Peran Shalat Berjama’ah dalam Kehidupan Muslim

Peran Shalat Berjama’ah dalam Kehidupan Muslim

GEMA JUMAT, 13 OKTOBER 2017 

Oleh Ustaz Afrial Hidayat, Lc, MA, Pimpinan Dayah Nurul Fikri Aceh

Shalat merupakan ibadah penting dalam rukun Islam setelah kita mengucapkan dua kalimat syahadah. Syahadat sebagai pondasi bagunan Islam dan shalat sebagai tiangnya, sebagaimana Sabda Rasulullah :  “Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikan shalat maka dia sedang mendirikan agama, barang siapa yang meninggalkannya maka dia sedang merubuhkan agama”.

Redaksi “iqamah” dalam hadits di atas memiliki pengertian, mendirikan, mengerjakan, menunaikan dan hingga menghadirkan khusyu’ dalam shalat. Adapun orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia sedang meruntuhkan agama bangunan Islam.

Rasulullah Saw juga memberitahukan kepada kita akan pentingnya shalat dalam menentukan penerimaan amal-amal kita lainnya semenjak di dunia:  “Amalan yang paling utama dihisab oleh Allah pada hari kiamat adalah shalat, apabilanya diterima maka amal lainnya akan diterima, namun apabila tidak diterima shalatnya, maka amalan lainnya pun tidak diterima”.

Ada lima waktu shalat fardhu, Shubuh 2 raka’at, Dhuhur 4 raka’at, Ashar 4 raka’at, Maghrib 3 raka’at, dan ‘Isya 4 raka’at. Jumlah raka’at ini merupakan jumlah yang sudah ditentukan oleh Allah pada saat peristiwa Isra’ dan Mi’rajnya Rasulullah dari masjidil haram ke masjidil Al Asqha hingga ke sidratul muntaha. Diluar shalat fardhu di atas, kita disunnahkan untuk memperbanyak shalat nawafil (sunnah) baik qiyamullail, sunnah ba’diyah dan qabliyah dan lain-lain.

Namun dalam shalat fardhu 5 waktu, Allah memerintahkan kita untuk mengerjakannya secara berjama’ah, sebagaimana firman-Nya:  “Dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat, dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’. (QS Al Baqarah : 43)

Dan dalam hadits Rasulullah menegaskan juga akan fadhilah shalat fardhu yang dilakukan secara berjama’ah: “Shalat berjama’ah lebih utama dari shalat sendirian sebanyak 27 derajt,dalam redaksi lainya :25 derajat”. (HR Bukhari dan Muslim)

Sedangkan dalil dari ijma’ ulama, para sahabat telah sepakat untuk mewajibkan shalat berjama’ah setelah hijrah. Imam Al-Ghazali menyebutkan dalam kitabnya  Ihya’ dari Abu Sulaiman al-Darani bahwa, “Tidak ada orang yang meninggalkan shalat berjama’ah, kecuali karena sedang melalukan suatu dosa”. Beliau juga menyebutkan bahwa, “Orang-orang shalih terdahulu mereka akan menyesalkan diri mereka sendiri selama tiga hari, jika ketinggalan takbir pertama dalam shalat berjama’ah.”

Peran shalat berjama’ah

Apa saja peran shalat berjama’ah dalam kehidupan muslim?

Pertama, shalat berjama’ah berperan sebagai pemersatu umat

Shalat berjama’ah memberikan pelajaran yang berharga bagi kita untuk bersatu dalam satu barisan. Sebagaimana firman Allah:  “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.  (QS As-Shaf: 04)

Dalam setiap shalat kita sering mendengar imam menyerukan tentang perlunya merapatkan dan meluruskan  barisan sebelum shalat dimulai. Seruan ini merupakan bentuk pemantapan agar kita berdiri kokoh dan terfokus pada satu arah. Jika di dalam shalat ada arah yaitu kiblat, maka dalam bermasyarakat arah itu adalah cita-cita yang menjadi kesepakatan bersama.

Mengapa kita tidak mampu menyelesaikan permasalah-permasalah yang ada? Mengapa kita tidak mampu menyepakati kesepakatan untuk kemashlahatan umat? Mengapa kita lemah? Mengapa umat Islam terkesan terbelakang dari peradaban? Kenapa umat Islam tidak mampu menjadi soko-guru peradaban. Padahal disisi lain kita telah melihat bagaimana sistem komunis, kita sudah melihat sistem kapitalis, liberal dan lain-lain. Semua sistem itu tidak mampu memberikan kemashlahatan untuk dunia. Padahal hanya Islamlah dan sistem Islamlah yang mampu menjawab semua permasalahan-permasalahan baik lokal maupun interlokal.

Namun umat Islam saat ini sedang mengalami krisis persatuan. Kita dipecah belah sesama kita oleh hal-hal yang kecil. Satu negara muslim memboikot negara muslim lainnya, dibeberapa tempat kaum muslimin minoritas dizalimin. Sampai saat ini Israel terus menjajah bumi berkah Palestina, mereka menguasai masjid Al Aqsha, momblokade kota Gaza. Di beberapa tempat lainnya kaum muslimin difitnah hingga terjadi perang saudara. Siapa yang rugi? Siapa yang di untung? Kondisi ini sama sekali tidak menguntungkan umat Islam, kondisi ini membuat orang belum yakin dengan sistem Islam, padahal Islam rahmatan lil ‘Alamin.

 

Shalat berjama’ah mengajarkan kepada kita akan pentingnya menjaga persatuan umat. Menjaga persatuan umat itu hukumnya wajib. Firman Allah: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…” (QS Ali Imran : 103)

Kalaulah kita mau merenungi tetang makna shalat berjama’ah, maka kita akan mengambil pelajaran penting bagi kita untuk bersatu, dan kunci kekuatan adalah persatuan. Kalau kita sadar akan peran dan pengaruh shalat berjama’ah, maka umat Islam tidak akan mudah dipropokasi dan di adu domba dengan sesama penduduk bangsa.

Kedua, kita sama dimata Allah

Shalat jama’ah juga mengajarkan kita bahwa, semua sama di mata Allah. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, semua sama di hadapan Allah. Semuanya harus berdiri dalam satu barisan yang rapi, yang menjadi komandonya adalah imam. Jadi, shalat berjama’ah merupakan sarana pendidikan bagi kita untuk kita tidak sombong, angkuh, dengki dan riya, karena yang menjadi tolak ukur dan standar kita dihadapan Allah adalah ketaqwaan.

“….Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”.  (QS Al Hujarat: 13)

Siapapun yang datang lebih pertama, akan mendapatkan shaf pertama, dan siapapun yang datangnya terlambat, maka akan berdiri di shat terbelakang. Di akhirat nanti akan terjadi seperti ini juga. Yang amalannya banyak, maka akan lebih duluan masuk surga, hisabnya gampang, namun sebaliknya, yang amalannya kurang, maka akan sulit masuk syurga dan hisabnya susah.

 

Maka mari kita jaga shalat berjama’ah kita. Jadikan shalat berjama’ah sebagai sarana kita memupuk tali persaudaraan diantara kita. Jadikan shalat berjama’ah menjadi ruh persatuan kita, dan jadikan shalat berjama’ah sebagai pelajaran berharga bagi kita akan posisi kita dimata Allah.

Semoga Allah kumpulkan kita kelak di surgaNya sebagaimana Allah telah kumpulkan kita dalam masjid yang mulia ini.

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.