Siapakah Usman bin Affan?

Siapakah Usman bin Affan?

GEMA JUMAT, 6 OKTOBER 2017

Nama lengkap beliau adalah Utsman bin Affan bin Abdisy Syams bin Abdi Manaf bin Aushi bin Kilab. Gelar beliau Abu Amr. Biasa dijuluki sebagai dzun nurain (pemilik dua cahaya) karena beliau menikahi dua putrid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum.

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu masuk Islam pada usia 23 tahun, termasuk  golongan orang-orang yang pertama masuk Islam dan termasuk dalam 10 sahabat yang diberi kabar gembira mendapat jaminan masuk surga. Keimanan dan ketaqwaan yang ada pada beliau menjadi sebab jaminan masuk surga.

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu masuk Islam karena diajak oleh Abu Bakar Ash Shiddiq. Ketika itu, ada beberapa orang mendatangi Abu Bakar Ash Shiddiq yaitu Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu,  Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abdurrahman bin Auf.

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu menyeru mereka untuk mengikuti agama yang dapat menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat yaitu dengan masuk Islam. Merekapun menyambutnya dan semuanya masuk Islam.

Setelah mereka menyatakan Islam dihadapan Abu Bakar Ash Shiddiq, mereka segera pergi mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disertai Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.

Utsman bin Affan menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia sehingga beliau mencapai derajat yang mulia di sisi Allah ta’ala.

Beliau adalah sahabat mulia yang banyak shalat, banyak berpuasa dan banyak membaca Al Quran, murah hati dan dermawan. Berikut adalah kisah kedermawanan sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.

Pada masa khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, Madinah perah dilanda kelaparan. Maka Utsman membawa seribu unta dari Syam membawa gandum, minyak dan anggur. Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu memasukkan semuanya ke dalam rumah. Datanglah para pedagang Madinah, mereka bermaksud untuk membeli makanan milik Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.

Maka Utsman bertanya kepada pedagang itu, “Berapa kalian akan memberikan keuntungan kepadaku?” Para pedagang menjawab, “Aku akan memberi keuntungan lima dirham dalam setiap dirham.”

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Aku menginginkan keuntuntungan lebih dari sepuluh kali lipat dalam setiap dirham.” Mereka para pedagang berteriak, “Ini kecurangan dan keterlaluan.”

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Di sana ada yang siap memberikan keuntungan lebih dari sepuluh setiap dirham.” Pedagang itu berkata karena tidak percaya,
“Tidak ada di Madinah ini para pedagang selain kami.”

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Allah ta’ala menjanjikan kepadaku untuk memberikan keuntungan sebanyak sepuluh kali lipat dari setiap dirham. Allah ta’ala berfrman (yang artinya):

“Barang siapa mengerjakan satu kebaikan maka baginya mendapat sepuluh kali lipat kebaikan.” (Qs. Al An’am: 160)

“Adakah diantara kalian bisa melebihi-Nya?” Mereka menjawab, “Tidak ada.”

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ketahuilah bahwa harta ini akan aku sedekahkan semua untuk fakir miskin di Madinah.”

Disarikan dari kitab Nubdzah Mukhtasharah fi Tarikhil Khulafairrasyidin karya Syaikh Sa’id bin Abdullah Al Ghomidi dan Syaikh Khalid bin Sulaiman Al Husainan

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.