gema Baiturrahman

GEMA JUMAT, 8 SEPTEMBER 2017

Setiap milad Gema Baiturrahman (3 September 1993 – 3 September 2017), kita merindukan satu media Islam profesional hadir di Aceh. Sudah 24 tahun usia Gema Baiturrahman, belum juga media ini terbit sempurna dalam semua hal. Gema Baiturrahman masih sebagai media komunitas masjid yang terbit dengan oplah dan tampilan sederhana. Belum dijual layaknya media massa.

Kekuatan Gema Baiturrahman adalah terbit terus menerus sejak 1993 sebagai media dakwah yang konsisten menyuarakan dan membela syariat Islam. Semua konten Gema Baiturrahman direncanakan untuk membentuk opini yang berpihak kepada Islam dan ummat Islam. Media ini memilih posisi sebagai sarana mencerahkan ummat, menyiarkan dan mendokumentasikan perspektif keislaman dalam semua aspek kehidupan.

Sebagai media berbasis masjid, Gema Baiturrahman telah dan akan melakukan penataan bertahap, hingga memasuki era profesional. Dalam diskusi awal dengan pengurus dan redaksi, Gema Baiturrahman telah merumuskan rencana strategis  2014-2022, yang masing-masing  dibagi dalam tahapan dua tahun: 2014-2016 Periode Gema Transisi, 2017-2019 Perode Gema Pengembangan dan 2020-2022 Periode Gema Profesional.

Sekarang, Gema Baiturrahman genap berusia 24 tahun pada 3 September 2017 lalu. Ini artinya, jika kita lihat dari rencana tersebut, Gema Baiturrahman memasuki periode pengembangan. Pada periode ini Gema Baiturrahman mestilah menggunakan perspektif baru dalam melihat peluang dan tantangan masa depan. Pada periode pengembangan, pengelola Gema Baiturrahman harus melakukan tindakan konkret untuk mengembangkan media Islam ini dalam semua hal.

Gema Baiturrahman tentu saja juga dipengaruhi faktor eksternal, maka kita tetap mendambakan kontribusi Pengurus Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Pemerintah Aceh dan jamaah masjid mendukung tabloid yang terbit Jumatan ini. Dukungan itu juga diharapkan dalam bentuk Gema Baiturrahman menjadi program prioritas UPTD Masjid Raya Baiturrahman.

Penambahan usia Gema Baiturrahman juga mengharuskan pengelola media masjid ini memadukan kekuatan internal dan dukungan eksternal untuk kemudian didayagunakan untuk peningkatan kualitas penerbitasn dan konten. Sebab dengan tulisan, reportase, ulasan, artikel serta hasil cetakan yang berkualitas akan membuat pembaca tidak meninggalkan Gema Baiturrahman.

Pembaca adalah segalanya, karena bersama pembaca Gema Baiturrahman memperjuangkan syariat Islam kaffah. Perjuangan ini akan terus berlanjut hingga syariat Islam bisa tegak dalam semua aspek kehidupan.  Sayed Muhammad Husen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.