Pustaka adalah Jendela Dunia

Pustaka adalah Jendela Dunia

GEMA JUMAT, 6 OKTOBER 2017

Zulkifli M. Ali, S.Pd, M.Pd., –  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

Buku merupakan satu media pembelajaran, sementara perpustakaan berperan penting dalam menunjang pendidikan, di mana satu fungsi utamanya adalah edukasi atau pendidikan. Oleh karenanya, perpustakaan harus dijadikan pusat aktivitas masyarakat dalam proses pembelajaran maupun dalam menambah ilmu pengetahuan. Dalam kaitan inilah perpustakaan harus dikembangkan sebagai satu instansi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini berarti, pendidikan yang berkualitas tentunya didukung oleh perpustakaan yang memadai pula. Simak wawancara singkat Wartawan Tabloid Gema Baiturrahman, Indra Kariadi dengan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Zulkifli M. Ali, S.Pd, M.Pd. Apa fungsi dan mamfaat pustaka bagi masyarakat Aceh?

Bagaimana Anda melihat masyarakat Aceh dalam minat membaca?

Minat baca masyarakat kita masih rendah. Banyak masyarakat yang melek huruf, tidak adanya rasa cinta terhadap perpustakaan karena perpustakaan dipandang sebagai tempat yang tidak menyenangkan, bahkan cenderung membosankan dengan setumpuk buku dan kertas.

Apa yang memperngaruhi minat baca masyarakat kita rendah?

Ini mungkin  pemahaman pentingnya membaca belum di pahami oleh semua masyarakat kita. Maka perlu di tanamkan sejak kecil, terutama di rumah tentang pentingnya membaca. Padahal ayat pertama turun dalam Al quran adalah perintah membaca.

Sekarang banyak kita lihat di masjid sudah membuka perpustakaan, tetapi minat masyarakat masih kurang dalam membaca. Pengunjung bisa di hitung, apa yang mempengaruhinya?

Saya pikir tugas kita bersama mengkampayekan tentang pentingnya membaca. Kita libatkan tokoh-tokoh masyarakat dan cendkiawan, serta ulama-ulama dayah, menjadi gerakan bersama untuk mendorong gerakan ini secara masif dan terintegrasi.

Apa fungsi dari perpustakaan?

Salah satu fungsinya adalah menyediakan bahan bacaan sesuai kebutuhan masyarakat. Melakukan kegiatan kampaye minat baca. Memperluas akses untuk memudahkan masyarakat mendapat bahan bacaan.

Bagaimana cara melahirkan rasa cinta masyarakat kepada pustaka?

Dari keluarga harus di tanamkan nilai untuk tumbuhnya kesadaran membaca. Seperti sekolah bisa mencontoh program Bapak Anies Baswedan, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia, yaitu setelah masuk kelas membaca 15 menit. Dukungan masyarakat di lingkungan masing masing saya memperngaruhi. Kami optimis masyarakat kita, hendaknya dapat mendorong kita semua untuk gemar membaca dan mengunjungi pustaka guna mewujudkan Aceh Caroeng, sebagaimana harapan Pemerintah Aceh sekarang ini, sehingga terwujudnya Aceh hebat. Membuat perlombaan-perlombaan untuk meransang minat baca bagi semua masyarakat dari semua unsur.

Apa yang di upayakan Pemerintah Aceh dalam menumbuh kembangkan minat baca dan budaya baca serta menggugah partisipasi masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan?

Membuat pustaka yang nyaman dan menyenangkan bagi pengunjung pustaka. Termasuk menyediakan aplikasi pustaka digital sesuai kebutuhan. Menyediakan pojok baca di tempat-tempat keramaian, seperti rumah ibadah, pusat perbelanjaan, rumah sakit, bandara, taman, dan sejumlah tempat keramaian lainnya

Bagaimana himbauan Anda kepada masyarakat agar banyak membaca dan ke pustaka?

Masyarakat Aceh adalah masyarakat islam. Pintu awal untuk kesuksesan adalah membaca,  baik tertulis maupun tidak tertulis yaitu iqra’, dengan semboyan ayo membaca, ayo kepustaka, dan Aceh berjaya.

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.