KEKUFURAN BANI ISRAEL

KEKUFURAN BANI ISRAEL

GEMA JUMAT, 10 NOVEMBER 2017

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Surat al-Maidah ayat 70:

Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.

Setelah Nabi Musa as berhasil menyelamatkan kaum Bani Israil dari cengkeraman Firaun dan kaki tangannya, beliau diperintahkan untuk mengambil sumpah dari  Bani Israil yang isinya memerintahkan mereka  untuk selalu menjaga dan komitmen terhadap ajaran-ajaran Allah Swt. Mereka menerimanya. Namun, tak berapa lama kemudian mereka melanggar janji itu, seperti yang disinggung dalam banyak ayat al-Quran. Mereka bukan saja menginjak-injak hukum Allah, membohongkan para nabi dan utusan-utusan Allah, dan memutar balikkan perintah-perintah agama menurut hawa nafsu mereka, bahkan mereka juga membunuh para nabi. Ayat ini memberikan peringatan kepada kaum Muslimin agar selalu waspada terhadap Bani Israil (Yahudi) karena pengingkaran mereka terhadap apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya pada zaman dahulu.

Adapun zaman sekarang, maka kondisinya tidak berbeda, karena Bani Israel tidak dapa dipercaya janji mereka, seperti yang kita saksikan sekarang ini dengan pembantaian terhadap orang-orang Palestina. Itulah watak sesungguhnya dari Bani Israel. Mereka tak akan membiarkan orang-orang muslim dan selain Yahudi bisa hidup nyaman di dunia ini, mereka melakukan teror, pembantaian dan sebagainya saat mereka memiliki kekuasaan untuk melakukan hal itu. Kemudian sumber penentangan mereka terhadap perintah Allah adalah ini ialah keinginan manusia untuk bebas dan melakukan apa saja sesuai dengan hawa nafsunya. Sedangkan  Islam datang untuk mengontrol hawa nafsu manusia, sehingga dimensi kejiwaan manusia tumbuh sempurna. Dan berhati-hatilah dengan orang-orang Yahudi, karena apabila mereka memiliki kekuasaan, mereka tidak segan-segan melakukan pembantaian terhadap orang-orang non-Yahudi. Wallahu musta’aan.

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.