Pentingnya Jihad Harta

Pentingnya Jihad Harta

GEMA JUMAT, 10 NOVEMBER 2017

Beberapa tahun terakhir kita selalu kaget dengan pemberitaan media luar negeri terkait ledakan bom dan penembakan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Ledakan-ledakan tersebut sering dikaitkan dengan aksi terorisme. Namun, nampaknya, beberapa media luar tersebut tidak lagi objektif dalam pemberitaannya. Kalau pengebom beragama Islam langsung saja dikaitkan dengan aksisi terorisme atas nama jihad. Sebaliknya, sulit bagi media tersebut melabelkan teroris kepada pelaku yang beragama non Islam.

Seperti diketahui, pengaruh media sangat luas. Sementara itu, mereka belum memahami sepenuhnya makna jihad. Secara bahasa, jihad artinya bersungguh-sungguh. Dalam era modern sekarang, di Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya, jihad tidak sudah dimaknai secara komprehensif. Makna jihad mencakup berbagai lini kehidupan masyarakat. Semua pihak harus bersungguh dalam segala perbuatan selama tidak melanggar syariat Islam.

Jihad dimaknai untuk memberantas kemiskinan, kebodohan, memperbaiki pelayanan publik, dan sebagainya. Yang paling vital adalah memberantas kemiskinan. Perlu berbagai upaya dari pemerintah yang didukung oleh masyarakat untuk menyelesaikan persoalan ini. Tidak gampang bagi masyarakat miskin untuk menolong dirinya sendiri guna memperoleh kehidupan yang layak.

Islam sendiri sudah mengajarkan bahwa umatnya harus saling tolong-menolong. Muslim diibaratkan seperti anggota tubuh. Apabila salah satu anggotanya sakit, maka anggota tubuh yang lain akan turut bereaksi. Dalam ajaran Islam, kaum muslim dianjurkan memperbanyak amalannya melalui sedekah, zakat, dan wakaf. Nabi Muhammad juga pernah menyebutkan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Hal ini menandakan bahwa umat Islam seyogyanya bisa meringankan penderitaan orang lain.

Di sinilah dibutuhkan jihad harta untuk menanggulangi kemiskinan. Masyarakat harus jeli dan terus berupaya menyisihkan hartanya di jalan Allah. Secara tidak langsung, sedekahnya orang yang memiliki kecukupan akan menghindari iri dan dengki orang miskin. Pemberian orang berharta ini membuat kaum yang membutuhkan uluran tangan ini tidak merasakan kesepian menghadapi cobaan hidup.

Sedekah, zakat dan wakaf, apabila dikelola dengan baik akan mampu mengurangi angka kemiskinan. Misalnya, tanah wakaf dibuat menjadi lahan produktif seperti, menanam tumbuhan yang bisa diperjualbelikan. Keuntungannya digunakan semata-mata untuk kepentingan umat. Maka lembaga pengelola harta benda tersebut harus bekerja maksimal mengumpulkan harta. Meskipun demikian, masyarakatlah yang paling berperan penting dalam jihad harta.  Zulfurqan

 

 

comments

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.