Memaknai Tahun Baru Hijriyah

Memaknai Tahun Baru Hijriyah

GEMA JUMAT, 22 SEPTEMBER 2017

Oleh H. Basri A. Bakar

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untukhari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hasyar : 18)

Mulai kemarin, kita sudah memasuki tahun baru 1439 Hijriyah, sekaligus kita sudah menutup tahun 1438 H. Tahun baru merupakan peristiwa bersejarah dalam kehidupan manusia, yang dimulai oleh peristiwa hijrahnya Rasusullah dari Mekkah ke Madinah.   Setiap pergantian tahun baru, berbagai cara dilakukan ummat untuk memperingatinya seperti tabligh akbar,  pawai/ karnaval, muhasabah diri  dan lain sebagainya.

Hakekat tahun baru adalah pergantian dari tahun lalu menjadi tahun sekarang yang ditandai dengan penanggalan awal bulan pertama Muharram. Dengan pergantian tahun kehidupan manusia mengalami siklus dari kehidupan seorang bayi menjadi anak-anak, dari anak-anak menjadi remaja, dari remaja menjadi dewasa dan dari orang dewasa menjadi tua dan dari orang tua bersiap-siap untuk memasuki alam Baqa.

Setiap pergantian tahun hendaknya setiap kita dapat merenungkan dan menginstrospeksi diri terhadap apa yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Apakah kita termasuk hambaNya yang bersyukur dengan nikmat kesehatan, kesempatan, kekayaan dan nikmat umur atau sebaliknya menyia-nyiakan nikmat tersebut dengan hidup foya-foya jauh dari kasih sayang Allah.

Betapa beratnya menjadi manusia atau ummat yang tidak mempunyai prinsip, tidak mengetahui dasar, maksud dan tujuan hidup. Tidak tahu arah kemana  mau dituju, sehingga hidupnya ikut-ikutan dengan pola hidup orang lain. Oleh karena itu setiap orang harus menjaga kesalihan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun agar tidak hancur dan sirna karena melakukan tindakan yang bertentangan dengan syariat dan mejadi murka Allah. “Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka”. (QS. Asy Syu’ara : 205 -206)

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.